Prof. Achmad Baiquni, MSc., Ph.D, Cendekia Lulusan Sekolah Agama


achmad-baiquni

Prof. Achmad Baiquni, MSc., Ph.D

CENDEKIA LULUSAN SEKOLAH AGAMA

Namanya cendekia ini Achmad Baiquni. Ia lahir di Solo, 31 Agustus 1923. Menurut salah satu sumber, ia merupakan salah satu keturunan Kiai Abdul Jalal I, orang yang membuka tanah perdikan di Kalioso, Boyolali, yang juga diklaim sebagai trah-nya Jokowi. Baiquni dikenal sebagai fisikawan atom pertama di Indonesia. Termasuk dalam jajaran ilmuwan fisika atom internasional yang dihormati.

Sewaktu kecil setelah lulus bangku sekolah dasar, ia melanjutkan menuntut ilmu agama di madrasah tinggi Mamba’ul Ulum, madrasah yang didirikan Paku Buwono X, raja Kraton Kasunanan Surakarta. Di situ, Baiquni satu kelas dengan Munawir Sjadzali, mantan Menteri Agama.

Selepas dari Mamba’ul Ulum, ia melanjutkan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia di Bandung (sekarang jadi ITB). Lulus dengan predikat Cumlaude dari kampus itu tahun 1952, ia kemudian mengajar di UGM Yogyakarta. Ia juga sempat mengajar sebagai guru di Madrasah Sunniyah, Keprabon, Solo. Baiquni menikah dengan Sri Hartati dan dikaruniai 6 orang anak, 5 putra dan 1 putri.

Pada tahun 1950, ilmu fisika atom masih menjadi monopoli Amerika Serikat yang lima tahun sebelumnya menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Baru pada tahun 1954, Presiden Eisenhower mengizinkan fisika atom diajarkan secara terbuka di perguruan tinggi. Baiquni pun memperdalam ilmu fisikanya di Amerika Serikat.

Pada tahun 1955, Baiquni melanjutkan sekolah di School of Nuclear Science and Engineering Argonne. Kemudian, ia melanjutkan di Universitas Chicago, mengambil jurusan Fisika Nuklir. Di Universitas inilah, pada 1964, ia meraih Ph.D.nya.

Sepulangnya ke tanah air, Achmad Baiquni kembali mengajar di UGM Yogyakarta. Pada tahun 1973, Achmad Baiquni ditunjuk menjadi Dirjen BATAN Jakarta hingga tahun 1984. Selain itu ia juga pernah menjadi Dubes Indonesia untuk Swedia (1985-1988), Rektor UNAS, dan dosen IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Dewan Kurator di Universitas Islam Asy Syafi’iyah.

Di dunia internasional, Achmad Baiquni merupakan anggota International Centre for Theoretical Physics yang berpusat di Trieste, Italia, yaitu sebuah lembaga penelitian internasional di bidang ilmu fisika dan matematika yang beroperasi di bawah perjanjian antara Pemerintah Italia, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang didirikan oleh penerima Nobel Fisika, Mohammad Abdus Salam. Baiquni juga salah seorang anggota pendiri Islamic Academy of Science di Amman, Yordania.

Prof. Achmad Baiquni, MSc., Ph.D merupakan salah satu contoh cendekia produk sekolah agama. Ia meninggal pada 21 Desember 1998 pada usia 75 tahun dan dimakamkan di Tonjong, Bogor.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: