Carilah Masjid, Banyak Saudaramu Di Sana


Ketika salah seorang kerabat yang saya panggil pakdhe Tulus hendak pergi keJakarta dengan niat hijrah untuk bekerja mencari rezeki, ayahnya berpesan,”Solo adalah bumi Allah. Jakarta juga bumi Allah. Kemana saja kamu pergi merantau, carilah masjid, di sana akan kamu akan ketemu saudaramu (kowe akan nemu akeh sedulur).”

Pesan singkat “carilah masjid, di sana akan kamu akan ketemu saudaramu” dari sang ayah ternyata sangat melekat dan benar-benar dipegangnya kuat-kuat. Begitu pakdhe sampai dan menetap di Jakarta, ia berusaha rutin ke masjid. Tak hanya itu, ia berusaha bersikap ramah dan senyum kepada jamaah masjid.

Suatu saat ketika sedang di masjid, ia benar-benar sedang sangat lapar sementara ia sedang tak memiliki cukup uang. Secara tiba-tiba, tangannya langsung dipegang ditarik oleh seseorang yang belakangan merupakan salah seorang ustadz pengurus masjid. Pakdhe diajak makan ayam ingkung berjamaah. Bagai rejeki nomplok yang sedang diharap-harapkan, pakdhe pun singkat kata memakan daging ayam itu hingga merasa cukup kenyang.

Seusai makan, kemudian pakdhe banyak mengobrol dengan pengurus masjid itu. Mungkin karena pakdhe bisa membaca al Quran atau entah karena apa, pakdhe pun ditawari ikut menjadi guru Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Tawaran itu ia sanggupi sebisanya. Belakangan setelah cukup lama aktif di masjid itu, pakdhe memperoleh banyak rezeki yang tak disangka-sangka dari situ. Ia pun akrab dengan ustadz pengurus masjid tersebut selayaknya saudara se-muslim. Berawal dari situ, teman-teman pakdhe pun berkembang dan bertambah luas. Pakdhe merasa semua kawan-kawannya seperti saudara. Mereka disatukan melalui masjid.

“Pesan bapak itu saya pegang dan laksanakan betul-betul. Alhamdulillah, ternyata berkahnya luar biasa. Saya banyak menemukan saudara di masjid,” kata pakdhe saat saya dan istri bersilaturahmi lebaran di rumah orangtuanya di Tinawas, Rembun, Boyolali.

Pakdhe Tulus sendiri dengan saya memiliki hubungan kekerabatan dimana nasab kami bertemu pada simbah buyut saya yang bernama Abdul Hamid. Saya memiliki nenek dari garis ibu. Nenek saya itu memiliki kakak perempuan kandung. Saya menyebutnya mbah Im. Suaminya bernama Slamet. Mbah Slamet sudah meninggal sedangkan mbah Im masih hidup.

“Sesungguhnya Allah subhanallahu wa ta’ala akan berkata nanti pada hari kiamat: ‘Dimanakah orang-orang yang menjalin persaudaraan karena-Ku, maka pada hari ini Aku akan menaunginya pada hari dimana tidak ada sebuah naungan kecuali hanya naungan-Ku’.” (HR. Muslim)

Firman Allah ta’ala:

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْداءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْواناً

 

Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara (Ali Imran: 103).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, konteks ayat ini dikaitkan dengan keadaan kabilah Aus dan kabilah Khazraj yang semula sering terjadi peperangan berkepanjangan diantara keduanya di masa jahiliah. Namun begitu Islam datang dan masuk Islamlah sebagian orang di antara mereka, maka jadilah mereka sebagai saudara yang saling mengasihi berkat keagungan Allah. Mereka dipersatukan oleh agama Allah dan saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan.

 

هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعاً مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَلكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ

Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin, dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. (Al-Anfal: 62-63)

(Selama sepekan liburan lebaran kemarin (1438H), saya banyak memperoleh pelajaran dari hasil silaturahmi ke sana ke mari. Ini adalah pelajaran seri #4 yang saya peroleh pada hari ke-2 Lebaran Idul Fitri, mencari pekerjaan yang menambah keimanan dan ketakwaan)

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon doakan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kami, dosa keluarga kami, dan memanjangkan umur kami dalam ketakwaan kepada-Nya. Mohon doakan juga supaya Allah selalu memberi kami rezeki yang halal, melimpah, mudah, dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Iklan

2 Tanggapan

  1. back to masjid. Kamu khan suka buat gerakan. Buat aja itu. hehehehe…

    • golek masjid basecampnya dulu mas. Ra gampang ternyata membangun masjid scr bersama2 dg orangnya. Banyak isi kepala yg beda2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: