Pikun, Apa dan Bagaimana Menghindarinya?

(Selama sepekan liburan lebaran kemarin (1438H), saya banyak memperoleh pelajaran dari hasil silaturahmi ke sana ke mari. Ini adalah pelajaran seri #2 yang saya peroleh pada hari ke-1 Lebaran Idul Fitri, berlindung dari kepikunan)

Simbah putri saya memiliki banyak saudara baik saudara kandung, seibu, maupun seayah/sebapak. Dalam sebuah kesempatan, simbah putri menceritakan perihal kepikunan salah seorang kakaknya yang seibu. Sebut saja mbahde.

Di usianya yang telah lanjut, mbahde mengalami kepikunan hampir secara total. Ia nyaris tak mengingat apapun yang sebelumnya pernah diingatnya kecuali memori yang sangat sedikit. Diantara kepikunannya, mbahde sudah tak ingat shalat, tak ingat puasa, tak memiliki rasa malu, dan tak memiliki memori tentang keluarga apalagi saudaranya dan kerabat-kerabatnya yang lebih jauh. Tak jarang, sejumlah perilaku mbahde kerap membuat malu keluarga khususnya anak-anaknya, seperti buang air sembarangan, menggoda wanita, dan hal-hal memalukan lainnya jika dilakukan oleh seorang yang normal.

Baca lebih lanjut

Menggelar Halal Bi Halal Keluarga di Surga

Menggelar Halal Bi Halal Keluarga di Surga

Berkumpul pada malam takbiran sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami jika bulan Ramadhan telah berakhir dan lebaran Idul Fitri telah datang. Orang-orang sekarang menyebutnya dengan halal bi halal. Pada momen ini, sesama anggota keluarga saling bermaaf-maafan dan menyampaikan opini masing-masing. Selain itu, pertemuan itu juga menjadi momen muhasabah dan doa agar seluruh ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan diterima Allah ta’ala. Kebiasaan itu seingat saya sudah berlangsung sejak saya SMP. Baca lebih lanjut

Logika Islam Dalam Memandang Non Muslim

logika-logika*LOGIKA ISLAM DALAM MEMANDANG NON MUSLIM*

Ketika kekufuran meraih kemenangan, kekufuran tetaplah salah. Keimanan yang tetap benar. Pada suatu masa, kekuasaan penjajah Belanda sedang merajalela. Salah seorang ulama Nusantara bernama Syaikh Abd Shomad Al-Falimbani lalu menulis kitab _Nashihah al Muslim wa Tadzkirah al Mu’minin fi Fadhail al Jihad fi Sabilillah wa Karamah al Mujahidin fi Sabilillah._ Di dalamnya, Syaikh al Falimbani menjelaskan, *WAJIB* hukumnya bagi kaum Muslim untuk melakukan jihad melawan mereka. Baca lebih lanjut

Yohanes Pieter Son Bersyahadat di Masjid Cut Mutia Jakarta

Yohanes Pieter Son Bersyahadat

Yohanes Pieter Son Bersyahadat

 

Di depan pengurus dan disaksikan puluhan jamaah Masjid Cut Mutia, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/01/2016), Yohanes Pieter Son berikrar mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pintu masuk menjadi seorang Muslim. Baca lebih lanjut

Pejuang Subuh Masjid Mujahidin Solo

image

Para pejuang subuh di Masjid Mujahidin di Banyuanyar, Kadipiro, kota Surakarta (Solo) tengah mendirikan shalat subuh berjamaah, Sabtu (26/12). Masjid Mujahidin merupakan salah satu masjid besar yang paling dekat dengan rumah Presiden Joko Widodo. Jumat (25/12) lalu, Jokowi shalat Jumat di sini.

Baca lebih lanjut

Persiapan Muslim Menyambut Kedatangan Hari Natal

Persiapan Muslim Menyambut Hari Natal 02

Menjelang tanggal 25 Desember (Hari Natal), tak sedikit diantara umat Islam yang merasa perlu melakukan ‘sikap toleransi’ dengan cara memberikan ucapan Selamat Natal kepada rekan sejawatnya yang beragama Nasrani.

Melalui video di bawah ini, saya ingin menyampaikan sebuah ekspresi dari hati berdasarkan pemahaman yang saya yakini untuk mengarahkan saudara-saudara sesama umat Islam tentang persiapan menyikapi kedatangan Hari Natal. Baca lebih lanjut

Doa Sesudah Wudhu

doa sesudah wudhu

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ  إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“ Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa: “ Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Dalam sebuah riwayat : “Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad hamba Allah dan utusannya” (HR. Muslim)

%d blogger menyukai ini: