If It Is a Destiny, It Will Never Flee


Tampilan Akun Facebook Putri

Tampilan Akun Facebook Putri

Seperti biasa, menjelang akhir pekan setiap Jumat, saya pulang ke kota Solo naik kereta. Mengunjungi anak dan istri. Bedanya, jika biasanya KA Progo, tetapi kali ini KA Brantas relasi Pasar Senen-Kediri yang menemani perjalanan.

Sekira pukul 16.00 WIB tepat, KA Brantas mulai melaju meninggalkan Stasiun Pasar Senen. Saya duduk di gerbong 6 kursi 21B bareng-bareng sedulur PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad). Sebelah kiri saya, Bu Nunuk dari Gemolong sedangkan kanan saya, Mas Danang dari Solo. Sementara 2 kursi di depan saya ditempati mba Vina dari Madiun dan mas Adi dari Wonogiri. Kita berlima duduk di kursi 21ABC dan 22AB. Sedangkan kondisi kursi lainnya, seperti kursi 23DE ditempati sepasang suami istri. Lalu di depannya, kursi 24 D ditempati seorang pria paruh baya dan kursi 24E diduduki seorang gadis jilbab hitam dengan baju gamis bermotif bunga.

Sekira tiga jam waktu berjalan, KA Brantas sampai di Stasiun Cirebon Prujakan. Kami turun dari kereta sekedar meluruskan badan. Begitu juga si mbak jilbab hitam bergamis motif bunga. Saya dengan sedulur lainnya mengambil foto-foto di stasiun, si mbak jilbab hitam bergamis motif bunga nampak sibuk bertelepon dengan tablet. Sebagian penumpang lainnya ada yang merokok atau beli makan malam.

Beberapa menit berhenti di Stasiun Cirebon Prujakan, perjalanan KA Brantas pun dilanjutkan. Saya perhatikan si mbak jilbab hitam belum memasukkan makanan apapun ke dalam mulutnya sejak berangkat dari Pasar Senen. Hanya teh kotak yang saya lihat dia minum. Padahal perjalanannya masih jauh dan lama. Saya sempat mendengar percakapannya dengan penumpang sebelahnya, tujuannya adalah Jombang, Jawa Timur. Tanpa banyak pikir, saya berinisiatif memesankan nasi mangut ke mas Adi, anggota PJKA yang ditunjuk sebagai koordinator yang membeli nasi mangut di Stasiun Tegal. Perkara nanti mbak jilbab hitam mau menerima syukur, kalau pun tidak ya tak mengapa. Masih bisa saya bawa pulang.

Nasi mangut sendiri dijual di warung dekat Stasiun Tegal. Harganya dijual Rp10.000. Dengan harga segitu, kami sudah memperoleh menu nasi dalam jumlah banyak, sayur tempe, sambal, dan ikan laut yang diasap, serta seplastik teh manis panas. Biasanya, rombongan PJKA memesan nasi mangut via sms atau telepon. Serah terima dilakukan di pintu masuk/keluar stasiun Tegal.

Singkat waktu, setelah kereta sampai di Stasiun Tegal, kami berikan sebungkus nasi mangut untuk si mbak berjilbab. Mas Adi yang memberikan. “Owh, terima kasih mas…,” katanya. Hanya ini kalimat yang keluar darinya selama perjalanan.

Pukul 02.20 WIB, kereta Brantas sampai Solo Jebres. Saya turun sedangkan mbak jilbab hitam masih melanjutkan perjalanannya ke Jombang. Masih butuh beberapa jam untuk sampai tujuannya. Kami belum sempat kenalan atau sekedar ingin saling tahu nama masing-masing. Apalagi nomor telepon atau WA nya. Dalam hati saya, pertemuan ini hanya seperti pertemuan biasa antar penumpang. Ketemu di kereta, usai sampai tujuan, masing-masing kembali berjalan seperti sedia kala.

***

Tapi ternyata, takdir Allah berkata lain. Ada sebuah quote yang diklaim dari Umar bin Khattab RA, if something is meant to go elsewhere, it will never come your way, but if it is yours by destiny, from you it cannot flee. Sabtu pagi sekira pukul 07.30 WIB, ada sebuah akun dengan nama Putri menulis komentar pada salah postingan foto saya di Facebook. Selidik punya selidik, akun dengan nama Putri itu ternyata adalah si gadis berjilbab hitam yang saya temui di KA Brantas semalam.

“Asalamualaikum mas terima kasih ya makanannya semalam dkreta dan terima kasih untuk mba nya kmrin untuk makanannya juga 😊,” tulisnya di kolom komentar Facebook saya.

If It Is a Destiny, It Will Never Flee

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jika Anda merasa website ini bermanfaat, mohon doakan supaya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kami, dosa keluarga kami, dan memanjangkan umur kami dalam ketakwaan kepada-Nya. Mohon doakan juga supaya Allah selalu memberi kami rezeki yang halal, melimpah, mudah, dan berkah, penuh kesehatan dan waktu luang, supaya kami dapat memperbanyak amal shalih dengannya sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya [sesama muslim] tanpa sepengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim No. 4912)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: