Laporkan Gratifikasi, Orang Ini Contoh PNS Teladan & Langka


Luthfi Assadad 3

Teman saya ini barangkali merupakan PNS (sekarang katanya disebut sebagai ASN atau kependekan dari Aparatur Sipil Negara) langka yang sangat layak untuk diteladani. Saat ini ia menjadi PNS di Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LPP-MPHP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Beberapa waktu lalu, saat Ramadhan menjelang akhir, ada sebuah paket kado tertutup terletak di meja kerjanya. Setelah bertanya kiri-kanan, temen saya itu baru mengetahui bahwa yang meletakkan kado itu adalah salah seorang staf Tata Usaha di kantornya yang menerima dari seorang kurir. Kado itu ditujukan kepada teman saya ini.

Setelah kado dibuka, temen saya ini baru mengetahui pengirimnya adalah salah satu Laboratorium Medcheck yang boleh dibilang menjadi mitra rekanan kantor tempatnya bekerja. Setiap tahun, kantornya mengirim pegawai untuk melakukan medical check up ke klinik laboratorium itu.

Menyadari bahwa kado yang diterimanya adalah sebuah gratifikasi, ia langsung melaporkan kado yang diterimanya itu melalui UPG KKP Online. Niatnya agar status gratifikasinya clear. Isi paket kado itu hanya selembar kain batik merek Margaria Batik.

Pada Selasa siang (12/07/2016) sekitar pukul 11.26 WIB, sebuah surat elektronik (email) dari Unit Pengendalian Gratifikasi KKP masuk di inbox emailnya. Isi emailnya, berdasarkan hasil revieu UPG KKP, penerimaan kado yang dilaporkan temen saya ini dikategorikan sebagai *gratifikasi yang dianggap suap*. Oleh karenanya, laporan akan diteruskan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ditetapkan status gratifikasinya. Selanjutnya, ia diminta agar menyimpan Benda Gratifikasi yang dilaporkannya hingga status gratifikasinya ditetapkan oleh KPK.

****

Teman saya ini hanya orang ndeso. Orang tuanya berasal dari Ngawi (Jawa Timur), tetapi ia numpang lahir di Muarateweh (Kalimantan Tengah) pada 21 November 1985.

Saya mengenalnya dekat saat kami sekolah di SMA Al Islam 1 Surakarta, saat duduk di kelas 3 IPA 1. Saat itu, dialah yang mengenalkan saya dengan konsep bisnis multi-level-marketing. MLM Ahad-Net yang diperkenalkannya saat itu. Di SMA inilah, kami senantiasa diingatkan agar menjauhi korupsi oleh guru-guru kami. Lulus dari SMA, karena tergolong siswa cerdas, ia diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK).

Usai menempuh 5 tahun pendidikan di IPB hingga lulus, ia sempat bekerja di PT. ExsaMap Asia sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2009. Saat ini ia tinggal bersama keluarganya di Bantul, sesuai tugas dinas penempatan yang diamanahkan kepadanya. Nama temen saya itu, *Luthfi Assadad.* Sejujurnya, saya bangga memiliki teman seperti dia. Saya bangga pernah mengenalnya dekat.

Screen shoot hasil laporan UPG KKP

Screen shoot hasil laporan UPG KKP

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: