Maling Makin Banyak Keliling, Warga Tambah Pusing


“Pencuri telah terorganisir diturunkan dari mobil untuk menyebar ke kampung2. Kejadian tadi malam jam 02.00 telah tertangkap orang mencurigakan tanpa identitas di Masjid Al Amin. Alhamdulillah tertangkap oleh RELAWAN KEAMANAN RW 2,” demikian bunyi pesan di aplikasi WhatsApp yang dikirim oleh ayah mertua saya ke istri saya sekitar pukul 04.00 WIB.

Ayah mertua saya merupakan ketua RT sekaligus takmir masjid Al Amin di kampung Banyuagung, Kadipiro, Solo. Kejadian tertangkapnya seorang terduga maling di area Masjid Al Amin tersebut tentu menjadi sebuah temuan sekalian bukti bahwa isu merebaknya kasus kejahatan dan tindak pidana khususnya pencurian di sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini ternyata bukan isapan jempol belaka.  Beruntung, terduga maling tersebut tak dihakimi massa. Oleh pak RW, Kapolsek setempat dikontak agar segera datang menjemput terduga maling tersebut untuk diamankan dan diadili.

Oleh warga, si terduga maling hanya sempat dilucuti bajunya. Tak ada penganiayaan dari warga terhadap terduga maling tersebut. Tak diketahui dari mana asal si terduga maling tersebut karena tak membawa identitas diri. Hanya saja menurut pengakuan yang diceritakan warga, terduga maling itu diturunkan dari mobil di tepi jalan besar yang berjarak sekitar 350 meter dari masjid. Atas dasar itulah kemudian warga menyimpulkan, pencuri terorganisir.

***

Kejadian yang diduga percobaan upaya maling di Banyuagung bukanlah yang pertama dan satu-satunya di Solo Raya. Sejumlah teman juga mengatakan, di daerahnya sudah ada upaya-upaya percobaan untuk maling. Seorang kawan saya ada yang rumahnya kedatangan maling yang sempat merusak gembok gerbang rumahnya. Kawan saya yang lain di Delanggu, Klaten bercerita, hampir tiap hari ronda mengejar maling yang tak berhasil tertangkap-tangkap. Di sejumlah group WhatsApp yang saya ikuti, makin banyak cerita teman-teman yang mengabga arkan berbagai kejadian upaya percobaan maling/perampokan dan kejahatan lainnya baik yang berhasil menggondol barang berharga atau yang masih gagal.

Di tengah situasi pandemi global virus Corona yang juga menyerang negeri ini, peningkatan tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan merupakan konsekuensi negatif yang sudah terprediksi banyak pihak. Situasi tersebut makin meningkat mengingat saat ini merupakan waktu menjelang lebaran. Sudah mafhum secara statistik, kejahatan umumnya meningkat di bulan-bulan puasa jelang lebaran dari sejak zaman dahulu. Wabah pandemik Corona sepertinya hanya menambah faktor peningkatan kejahatan.

Banyak kampung-kampung saat ini yang menutup gang-gang masuk lebih karena alasan darurat keamanan (baca: maling & kejahatan) daripada alasan darurat kesehatan (baca: corona). Sejumlah kampung membangun portal-portal yang dibuka tutup pada jam-jam tertentu. Tak sedikit kampung-kampung yang menerapkan one gate system (sistem satu pintu keluar masuk akses). Kegiatan ronda malam saat ini juga banyak digalakkan di kampung-kampung. Di kampung saya sendiri, sekitar pukul 00.00, warga yang rajin sudah membunyikan kentongan bambu sambil keliling ronda.

Banyak orang yang berpendapat situasi peningkatan kejahatan ini karena adanya kebijakan pembebasan para narapidana melalui program asimilasi sebagai bagian dari kebijakan pencegahan covid-19 yang dilakukan Kemenkumham. Saya tidak terlalu sepakat dengan pendapat tersebut sepenuhnya. Saat ini, ekonomi lesu bahkan sebagian orang usahanya mandeg. Sebelum corona datang, ekonomi sudah lesu, ditambah dengan adanya wabah corona.

Barangkali, ada yang mencuri karena butuh makan. Ada juga yang mungkin mencuri karena merasa tak punya keahlian selain mencuri. Ada yang karena kelur penjara, begitu sampai rumah, di rumahnya juga ngga ada yang bisa dimakan, akhirnya kembali maling lagi. Ada yang keluar penjara karena asimilasi, tapi ditolak oleh lingkungan. Kerja susah, saudara ogah, tetangga resah, akhirnya dia gelisah terpaksa kembali ke jalan yang jauh dari berkah.

Skenario lain, ada juga yang memang sejak awal merupakan professional maling. Situasi yang sepi (karena PSBB atau lockdown lokal) seperti saat ini menambah gairah mereka untuk mencuri.

Copet pun ikut-ikutan pindah profesi menjadi maling. Karena mereka biasa beroperasi di bus, sementara sekarang busnya kosong. Pengamen juga demikian. Biasanya mereka di bus-bus, mulai pindah ke lampu merah perempatan. Kalau mobil sepi, mengamen di jalan juga tak cukup menghasilkan uang. Mau masuk ke rumah-rumah kebanyakan kampung sudah me-lockdown- diri. Ketika mereka butuh makan, akhirnya terpaksa maling juga.

Jangan kaget juga kalau di sejumlah ATM yang biasanya sepi bisa menjadi tempat pangkalan baru para preman yang menyamar atau berubah profesi menjadi kang parkir. Masih mending kalau mereka mengambil duit parkir. Lha kalau malak orang yang keluar dari ATM? Gimana?

Intinya, kita harus lebih waspada & waskita terhadap sekeliling. Waspada dari maling. Waskita terhadap tetangga dan kerabat dekat tentang kehidupan mereka saat ini. Apakah mereka masih bisa makan hari ini? Bagaimana dengan besok hari? Kalau lusa bagaimana? Selain PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), maka kita harus juga menggerakkan KSBB (Kesetiakawanan Sosial Berskala Besar) atau Kolaborasi Sosial Berskala Besar.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon doakan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kami, dosa keluarga kami, dan memanjangkan umur kami dalam ketakwaan kepada-Nya. Mohon doakan juga supaya Allah selalu memberi kami rezeki yang halal, melimpah, mudah, dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: