Pocong Juga Butuh Duit


Pocong di kota

Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung mutho
Pak jenthit lolo lo bah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip golekko dhuwit

Wong mati ora obah, Yen obah medeni bocah, Yen urip golekko dhuwit merupakan potongan lagu Jawa berjudul Sluku-Sluku Bathok yang dulu sering kudengar saat usia anak-anak. Terjemah potongan lagu itu dalam bahasa Indonesia, orang mati tidak bisa gerak, kalau bisa gerak bikin takut bocah, kalau hidup carilah duit/uang. Ternyata lagu itu sekarang banyak benarnya. 

Pada lagu itu dikatakan, kalau orang yang sudah mati tak dapat bergerak lagi, tapi kalau bisa hidup carilah uang. Kini hal itu terbukti. Sekarang banyak orang-orang yang mati dijadikan bahan untuk mencari duit. Lihat saja beberapa acara televisi yang mengeksploitasi para hantu, demit, dan jurik. Tujuannya tentu saja duit.

Lihat juga beberapa film produksi Indonesia dalam beberapa tahun ini. Tak sedikit tema-tema film horor yang digarap. Lagi-lagi mengeksploitasi orang mati untuk mencari duit.

Di sekeliling kita, tak sedikit pula yang sampai saat ini masih percaya dan meyakini adanya pesugihan-pesugihan yang dilakukan dengan ritual meminta pertolongan orang yang sudah mati. Kuburan mereka datangi dan doa-doa pun mereka panjatkan agar orang mati di dalam kuburan membantunya menunaikan hajat. Lagi-lagi orang mati dieksploitasi untuk mencari duit.

Medio Maret 2014, saat saya dan kawan saya jalan dari Museum Fatahillah ke Stasiun Jakarta-Kota, saya menjumpai ada 2 ‘hantu’ sedang mengamen mencari duit (lihat gambar di atas). Satu hantu pocong, dan satu lagi hantu kuntilanak. Keduanya sengaja mangkal di trotoar tepi jalan berharap ada pejalan kaki atau orang yang lewat mau foto bersama mereka. Sebagai imbalannya, mereka minta sejumlah uang dimasukkan di dalam ember warna kuning yang sudah disediakan. Ternyata, pocong yang dianggap sebagai orang yang telah mati pun masih butuh duit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: