Anak Membawa Rejeki


“Allah menjadikan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istrimu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik.” (Qs. an-Nahl: 72)

Di Indonesia, tanah Jawa khususnya, lebaran merupakan hari yang identik dengan kegiatan silaturahmi dan bermaaf-maafan. Saling memaafkan antar saudara, kerabat, keluarga, tetangga, hingga kolega. Tradisi di hari raya Idul Fitri ini sudah menjadi adat kebiasaan turun temurun dari dahulu hingga sekarang, dari orang tua hingga anak yang masih bayi.

Kegiatan silaturahmi di hari fitri ini juga identik dengan momen berbagi rezeki. Orang-orang dewasa yang sudah bekerja berbagi sebagian rezekinya kepada anak-anak usia-usia SD ke bawah. Dengan beraneka ragam motivasi, berbagi rezeki itu ternyata sudah menjadi tradisi yang seringkali ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Ada yang menyebutnya fitrah, thr, amplop, atau angpao.

Kemarin, salah seorang kawan saya bercerita, anaknya yang masih usia balita “berhasil” memperoleh uang nyaris mendekati Rp1.000.000 (satu juta rupiah). _Angpao_ sebanyak itu diperoleh buah hatinya setelah berkeliling silaturahmi selama 4 hari keluar masuk rumah tetangga dan famili.

Tak beda jauh dengan anak kawan saya, anak saya sendiri juga “berhasil” mengumpulkan rezeki yang “lumayan”. Anak saya yang baru lewat usia 1 tahun lebih sedikit, menurut hitungan ibunya, berhasil mengumpulkan sebanyak Rp785.000 (tujuh ratus delapan puluh lima ribu rupiah) selama 3 hari kami ajak bersilaturahmi ke sejumlah kerabat famili.

Anak saya dan anak kawan saya yang belum sepenuhnya memahami uang ternyata mampu memberikan rezeki “yang lumayan” 🙂. Dengan perhitungan pendekatan matematika kapitalis, seandainya saja saya memiliki 5 orang anak, maka barangkali rezeki yang diperoleh melalui anak-anak saya mencapai Rp4-5juta. Hehehe. Sepertinya ungkapan *banyak anak banyak rezeki* terbukti dalam kasus ini.

Jadi, berapa banyak angpao yang diterima putra-putrimu, sob?

Iklan

6 Tanggapan

  1. Dekbay blm dpt angpao sob

    • debay mu?

      • Iya om

  2. Pernah kejadian, seorang teman suami bilang ke suami, agar jangan datang ke rumahnya dulu karena lagi ga punya uang (wkt itu jg lebaran). Sejak saat itu niatnya silaturahmi malah jadi ragu2, takut kalau merepotkan tuan rumah…. secara anakku ada 3….
    Sejak saat itu pula, kalau mau silaturahmi ke rumah beliau, anak2 saya titipkan tetangga…

    • serius tuh mbak?

      hehehe. temen suaminya sampe segitunya…..
      😀

    • sampai segitunya temen suaminya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: