Menggelar Halal Bi Halal Keluarga di Surga


Menggelar Halal Bi Halal Keluarga di Surga

Berkumpul pada malam takbiran sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami jika bulan Ramadhan telah berakhir dan lebaran Idul Fitri telah datang. Orang-orang sekarang menyebutnya dengan halal bi halal. Pada momen ini, sesama anggota keluarga saling bermaaf-maafan dan menyampaikan opini masing-masing. Selain itu, pertemuan itu juga menjadi momen muhasabah dan doa agar seluruh ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan diterima Allah ta’ala. Kebiasaan itu seingat saya sudah berlangsung sejak saya SMP.

Pada malam takbiran Idul Fitri 1438 H ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami se-keluarga kembali berkumpul di rumah orangtua di Sukoharjo. Saya datang bersama istri dan anak saya yang baru umur 2 tahun. Selain itu ada adik saya dan tentu saja bapak dan ibu. Lengkap.

Sebagai pendahuluan sebelum acara bermaaf-maafan, bapak membuka dan mengawali dengan menyampaikan tausiyah. Walau tak secara tegas menyebut tema, tapi pesan yang saya terima sangat jelas, yaitu mengikhtiarkan masuk surga secara bersama-sama seluruh keluarga. Mudah diucapkan tapi ngga mudah direalisasikan.

Bapak hanya bisa mengingatkan agar kita saling tolong menolong dalam kebaikan. Kita berdoa agar Allah menerima seluruh amal shaleh kita, khususnya selama bulan Ramadhan. Menerima sholat kita, puasa kita, bacaan Quran kita, sedekah kita, zakat kita, i’tikaf kita, dan ibadah-ibadah kita yang lain. Selanjutnya mari kita semua saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan agar suasana seperti ini bisa dinikmati juga di surga kelak sehingga seluruh keluarga masuk ke surga semua. Amiin.”

Pesan bapak mirip dengan pesan ceramah yang disampaikan saudara Galih di Masjid Subulussaman, Komplang, Kadipiro, Solo pada kultum ba’da subuh tanggal 21 Ramadhan 1438 H. Mengutip tausiyah dari ustadz Bachtiar Nashir, ia mengingatkan keluarga Muslim agar membiasakan di keluarga untuk saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih neraka karena diceritakan bahwa suatu saat penghuni surga saling bercengkrama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab, “Bagaimana keluarga kalian dulu? Bagaimana bisa masuk surga?” Jawabnya seragam; “Kami bisa masuk surga karena dulu di dunia, di keluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih Neraka.”

Demikianlah Allah ta’ala mengingatkan; “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka.” (At Tahrim: 6).

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ (25) قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ (26) فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ (27)

Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya. Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. (At Tuur (49): 25-27)

(Selama sepekan liburan lebaran kemarin (1438H), saya banyak memperoleh pelajaran dari hasil silaturahmi ke sana ke mari. Ini adalah pelajaran seri #1 yang saya peroleh pada hari ke-1 Lebaran Idul Fitri, menggelar halal bi halal keluarga di surga)

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon doakan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kami, dosa keluarga kami, dan memanjangkan umur kami dalam ketakwaan kepada-Nya. Mohon doakan juga supaya Allah selalu memberi kami rezeki yang halal, melimpah, mudah, dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: