Stuck On Level 2-25 Game Candy Frenzy

image

Sudah 3 (tiga) hari, saya stuck di level 2-25 dalam permainan Candy Frenzy. Di level ini, tugasnya hanya mengumpulkan 2 buah strawberry 2 buah anggur, dan 2 buah belimbing. Baca lebih lanjut

Menunggu Barengan Teman Berangkat Sekolah

Menunggu Barengan Teman Berangkat Sekolah

Menunggu Barengan Teman Berangkat Sekolah

Baca lebih lanjut

Proyek Gunung Putri Square, Semoga Lancar & Berkah…..

PP Properti - Luminos

Mohon doanya ya bro/sist…. semoga kerjasama antara PT. PP Properti dan Luminos bisa berjalan lancar dan berkah. Amin.

Baca lebih lanjut

Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkoba: Ulama Setuju, Gereja Menolak

Ulama Pro Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Gereka Kontra (Foto: kutipan kliping koran Republika, 19/01/2015)

Ulama Pro Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Gereka Kontra (Foto: kutipan kliping koran Republika, 19/01/2015)

Perdebatan tentang hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba belum selesai. Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menyatakan keputusan pemerintah menolak grasi pelaku tindak pidana narkoba dan tetap melaksanakan eksekusi hukuman mati merupakan langkah tepat. Sikap Ketua PP Muhammadiyah juga didukung, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Muhyiddin Junaidi mengatakan,”Lebih penting menyelamatkan jutaan generasi muda daripada menyelematkan satu orang.”

Sementara menurut gereja, hukuman mati dianggap tidak dapat membuktikan adanya efek jera. Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo menilai, eksekusi mati tidak dapat dibenarkan apa pun alasannya. Pandangan serupa disampaikan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).  Baca lebih lanjut

Sutarman Dipecat, Bagaimana Nasib Anggaran Jilbab Polwan Sebesar Rp 600 juta?

Anggaran Jilbab Polri Mencapai Rp600 juta (kutipan kliping dari Republika, 19/01/2015)

Anggaran Jilbab Polri Mencapai Rp600 juta (kutipan kliping dari Republika, 19/01/2015)

Kabar mengejutkan muncul setelah munculnya kabar mengejutkan sebelumnya seputar pencalonan Kapolri Budi Gunawan. Presiden Joko Widodo memecat Jendral Sutarman dari jabatan Kapolri. Untuk sementara, Jokowi menugaskan Wakapolri, Komjen Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolri hingga Kapolri baru dilantik. Masa jabatan Sutarman berakhir di bulan Oktober 2015. Namun bukan ini bahasan saya.

Saya hanya ingin menyoroti bagaimana nasib rencana pembelian jilbab bagi Polwan yang mencapai sebesar Rp 600 juta. Akankah di tangan Kapolri yang baru nantinya, para Polwan yang ingin mengenakan jilbab sudah bisa secara resmi dan legal dilindungi instansi Polri? Maklum, sebelumnya mantan Kapolri Sutarman pernah menjanjikan anggaran pembelian jilbab Polwan akan selesai di bulan Agustus 2015. Masalahnya sekarang Sutarman sudah dipecat. Jadi gimana nasib jilbab Polwan? .

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Gerakan Antivaksinasi Bermuatan Sekulerisme, Benar atau Tidak?

Gerakan Antivaksinasi Bermuatan Sekulerisme? (Kliping koran Republika, 19/01/2015)

Gerakan Antivaksinasi Bermuatan Sekulerisme? (Kliping koran Republika, 19/01/2015)

Perdebatan mengenai pemberian vaksinasi di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam, sampai sekarang masih belum ada titik terang pertemuannya. Kalangan pro vaksin sangat aktif memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya pemberian vaksin. Tak hanya itu, mereka yang pro juga menjamin kehalalan vaksin. Sementara bagi kalangan yang kontra, mereka tak kalah aktif membuat campaign negatif tentang vaksin. Dari mulai mempertanyakan kehalalan, manfaat vaksin sampai pada isu-isu konspirasi di dalamnya.

Kebanyakan info yang saya terima dari kalangan umat Muslim yang antivaksinasi, mereka banyak yang kemudian mengarahkan pada keunggulan thibbun nabawi (Pengobatan ala Nabi SAW). Namun membaca Republika, Senin (19/01/2015), saya tertarik dengan pernyataan yang disampaikan Sekjen Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Rumah Vaksinasi, dr. Piprim Basarah Yanuarso. Dr. Piprim menyatakan, kalangan muslim yang antivaksinasi pada hakikatnya adalah bagian dari sekulerisme, yaitu pendikotomian buatan Allah SWT dan buatan manusia. Nah lho. Baca lebih lanjut

Sutradara Asal Prancis Ini Memeluk Islam di tengah Bara Charlie Hebdo

Sutradara Prancis Peluk Islam Di Tengah Bara Charlie Hebdo (Foto dari harian Republika)

Sutradara Prancis Peluk Islam Di Tengah Bara Charlie Hebdo (Foto dari harian Republika)

Tak lama pasca kejadian penyerangan atas kantor redaksi Charlie Hebdo yang beberapa kali membuat karikatur penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW, seorang sutradara asal Prancis, Isabelle Matic justru membuat keputusan yang menggemparkan publik Eropa. Seolah tak terpengaruh dengan peningkatan Islamophobia di Eropa, ia justru memutuskan memeluk Islam, menjadi muallaf pada Ahad, 11 Januari 2015.  Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: