Tren Bersepeda Saat Wabah Corona

Sepekan usai lebaran, di sejumlah ruas jalan semakin banyak rombongan orang bersepeda. Mulai kalangan anak-anak usia SD, remaja SMP-SMA, anak-anak kuliah, kaum pekerja hingga orang usia dewasa akhir. Ada yang gowes sendirian, tapi banyak yang berombongan entah bersama keluarga, pasangan, tetangga, komunitas, atau teman sekolah. Ada yang gowes subuh hingga pagi, ada yang lebih suka gowes sore hingga waktu senja, tapi para remaja banyak yang gowes di malam hari.

Kebanyakan diantara mereka kalau ditanya kenapa saat ini seakan jadi gemar bersepeda, jawabannya rata-rata karena untuk kegiatan olahraga supaya imun lebih sehat, daya tahan tubuh lebih kuat, dan untuk membunuh kebosanan karena terlalu lama di rumah dengan aktivitas yang terbatas. Baca lebih lanjut

Sakit Gigi Saat Pandemi (3)

Usai shalat Jumat, saya siap-siap periksa gigi ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Saya dijadwalkan untuk periksa dengan dokter gigi SpKG pukul 15.30  WIB. Namanya, drg. Noor Hafida Widyastuti, Sp.KG. Seorang dokter gigi spesialis Konservasi Gigi lulusan UGM tahun 2011 yang juga Kepala Prodi Program Studi Profesi Dokter Gigi UMS. Baca lebih lanjut

Dirgahayu Republik Indonesia ke 74

Bukan semata kain berwarna merah dan putih yang ingin dihormati. Tapi ribuan bahkan jutaan para #pejuang #mujahid lintas generasi yang memperjuangkan #Republik ini dengan ikhlas supaya bisa mengibarkan bendera ini yang kita hormati.

74 tahun silam di tengah bulan puasa Ramadhan, atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
.
Pekik #Takbir Bung Tomo Allahu Akbar membangkitkan rakyat Indonesia utk mempertahankan kemerdekaan itu beberapa bulan kemudian.

Kepada merekalah kami hormat.
Kepada merekalah doa kami terpanjat.
Kepada merekalah Indonesia menjadi kuat.

19 Desember 1948, Latar Belakang Hari Bela Negara

Tanggal 19 Desember 1948 pada waktu subuh, militer Belanda melakukan serangan ke semua wilayah Republik Indonesia (RI) di Jawa dan Sumatera, termasuk ke Yogyakarta, ibukota RI pada saat itu. Sejarah Indonesia mengenal peristiwa ini sebagai Agresi Militer Belanda II sedangkan Belanda menamakan serangan ini sebagai “Aksi Polisional”. Agresi Militer Belanda ini menegaskan pelanggaran Belanda atas Persetujuan Renville. Dalam waktu singkat, ibukota Republik Indonesia Yogyakarta jatuh. Baca lebih lanjut

Pro-Kontra Full Day School

“sometimes words are much sharper than swords”

Tabel PendidikanBelum genap 1 bulan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy membuat sebuah gagasan atau wacana yang dibuka ke publik, yaitu Full Day School (FDS). Tak perlu waktu lama, gagasan itu pun menuai polemik dan pro-kontra di masyarakat. Hal sama pula yang terjadi saat isu ini penulis bagi di beberapa group Whatsapp.

Dari sejumlah group Whatsapp, mereka yang menyatakan setuju dengan ide dan gagasan itu mensyaratkan dalam FDS tidak ada Pekerjaan Rumah (PR), tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia. Tapi cukup di kota-kota besar saja yang orangtuanya kebanyakan sama-sama kerja. Sebagian lain setuju gagasan FDS dengan pertimbangan “daripada anak di rumah sama pembantu atau main-main tanpa arah sebelum orang tua pulang dari kerja”. Ada juga yang setuju dengan gagasan itu karena mereka merasa sekolah FDS mampu memberikan hasil pendidikan yang lebih baik. Baik dari sisi akhlak, perilaku, akademik, atau bakat.

Lihat pos aslinya 1.185 kata lagi

Carilah Masjid, Banyak Saudaramu Di Sana

Ketika salah seorang kerabat yang saya panggil pakdhe Tulus hendak pergi keJakarta dengan niat hijrah untuk bekerja mencari rezeki, ayahnya berpesan,”Solo adalah bumi Allah. Jakarta juga bumi Allah. Kemana saja kamu pergi merantau, carilah masjid, di sana akan kamu akan ketemu saudaramu (kowe akan nemu akeh sedulur).” Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: