Belajar Kepemimpinan dari Menggembala Kambing

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ » . فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ « نَعَمْ كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لأَهْلِ مَكَّةَ »

Tidak ada Nabi kecuali pernah menjadi penggembala kambing.” Mereka para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Iya, saya telah menggembala dengan imbalan beberapa qirath (mata uang dinar, pen.) dari penduduk Mekah.” (HR. Bukhari, no. 2262)

*** Baca lebih lanjut

Banyak Pelajaran Dari Beribadah di Rumah

Aktivitas Ramadhan sangat identik dengan aktivitas di masjid. Setelah santap sahur, umat Islam terbiasa berduyun-duyun ke masjid usai sahur untuk shalat subuh jamaah. Usai shalat subuh, di masjid-masjid biasa diadakan kuliah subuh atau kultum subuh. Seusai kultum subuh, di sebagian masjid, tak sedikit orang-orang yang melanjutkan aktivitas dengan membaca Al Quran atau zikir sampai waktu terbitnya matahari (syuruq) dan ditutup dengan shalat sunnah syuruq.

Bergeser ke siang, usai shalat dzuhur berjamaah, di mushola atau masjid kantor-kantor (khususnya di Jakarta yang rutin saya alami pada tahun-tahun sebelumnya) juga diselenggarakan kultum atau tausiyah. Sore hari menjelang beduk Maghrib, diselenggarakan kembali tausiyah ngabuburit menjelang buka puasa di sejumlah masjid. Malam harinya, setelah shalat Isya’, nyaris tak ada masjid yang tidak menyelenggarakan shalat tarawih berjamaah yang kemudiaan dilanjutkan dengan kegiatan tadarus atau semakan Al Quran. Baca lebih lanjut

Saat Suasana Ramadhan Tak Biasa

Bangun sekitar pukul 03.20 WIB, kami langsung bersiap makan sahur untuk menunaikan puasa Ramadhan hari pertama pada tahun 1441 H. Kami menyantap nasi soto yang telah dihangatkan. Tak lupa minum madu dan buah sebagai penambah daya dan vitamin.
 
Suasana malam pertama Ramadhan tahun ini saya rasakan berbeda dari suasana Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya. Masjid-masjid di sekitar rumah meniadakan shalat sunnah tarawih, kegiatan buka puasa bersama, meliburkan TPA, meniadakan tadarus Quran, dan sejumlah kegiatan-kegiatan lain yang kerap menjadi ciri khas kesemarakan bulan Ramadhan. Semua kesemarakan Ramadhan tahun ini seakan-akan hilang menyusul datangnya wabah pandemik virus Corona.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: