Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkoba: Ulama Setuju, Gereja Menolak


Ulama Pro Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Gereka Kontra (Foto: kutipan kliping koran Republika, 19/01/2015)

Ulama Pro Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Gereka Kontra (Foto: kutipan kliping koran Republika, 19/01/2015)

Perdebatan tentang hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba belum selesai. Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menyatakan keputusan pemerintah menolak grasi pelaku tindak pidana narkoba dan tetap melaksanakan eksekusi hukuman mati merupakan langkah tepat. Sikap Ketua PP Muhammadiyah juga didukung, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Muhyiddin Junaidi mengatakan,”Lebih penting menyelamatkan jutaan generasi muda daripada menyelematkan satu orang.”

Sementara menurut gereja, hukuman mati dianggap tidak dapat membuktikan adanya efek jera. Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo menilai, eksekusi mati tidak dapat dibenarkan apa pun alasannya. Pandangan serupa disampaikan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). 

“Untuk Indonesia, bisa saja mereka (bandar narkoba) diasingkan di suatu pulau terpencil sehingga tidak bisa dikunjungi siapa-siapa. Pun pengasingan seumur hidup ini mesti konsisten,” kata Romo.

Kalau menurut Anda sendiri pembaca yang budiman, apa hukuman yang tepat bagi pelaku tindak pidana narkoba? Anda setuju mereka para pengedar narkoba dihukum mati atau tidak? Terima kasih atas opininya.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

3 Tanggapan

  1. biasa dari dulu pandangan gereja aka romo2 dosen filsafat itu berdasar nilai2 universalitas, lain ama islam yg berdasar quran+sunnah, pandangannya jauh ke depan.

    • siapppppppppp brooooo

  2. Mungkin klo dilihat sepintas, hukum mati itu sama dengan merenggut hak hidup seseorang, tapi lebih jauh apa bedanya dengan pengedar narkoba yang juga merenggut hak hidup seseorang. Hanya mungkin dengan cara yg berbeda…
    Apapun itu… Kembali lagi pada masing2 individu, smua org pasti mati, entah dengan cara apa, kenapa, dan bagaimana… Hanya apa iya qta mau berpulang dengan cara yg kurang wajar ? Mungkin memakai narkoba atau tidak itu pilihan… Tapi saat qta tau efek, resiko, dan akibat yg ditimbulkan, apa qta siap dengan smua kemungkinan, bahkan kemungkinan terbutuk ? Apa cerita, berita, peristiwa yg sudah2 tidak cukup jadi pelajaran, apa harus ada efek jera ?
    Seharus nya itu smua tidak perlu, klo basic diri qta kuat… Bentengi diri qta, generasi penerus qta dr itu smua, dengan kasih sayang keluarga, keramahan lingkungan, relationship yang sehat, pendidikan agama dan pendidikan umum yg baik….sehingga kualitas hidup bisa meningkat dan tidak ada lagi narkoba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: