Carilah Pekerjaan yang Meningkatkan Iman


Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada malam takbiran Idul Fitri tahun ini (1438 H), orangtua menggelar halal bi halal sederhana di rumah. Seluruh anak-anaknya datang. Saya datang bersama istri dan anak saya yang baru umur 2 tahun. Sedangkan adik saya satu-satunya yang tinggal serumah dengan orangtua secara otomatis juga hadir.

Dalam salah satu poin pembukaan bapak, beliau menyampaikan rasa senang karena adik saya lebih memilih comeback pulang ke Solo. Semula, adik saya ambil kerja di Bandung. Setelah kurang lebih 1 tahun bekerja di Bandung dengan gaji yang cukup, ia memutuskan kembali ke Solo dengan menerima pekerjaan dengan gaji yang lebih sedikit.

Kembalinya adik saya ke Solo dari Bandung itu sebenarnya bukanlah poin utama yang membuat bapak senang. Hal utama yang membuat beliau senang, tempat kerja adik saya di Solo dipandang bapak lebih memiliki ruh agama yang terasa. Hal itu berbeda dengan lingkungan kerja dan tempat tinggal adik saya selama di Bandung. Oleh bapak saya, suasana di Bandung dianggap kering dan gersang serta riskan mengikis keimanan.

Pandangan bapak tersebut didasarkan atas observasi langsung yang dilakukan beliau dan ibu saat di Bandung. Walaupun tinggal nge-kos di rumah kakak dari nenek saya dari jalur ibu (mbahdhe), orangtua saya tak melihat ada aktivitas keislaman kental di lingkungan kos maupun tempat tinggal. Misalnya, orangtua tak mendengar ada teman-teman kos adik saya yang ngaji Al Quran atau yang pergi ke masjid saat waktu shalat.

Sementara berdasarkan hasil obrolan orangtua dengan adik saya seputar lingkungan kerja di kantornya, oleh bapak disimpulkan suasananya gersang dari kegiatan keislaman. Hal itu berbeda dengan suasana kantor tempat saya bekerja di Jakarta. Di kantor saya, ada mushola yang makmur, ada kegiatan kultum, ada kegiatan perayaan hari besar Islam (PHBI), bahkan ada kegiatan i’tikaf Ramadhan dan kurban di hari Idul Adha. Dikarenakan hal itulah orangtua kami sempat mengkhawatirkan ke-istiqomah-an adik saya. Kekhawatiran itu makin besar setelah jalan-jalan keliling Bandung, orangtua saya banyak melihat remaja-remaja dan pemuda-pemudi Bandung yang kehidupannya cenderung hedon.

Begitu adik saya kembali ke Solo, suasana tempat kerjanya sedikit berbeda dengan saat di Bandung. Di Solo, tempat kerjanya dekat dengan masjid. Kawan-kawannya juga masih saling mengingatkan shalat. Dan lingkungan rumah tempat tinggal di Solo sangat basah dengan sisi keislaman yang kental. Karena tinggal serumah dengan orangtua, maka reminder adik saya langsung dari mereka.

Bapak sekarang merasa senang Zidni (nama adik saya) kembali ke Solo karena saya lihat di Bandung itu suasana sangat kering dan gersang. Beda dengan di sini. Lingkungan rumah dan kerja sangat Islami. Tempat kajian banyak dijumpai. Sebenarnya inti pesan bapak, kalau bisa dalam mencari pekerjaan atau tempat kerja, carilah tempat yang bisa membawa pengaruh agama syukur-syukur untuk peningkatan kadar keimanan,” demikian kurang lebih pesan bapak kami di halal bi halal keluarga.

“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul- Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,” (At-Taubah: 105).

(Selama sepekan liburan lebaran kemarin (1438H), saya banyak memperoleh pelajaran dari hasil silaturahmi ke sana ke mari. Ini adalah pelajaran seri #3 yang saya peroleh pada hari ke-1 Lebaran Idul Fitri, mencari pekerjaan yang menambah keimanan dan ketakwaan)

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon doakan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kami, dosa keluarga kami, dan memanjangkan umur kami dalam ketakwaan kepada-Nya. Mohon doakan juga supaya Allah selalu memberi kami rezeki yang halal, melimpah, mudah, dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Iklan

2 Tanggapan

  1. koq ga mampir ke tempatku mas fik

  2. Bagus kak artikelnya,,,oiya kak ada info menarik Jasa Pembuatan Aplikasi Android Webview dan Upload Ke Google Play Store https://app.arkinar.co.id/ siapa tau https://ahmedfikreatif.wordpress.com mau dibikin APK…INDAHNYA BERBAGI….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: