Kongres Perempuan Indonesia & Hari Ibu Nasional


Kongress Perempuan Indonesia I

Hari Ibu Nasional

Tujuh puluh delapan tahun lalu, di Pendopo Dalem Jayadipuran, Yogyakarta, milik RT Joyodipoero, berlangsung kongres yang dihadiri para ibu dari berbagai penjuru nusantara. Dimulai pada 22 Desember berakhir pada 25 Desember 1928. Para ibu itu berbincang dan tak jarang bersilang pendapat akan nasib mereka dalam hal pendidikan hingga perkawinan.

Sekitar 600 orang kaum ibu menghadiri Kongres, lebih dari setengahnya merupakan anggota Aisyiah. Selain Aisyiah, Kongres dihadiri juga oleh para aktivis ibu-ibu dari Jong Islameten Bond, Putri Indonesia, Wanito Tomo, dan Wanito Muljo.

Banyak rekomendasi-rekomendasi hasil Kongres yang dikeluarkan. Diantara rekomendasi itu antara lain, tuntutan untuk bangkit dari ketertindasan dominasi kaum pria, keinginan untuk cerdas dengan membuka sekolah-sekolah bagi kaum qanita, serta tetap bermartabat sesuai jati diri fitrahnya.

Dua puluh lima tahun setelah pelaksanaan Kongres, Presiden Soekarno menerbitkan Dekrit Presiden No.316 Tahun 1953 yang menetapkan Hari Ibu Nasional jatuh pada 22 Desember.

Saat ini, semua tuntutan itu sudah terwujud. Namun semangat mengembalikan peran para ibu harus senantiasa diupdate sesuai kondisi kekinian. Sebagaimana ungkapan Arab, “al ummu madrasatul ula. Idza a’dadtaha a’dadta sya’ban thoyyibal a’raq”. Ibu merupakan sekolah paling dasar, bila engkau mempersiapkannya, engkau telah mempersiapkan fondasi generasi terbaik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: