Supermi, Mie Instan Pertama di Indonesia & Sejarah Industri Mie Instan


Supermi merupakan produk sekaligus merk mie instan pertama yang diproduksi di Indonesia pada tahun 1968. Merk Supermie pertama kali diproduksi oleh PT. Lima Satu Sankyu (selanjutnya berganti nama menjadi PT Supermi Indonesia).

Dua tahun kemudian, pada tahun 1970, pasar mie instan diramaikan dengan berdirinya PT. Sanmaru Food Manufacturing, salah satu anak perusahaan Jangkar Jati Group yang memproduksi mie instan merk Indomie. Selanjutnya, Salim Group melalui PT. Sarimi Asli Jaya tak ingin ketinggalan dengan memproduksi mie instan merk Sarimi di tahun 1982.

Sejak itulah, persaingan mie instan berlangsung sangat ketat. Mie instan merk Supermi, Indomie, dan Sarimi bersaing demi meraih pasar nomor satu. Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1984 Indofood (Salim Group) bergabung dengan Jangkar Jati Group dengan membentuk PT. Indofood Interna Corporation. Dan dua tahun kemudian, PT. Indofood Interna Corporation melalui anak perusahaannya PT. Lambang Insan Makmur mengambil alih PT. Supermie Indonesia di tahun 1986.

Ekspansi Salim Group dalam bisnis mie instan makin menggurita setelah mengambil alih seluruh saham Jangkar Jati Indonesia pada tahun 1992. Puncak dominasi Indofood ditandai dengan pencabutan produknya dari jaringan distributor PT. Wicaksana Overseas dan dialihkan ke Indomarco (Pebapan). Setelah tiga merk besar mie instan dikuasai Indofood, maka praktis industri mie instan seolah hanya milik Indofood.

Salah satu anak perusahaan Grup Salim yang berdiri tahun 1990, yaitu PT Panganjaya Inti Kusuma, pada awal Februari 1994 berubah nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur. Perusahaan ini kemudian menjadi cikal bakal Group Indofood yaitu sub-group dari Salim Group yang menggabungkan 18 perusahaan dari divisi industri makanan olahan group Salim maupun anak perusahaan Indofood Sukses Makmur lainnya. Penggabungan (merger) tersebut melibatkan 6 perusahaan yang memproduksi mie instan yaitu PT Sanmaru, PT Pangan Jaya Abadi, PT Karyapangan Inti Sejati, PT Lambang Insan Makmur dan PT Sarimie Asli Jaya. Sejumlah mie instan produksi Indofood yang beredar di pasar dengan merk Indomie, Supermie, Sarimie dan Popmie.

Pada tanggal 5 Februari 1994, Indofood mengubah nama menjadi PT. Indofood Sukses Makmur, yang awalnya perusahaan ini sendiri bernama PT. Panganjaya Intikusuma yang didirikan tanggal 14 AGustus 1990. Pendiri dan pemegang saham semula adalah Mr. Soetojo Koerniawan dan Mr. Herryjanto Setiadi. Pada Juni 1992, sebesar 51% saham perusahaan ini diambil alih oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa.

Pada era tahun 1990an, ada sejumlah merk mie instan lain seperti Mie ABC, Gaga Mie, dan Salam Mie. Namun merk-merk itu sama sekali tak mampu menggeser dominasi produk Indofood sampai pada kisaran awal tahun 2000an muncul merk Mie Sedaap dari Wings Group. Kemunculan Mie Sedaap ini sepertinya cukup membuat ketar ketir pihak Indofood. Dan persaingannya berlangsung sampai sekarang.

Ketatnya persaingan di dalam pasar mie instan, menjadikan penguasaan pasar oleh Grup Indofood melalui PT. Indofood Sukses Makmur dengan merk Indomie berkurang menjadi sekitar 77% dari sebelumnya 90%. Hal ini terutama disebabkan munculnya pesaing terbesarnya yaitu PT. Prakarsa Alam Segar (Group Wingsfood) dengan produknya Mie Sedaap yang berhasil merebut sebagian pasar Indofood. Pada tahun 2009, Wingsfood menguasai sekitar 12% pangsa pasar.

Saat ini praktis pasar mie instan hanya menjadi arena pertarungan antara Indomie (Grup Indofood) dengan Mie Sedaap (Grup Wings). Keduanya menguasai sekitar 89% dari seluruh pasar mie instan di Indonesia. Sementara sejumlah pemain lainnya memperebutkan sisa pangsa pasar yang sangat kecil hanya 11%.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon doakan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kami, dosa keluarga kami, dan memanjangkan umur kami dalam ketakwaan kepada-Nya. Mohon doakan juga supaya Allah selalu memberi kami rezeki yang halal, melimpah, mudah, dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: