Mubazir


Mubazir

Mubazir

Di pojok ruang, saya melihat ada paha ayam goreng yang masih setengah utuh di atas piring di lantai. Kalimat pertama yang terlintas di pikiran saya, “sayang sekali makanan ini kok dibuang.” Sementara di belahan dunia lain, masih banyak manusia yang hidup dalam keadaan kelaparan. Hanya untuk makan sehari-hari saja, mereka tak mampu dengan berbagai macam alasan. Sebagian karena paceklik, sebagian karena perang, sebagian karena kemiskinan.

Jika melihat hal seperti ini, barangkali orang-orang tua dulu akan mengatakan bahwa ini adalah perbuatan yang mubazir. Menurut kbbi, mubazir/mu·ba·zir/ memiliki beberapa arti antara lain: 1 a menjadi sia-sia atau tidak berguna; terbuang-buang (karena berlebihan); a berlebih(an); 3a bersifat memboroskan; berlebihan; 4 n orang yang berlaku boros; pemboros;

Sementara menurut istilah Islam, mubazir artinya adalah pelaku tabdzir. Menurut Al-Mawardi, makna Tabdzir adalah: menghambur-hamburkan, yang menghabiskan harta. Abu Ubaidah mengatakan, “Orang yang mubadzir adalah orang yang berlebihan, yang menghabiskan, dan menghancurkan harta,” (Tafsir Zadul Masir, 3:20). Wallahu a’lam.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Gw paling benci beginian..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: