Tabungan di Koperasi


Simpanan di Koperasi

Simpanan di Koperasi

Akhir tahun lalu, koperasi di perusahaan tempat saya bekerja menerbitkan laporan jumlah simpanan para anggota. Simpanan saya sendiri seperti yang nampak pada gambar di atas sebesar Rp 17.600.000,-. Tujuh belas juta enam ratus ribu rupiah. Banyak kawan-kawan yang bilang simpanan sebesar itu tergolong tinggi. Simpanan sebesar itu saya capai dalam waktu sekira 5 tahun. Jadi, saya nabung sekitar Rp 293 ribu per bulan di koperasi.Awal mula saya tertarik masuk koperasi lebih karena tujuan sosialisasi diri saat menjadi karyawan baru. Kawan-kawan senior di perusahaan tempat saya bekerja menyarankan saya agar ikut koperasi karena banyak keuntungannya. Menurut mereka, koperasi bisa menjadi lembaga keuangan tempat meminjam uang dalam jumlah yang cukup besar dengan bunga yang kecil. Selebihnya, sisa hasil usaha (SHU) koperasi di tempat saya bekerja itu -konon- besar.

Demi hubungan baik di lingkungan yang baru, saya memutuskan untuk ikut bergabung di koperasi dengan membayar simpanan rutin Rp100.000 per bulan. Setelah saya menyadari banyaknya keuntungan menabung di koperasi, saya memutuskan meningkatkan tingkatan simpanan rutin saya menjadi Rp500.000 per bulan.

Diantara keuntungan koperasi tentu saja adalah Sisa Hasil Usaha (SHU). Akhir tahun 2013, saya memperoleh SHU sebesar Rp 1 juta hanya dengan besaran simpanan di koperasi sebesar Rp 11 juta. Sekitar 10%. Mana ada Bank yang berani memberi bunga sebesar itu? Yang ada, dengan duit hanya sebesar Rp 11 juta yang dionggokkan di rekening tabungan bank, uang kita di Bank bukannya bertambah tetapi justru malah turun.

Walaupun demikian besarnya keuntungan SHU koperasi di tempat saya, saya tidak pernah mengambil (memakan) keuntungan dari SHU tersebut. Biasanya, uang hasil SHU yang saya peroleh dari koperasi saya pisahkan dari kas keuangan pribadi saya. Uang SHU biasanya saya gunakan untuk iuran-iuran pembangunan jalan, hadiah pernikahan kawan dan sejenisnya. Ini saya lakukan karena saya menganggap SHU koperasi di tempat saya berbau riba. Sementara saya enggan memakan riba yang haram dan berdoa.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: