Arya, Rookie of The Year #PejuangPJKA


Arya Fauzi

Arya Fauzi

This is Arya. Bisa dibilang, ia merupakan Rookie of The Year di jagad komunitas Pejuang PJKA. Pasalnya, kalau ada sosoknya, gerbong kereta selalu ramai dengan cerita, canda, hingga cerca. Dengan tampang tampak ndeso dan jauh dari kekinian, hampir semua rekan pejuang PJKA terangsang untuk tak ragu-ragu mem-bully jika ia ada di tengah-tengah mereka.

Walau telah menjelma sebagai Rookie of The Year, tak banyak Pejuang PJKA yang tahu latar belakang detail hidupnya. Ini terjadi bukan karena ia terlahir dari batu atau hasil download di internet yang kemudian diekstrak file lalu disimpan di sub folder lengkap dengan password sehingga hanya Tuhan Yang Tahu. Tapi lebih karena ia sosok sederhana yang mengingatkan saya dengan Tukul Arwana.

Terlahir sebagai anak pertama, sebenarnya orangtuanya tak menginginkannya sebagai anak bungsu. Namun ia dikenal sebagai orang yang baik, terbukti selama hidupnya ia tak pernah bertengkar dengan kakak-kakaknya. Pria Muka Tanpa Selera ini juga dikenal gemar infak dan sedekah, khususnya kepada istri satu-satunya dan anaknya. Kebaikannya juga terciprat kepada rekan-rekan Pejuang PJKA saat ia membagi-bagikan puluhan kaos biru ‘My Train, My Adventure’ secara gratis.

Arya bagi-bagi kaos

Arya bagi-bagi kaos

Banyak yang meragukan dan tak percaya, Arya merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM). Beberapa rekan menyebut, pasti UGM telah salah saat melakukan seleksi. Sementara menurut Catur, Pejuang PJKA yang dikenal sebagai Juragan Prameks, UGM tidak salah menerima mahasiswa seperti Arya. Namun Catur curiga, sumbangan Arya ke UGM tak kurang dari Rp50juta sehingga membuatnya bisa diterima di jurusan Administrasi Negara UGM angkatan 2006.

Lulusan SMA 2 Surakarta ini memiliki seorang istri sholehah yang senantiasa bersabar karena dinikahi oleh Arya. Sang istri berasal dari Jatipuro, Wonogiri. Keduanya pertama kali berkenalan dari situs jejaring sosial Facebook. Saya curiga, awalnya kemungkinan Arya memasang foto profil orang lain sehingga istrinya dululah yang nge-add Arya. Setelah beberapa lama cuap-cuap di Facebook, keduanya sepakat prikitiew untuk bertemu kopi darat di Pusat Grosir Solo, sebuah tempat yang jauh dari romantis. Tapi saya bisa memahami kenapa tempat ini dipilih istri Arya saat itu. Ada kemungkinan, istri Arya khawatir, kalau Arya adalah bagian dari sindikat penipu di Facebook. Maka pemilihan lokasi kopdar di PGS dianggap tepat untuk mengantisipasi jika Arya berencana berbuat macam-macam, maka sang istri bisa segera minta bantuan orang-orang di sekitarnya. Belakangan, wanita yang ditemuinya di PGS itu telah menjadi istri sah dan melahirkan anak hasil perbuatan cinta mereka berdua.

Lika-liku perjalanan Arya di dunia pekerjaan tak kalah seru. Mengawali kerja sebagai broker kain di PGS, ia melanjutkan karir dengan bergabung pada kontraktor rel kereta. Merasa masa depannya suram, ia pindah ke PT. Pharos yang biasa menjual obat-obatan, khususnya obat kuat. Sudah satu setengah tahun ia ada di Pharos, namun ia merencanakan pindah ke tempat lain.

Arya di Prameks

Arya di Prameks

Di balik kesederhaan Arya, ternyata tersimpan kerumitan dalam hidupnya. Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, semoga kesuksesan bisa tercapai di masa depan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Arya selama ini dan ke depannya. Amin.

Iklan

3 Tanggapan

  1. tetep semangat gan 🙂

  2. Akhirnya gosip itu benar adanya…selamat mas arya sudah ikut bagian keluarga PJKA.. hohohoo

  3. Mas arya juozzz guandozzz 👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: