Gerakan Antivaksinasi Bermuatan Sekulerisme, Benar atau Tidak?


Gerakan Antivaksinasi Bermuatan Sekulerisme? (Kliping koran Republika, 19/01/2015)

Gerakan Antivaksinasi Bermuatan Sekulerisme? (Kliping koran Republika, 19/01/2015)

Perdebatan mengenai pemberian vaksinasi di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam, sampai sekarang masih belum ada titik terang pertemuannya. Kalangan pro vaksin sangat aktif memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya pemberian vaksin. Tak hanya itu, mereka yang pro juga menjamin kehalalan vaksin. Sementara bagi kalangan yang kontra, mereka tak kalah aktif membuat campaign negatif tentang vaksin. Dari mulai mempertanyakan kehalalan, manfaat vaksin sampai pada isu-isu konspirasi di dalamnya.

Kebanyakan info yang saya terima dari kalangan umat Muslim yang antivaksinasi, mereka banyak yang kemudian mengarahkan pada keunggulan thibbun nabawi (Pengobatan ala Nabi SAW). Namun membaca Republika, Senin (19/01/2015), saya tertarik dengan pernyataan yang disampaikan Sekjen Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Rumah Vaksinasi, dr. Piprim Basarah Yanuarso. Dr. Piprim menyatakan, kalangan muslim yang antivaksinasi pada hakikatnya adalah bagian dari sekulerisme, yaitu pendikotomian buatan Allah SWT dan buatan manusia. Nah lho.

“Pendi kotomian buatan Allah dan buatan manusia seperti pemahaman sebagian kelompok muslim yang antivaksinasi pada hakikatnya adalah pemahaman yang amat sekuler. Pemahaman yang jauh menyimpang dari intisari ajaran Islam yang sebenarnya,” kata dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sekjen Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Rumah Vaksinasi, dalam wawancara dengan Republika.

Saat saya menulis ini, saya belum memiliki anak. Istri saya baru hamil 5 bulan. Namun saya sendiri sampai sekarang masih berada dalam posisi menimbang diantara yang pro dan antivaksinasi. Sejauh ini, saya masih menikmati perdebatan di antara dua kalangan tersebut sembari mengambil pelajaran dari keduanya sekaligus juga mengkritisi argumen-argumen mereka.

Kalau menurutmu, baiknya pro vaksin atau anti vaksin? Lalu, benarkah gerakan antivaksinasi bermuatan sekulerisme? Terima kasih urun rembug nya jika berkenan.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: