Junaedi, Teknisi Yang Telah Pergi #OfficeMate


Junaedi

Junaedi

Nada getar ponsel terasa di saku celana pertanda ada pesan singkat (sms) masuk. Waktu di ponsel menunjuk pukul 21.22 WIB, Senin (17/8). Dari atasan saya, Manajer Corporate Secretary, Alfender.

Ada info apa ya malam-malam gini sms?” kataku dalam hati.

Saya pencet tombol OK agar dapat membaca isi sms. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Sdr. Junaedi – teknisi PT. KPBN sore tadi di rumah sakit Karya Bakti, Bogor. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, amiin,” tulis isi sms dari Manajer Corporate Secretary.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu,” ucapku lirih.

Keesokan hari di kantor, banyak karyawan-karyawati terkejut dengan berita meninggalnya Junaedi. Tak sedikit yang baru mengetahui berita duka itu pada pagi hari itu. Spekulasinya, Junaedi meninggal karena serangan jantung. Wallahu a’lam.

***

Junaedi bin Olies merupakan seorang karyawan PT. KPBN berstatus honorer yang diberi amanat sebagai teknisi.

Jun, demikian ia biasa dipanggil, pertama kali bekerja di lingkungan PT. KPBN (saat itu masih KPB-PTPN) pada tahun 1997, tepatnya tanggal 1 Agustus. Pada saat itu, dengan status sebagai karyawan Koperasi Usaha Karyawan (KUK) KPB-PTPN, ia ditugaskan sebagai Teknisi Instalasi Listrik, Air, dan Sentral Telepon PABX yang ditempatkan di KPB-PTPN (cikal bakal PT. KPBN).

Pada masa Direktur Pelaksana KPB-PTPN dipegang oleh Bagas Angkasa, pria kelahiran Bogor tanggal 3 Juni 1965 itu diangkat sebagai karyawan honorer pada 1 Januari 2006, sebagai teknisi.

Karyawan yang selama bekerja gemar membuka satu kancing baju paling atas itu seperti terlahir untuk senantiasa akrab dengan dunia teknisi. Ini terlihat dari latar belakang pendidikannya. Lulus bangku Sekolah Dasar, ia tak memilih bangku Sekolah Menengah Pertama, tapi lebih suka masuk Sekolah Teknik (ST), sebuah sekolah teknik yang setingkat SMP (sekarang ST sudah tidak dikenal di Indonesia). Lulus dari ST, ia melanjutkan pendidikannya di STM Mekanika, jurusan Mesin.

Walaupun sempat ‘tersesat’ sebagai accounting selama 6 tahun saat bekerja di PT. Indocara Permata, pada tahun 1993 ia berlabuh di PT. Kali Sapu, sebuah perusahaan yang menjadi vendor PT. TELKOM. Namun ia hanya bertahan 2,5 tahun.

Baru kemudian pada tahun 1997 hingga dipanggil Yang Maha Kuasa pada tanggal 17 Agustus 2015, ia bekerja sebagai teknisi di lingkungan PT. KPBN. Melanjutkan orangtuanya (Olies) yang sebelumnya juga bekerja sebagai teknisi di lingkungan KPB-PTPN.

Saat usia 25 tahun, ia mempersunting seorang gadis bernama Tuti Hanah bin Haji Jayadi pada 7 Januari 1990. Perkawinan mereka dikaruniai Allah SWT 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Anak pertama bernama Ahmad Faisal (14/10/1990), anak kedua bernama Ulfah Rizkiyah (04/04/1994) sedangkan anak ketiga, penulis belum mengetahui namanya.

Selama 18 tahun, Junaedi mengabdikan diri di perusahaan ini. Bukan waktu yang pendek. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya dan mengampuni seluruh kesalahan dan dosanya. Amin. Jun 01

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: