Darurat Asap, Netizen Serukan Solidaritas #MelawanAsap di Media Sosial


melawan asap

Ajakan solidaritas untuk para korban kabut asap di sejumlah wilayah di Indonesia dengan mengenakan masker didengungkan di sejumlah media sosial. Tagar #MelawanAsap diusung sebagai wujud solidaritas bersama, demikian pantauan penulis pada Rabu (7/10).

Saya tertarik untuk ikut melakukan selfie dengan masker sebagai bentuk ungkapan empati dan solidaritas setelah terinspirasi membaca headline Republika pada Rabu (7/10) pagi yang memasang sembilan foto anak-anak korban asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah tengah tengah mengenakan masker. “Korban Tewas Berjatuhan,” tulis judul headline-nya. (lihat di sini)

Langsung saja saya berjalan cepat sedikit berlari ke ruang klinik kantor minta satu buah masker. Di depan kantor, saya langsung berfoto selfie.

Hasil foto lalu saya unggah di Twitter dan Facebook. Di Facebook, saya menuliskan status, “berusaha mewujudkan rasa solidaritas dengan hal yang sederhana untuk saudara korban tragedi asap dengan masker dan tagar ‪#‎MelawanAsap‬ ‪#‎RevolusiLangitBiru‬ (disamping jg dg donasi2, doa, dan yg lainnya) Bismillah, ayo bersama!”

Selain di Twitter dan Facebook, saya juga share hasil foto selfie dengan tagar #MelawanAsap di beberapa group whatsapp. Reaksinya beragam. Banyak yang merespon dengan membuat foto selfie serupa bahkan lebih kreatif, namun ada juga yang mencibir.

Beberapa menit berlalu, salah seorang kawan saya yang bekerja sebagai redaktur Radio Dakta Azeza Ibrahim memposting fotonya dengan poster bertuliskan #MelawanAsap lengkap dengan masker menutupi wajah dan menyebarluaskannya di sejumlah group whatsapp. Ia juga memasangnya di Twitter dan Facebook. Waktu berjalan, saya lihat banyak juga yang melakukan langkah serupa dengan ekspresi masing-masing sesuai kreasi. Sebagian memposting kondisi terkini tentang kabut asap.

Beberapa karyawan di sebuah bank swasta di Jakarta menyampaikan pesan,”jangan kirimkan kami ASAP!! Tapi kirimkan kami bantuan ASAP (As Soon As Possible),” tulis Hesty dan Nita dalam poster yang diunggahnya di sebuah group whatsapp.

Saya bersyukur reaksi beberapa kawan saya yang ikut menjadi korban kabut asap di beberapa daerah sejauh ini positif. Lia, seorang Manajer di PT. Telkom yang berdinas di Palembang mendukung upaya-upaya seperti ini. Begitu juga dengan respon Bayu, kawan saya yang bekerja di PT. PLN (Persero) di Kalimantan.

“Lanjutkan bro…!” katanya melalui whatsapp.

Kabut Asap Memakan Korban

Dilaporkan Republika, seorang pria bernama Muhammad Iqbal Hali meninggal dunia di Pekanbaru, Riau, akibat penyakit asma karena dipicu kabut asap. Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Helda S Munir mengiyakan kematian korban karena kabut asap. Sedangkan peningkatan penyakit akibat asap mencapai 20% pada Oktober ini.

Kematian ini menambah daftar korban tewas akibat kabut asap setelah sebelumnya, seorang bayi tewas di Palangkaraya dan di Jambi tewas akibat kabut asap yang menguar.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan kabut asap di Sumatra dan Kalimantan sudah mencapai taraf membahayakan.

“Jumlah oksigen di udara menjadi menipis jika Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) meninggi. Warga yang memiliki kondisi rentan akan mudah terkena ISPA,” katanya seperti dikutip dari Republika.

Kita semua berharap, darurat asap ini bisa segera usai. Masyarakat bisa beraktivitas normal dan Indonesia kembali memiliki langit berwarna biru. Malu kita dikenal sebagai pengekspor asap kepada negara tetangga.

Berikut beberapa hasil pantauan saya di media sosial seputar solidaritas #MelawanAsap 

Iklan

3 Tanggapan

  1. As Soon As Possible , ASAP.semoga bencana ini segera berhenti…kun faya kun ya Allah.. 🙂

  2. semakin di siram, semakin tebal asap dan api juga tak kunjung mati, akhir nya manusia yang mati…apa solusi yang paling tepat buat pemerintah???salam kenal

    • utk saat ini ya evakuasi, pemadaman dan sejenisnya

      utk ke depan ya penegakan hukum dan peninjauan kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: