Mumpung Masih Muda, Segera Daftar Haji


Haji KewajibanSedikit ingin berbagi cerita, siapa tahu bisa diambil manfaat. Singkat kata, Jumat (25/09) lalu, saya mendaftar Haji reguler di Kanwil Kemenag Surakarta. Setelah proses pendaftaran selesai, saya dan istri memperoleh nomor urut antrian (nomor porsi). Menurut perkiraan, keberangkatan kami sekitar tahun 2034-2035, 19 atau 20 tahun lagi.

Perkiraan waktu keberangkatan didasarkan pada jumlah kuota hari ini yang dibagi sesuai daerahnya masing-masing. Waktu tunggu terlama saya lihat ada di kabupaten-kabupaten di Sulsel. Paling lama antrinya tahun 2049 (sekitar 34 tahun lagi).

Baca: Daftar Antrian (Waiting List) Calon Jamaah Haji

Waktu tunggu atau antri yang mengular lama dikarenakan kuota yang terbatas sementara peminatnya sangat besar. Jika ada pengurangan kuota maka antrian otomatis akan makin mundur, sedangkan kalau ada penambahan kuota maka waktunya bisa maju.

Mendaftar haji reguler memerlukan beberapa syarat administratif dan yang paling penting tentu saja uang. Tentang syarat administratif, saya kira itu persoalan yang tidak sukar. Sedangkan masalah duit, ini tergantung kondisi internal kita masing-masing. Tapi menurut hemat saya, jika Anda memiliki pendapatan gaji rutin bulanan dan mampu membeli mobil atau rumah, sepertinya Anda terbilang mampu untuk berhaji.

Uang yang dibutuhkan untuk mendaftar haji sebesar Rp25.000.000 yang dibuktikan dengan print-out tabungan Haji di Bank yang menjadi mitra Kemenag dalam penyelenggaraan haji. Diantara Bank-Bank itu a.l. BSM, BRI-S, BTN, dll. Saya memilih BSM.

Uang Rp25 juta itu sifatnya baru uang untuk memperoleh kursi antrian delu. Semacam uang muka. Bukan uang total untuk naik haji. Nantinya, uang total haji atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)-nya ditetapkan pemerintah dengan Dollar Amerika Serikat. Tiap embarkasi beda-beda. Contoh misal pada tahun 2014 ditetapkan tarifnya 3.219 dollar (sekitar Rp41jt) sedangkan tarif 2015 turun jd 2.717 dollar (sekitar 35juta).* Misal Anda berangkatnya 2014, maka kita harus nambah kekurangan Rp41 juta-Rp25 juta = Rp16 juta. Gambarannya seperti itu. Ingat, tiap tahun ongkosnya beda-beda.

Baca: Besaran Biaya Haji Tahun 1436/2015 Menurut Embarkasi

Jika anda mau mendaftar Haji bareng bersama istri atau keluarga lainnya bersama-sama, anda harus mendaftar bersamaan karena antriannya menggunakan sistem elektronik. Artinya tidak bisa dilakukan secara loby atau membayar. Kartu identitas pun harus berdomisili pada kota/kabupaten yang sama.

Proses pendaftaran haji bisa dilakukan sehari, selama seluruh persyaratan terpenuhi. Jadi bagi kawan-kawan yang di Jakarta, cukup mengambil cuti sehari saja insya Allah bisa. Setidaknya ini untuk Kota Surakarta.

Kenapa saya menyampaikan ini?

Karena setelah saya mendaftar, saya mendapat antrian sekitar 19-20 tahun. Dengan kata lain, jika umur saya sekarang 30 tahun, maka saya diperkirakan akan berangkat haji usia 50. Sekarang Anda bisa perkirakan sendiri masing-masing jika Anda tidak segera mendaftar, sementara usia kita terus bertambah, maka besar kemungkinan saat kita mendaftar, waktu antrian kita akan makin lama. Dan itu artinya, usia saat Anda akan berhaji sudah tua.

Banyak para alumni jamaah haji sering menyampaikan, haji adalah ibadah yang mengumpulkan ketelatenan, spiritual, finansial, serta kekuatan fisik secara sekaligus. Maka sangat disarankan, haji agar ditunaikan saat usia masih muda. Sebenarnya bukan masalah usianya belaka sih. Tapi lebih kepada kondisi tubuh yang prima. Dan usia muda dipandang secara umum masih prima.

Jadi, jika saat ini Anda sudah memiliki kekuatan finansial yang memadai dan sudah mulai memiliki keinginan untuk berhaji suatu saat nanti, saya sarankan segeralah mendaftar sejak dini. Apalagi haji adalah kewajiban individu muslim yang juga bagian dari Rukun Islam. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan keberkahan dalam harta dan hidup kita. Amin.

***

Saat saya nge-share info di atas di sebuah group Whatsapp, banyak yang kemudian bertanya japri ke saya tentang menghajikan orang tua. Rata-rata, setelah membaca info saya di atas, mereka kepikiran orang tuanya yang belum haji. Katakanlah jika mampu mendaftar sekarang, orangtua mereka harus tetap menunggu hingga 20 tahun. Jika sekarang usia orangtua mereka sudah 50-60 tahun, maka mereka baru bisa naik haji pada usia 70-80 tahun jika masih diberikan umur. Lalu mereka kepikiran untuk menghajikan orang tua mereka dulu. Muncul pertanyaan, mana yang lebih utama dan lebih baik, menghajikan orang tua (atau org lain) atau menghajikan diri sendiri?

Singkatnya, lebih utama menghajikan diri sendiri terlebih dahulu baru orang lain, sekalipun orang lain itu orang tua. Detailnya baca di bawah:

Baca: Menghajikan Orang Tua atau Menghajikan Diri Sendiri, Mana yang Lebih Utama?

*Rincian biaya sebesar US$ 2.717 itu mencakup:
1. Biaya Tiket, airport tax, passenger service
2. Biaya pemondokan di sana
3. Uang Saku Haji sebesar US$405

Biaya-biaya yang belum ada di dalamnya, a.l.:
1. Biaya Dam (denda) krn tiap jamaah haji beda2 khan
2. Biaya oleholeh
3. Biaya pamitan haji
4. Biaya persiapan sendiri
Dll

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: