Awas, Ibu Hamil Mau Lewat


Perhatikan Baik-Baik Tulisan di Dudukan Plat Motor di Gambar Atas

Perhatikan Baik-Baik Tulisan di Dudukan Plat Motor di Gambar Atas

Saya ngga tahu apakah ini lebay atau tidak, tetapi yang jelas ini unik. Sebuah motor dengan tulisan ‘Pelan-pelan, ada ibu hamil’ berjalan menyalipku. Secara reflek, saya pun tersenyum. “Ada-ada saja,” ucapku dalam hati.

Melihat pemandangan unik, instingku langsung mengirim sinyal cepat ke otak. Kuambil Smartphone Xiaomi Redmi 1S di dalam celana dengan tangan kiri. Tak lebih dari 5 detik, kamera si Xiaomi sudah ready untuk membidik. Dengan tangan kanan meng-handle gas stabil dan empat jari stand by memegang rem, kamera ponsel di tangan kiriku ku arahkan ke depan. Dengan jempol tangan kiri, dua kali jepretan sporadis terarah ke motor si ibu hamil. Setelah merasa yakin telah memperoleh gambar objek jepretan, ponsel langsung kembali kumasukkan ke celana. Dan hasilnya adalah foto di atas.

***

Pelan-Pelan, Ada Ibu Hamil

Pelan-Pelan, Ada Ibu Hamil

Saat ini saya memiliki istri yang tengah hamil jalan 6 bulan. Saya tak punya mobil. Kemana-mana kalau jalan bareng istri, kami naik motor. Selama kehamilan istri saya, saya tetap memboncengkan istri saya dengan motor. Ia duduk di jok belakang. Tanpa tambahan bantal atau benda apapun. Bahkan saya masih sering ngebut kalau naik motor sama doi. Walaupun ngebut, tentunya tetap hati-hati dan waspada. Alhamdulillah sejauh ini istri saya tak merasakan sesuatu yang negative atau buruk pada kehamilannya. Beberapa kali kami control dan konsultasi dengan dokter kandungan, bu dokter bilang bayi kami normal-normal saja.

Awal masa kehamilan, istri saya memang sempat mudah panik. Jalan atau aktivitas dikit takut kelelahan. Kalau kelelahan, langsung ia khawatir pada janin di dalam rahim. Sekali dua kali saya merasa oke. Lama kelamaan, saya merasa ini nggak benar. Saya ajak istri diskusi. Pelan-pelan (walaupun kadang saya agak tegasin) saya beri istri sugesti kalau hamil itu tak harus mengurangi aktivitas harian.

“Kita ini anak petani. Nenek-nenek kita petani. Dulu ngga ada dokter. Adanya dukun. Kalau mereka hamil, mereka baru tahunya setelah jalan beberapa bulan. Ya 2 bulan lah. Toh mereka tetap pergi ke sawah. Mereka tetap beraktivitas seperti biasanya. Kalau capek, ya istirahat. Sekarang sudah ada dokter. Teknologi makin maju. Kenapa harus takut? Jangan kalah dengan nenek-nenek kita. Jangan terlalu manjakan anak dalam kandungan kita.”

Alhamdulillah, perlahan istri saya mulai merasa biasa. Ia beraktivitas seperti biasa.

Saya lihat di atas jok motor ada bantal kecil yang diikat. Saya menduga wanita yang mendudukinya adalah ibu hamil yang dimaksud pada poster tulisan yang dipasang di bagian belakang motor itu.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: