Cara Menggunakan Google Street View


google street view logoGoogle Street View

Berawal dari informasi tentang Google Street View dari atasanku, saya dan kawanku Riyant, tertarik mencoba aplikasi atau fitur baru dari Google ini. Target pertama tentu saja posisi kantor kami di Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat. Target berikutnya, kami memilih rumah salah seorang rekan kami di kantor yang konon luasnya segede gaban. Sebut saja namanya Tita (bukan nama sebenarnya), rekan kami di bagian Keuangan. Ia tinggal di cluster Flamboyan, Perumahan Puri Beta, Cileduk, Tangerang.

Riyant ingin menunjukkan rumah Tita yang segede gaban. Karena penasaran, tak ada salahnya dicoba.

Pertama, kami buka Google Map terlebih dahulu lalu memasukkan kata kunci tujuan pencarian. Selanjutnya, kami klik tulisan Street View di pojok kiri atas. Baru kemudian kami gerak-gerakkan gambar menuju lokasi. Kebetulan Riyant sudah pernah main ke rumah Tita sehingga ia ingat penampakan rumahnya.

Setelah beberapa menit mencari, akhirnya ketemu juga rumah Tita. Ternyata benar, emang rumahnya segede gaban. Dua lantai pula. Dua mobil mewah pun terparkir di depannya. “Emang benar-benar anak orang kaya nih anak,” kata saya spontan sambil geleng-geleng.

Dari rumah Tita, kami coba cari view-view lain seperti rumah atasan kami, rumah kawan, dll.

Belakangan, kami banyak mengambil manfaat dari Google Street View ini. Karena tugas kantor, seringkali saya harus mengunjungi kantor, tempat-tempat pertemuan tertentu atau hotel-hotel yang belum pernah saya kunjungi. Dengan bantuan Google Street View ini, setidaknya saya bisa melihat terlebih dahulu gambaran gedungnya sehingga memudahkan saat mencarinya. Ini salah satu positifnya.

Negatifnya, dengan keberadaan Google Street View ini seolah memberi kesan hilangnya privasi kita, khususnya mengenai rumah kita. Dengan sekedar mengetahui alamat tertentu saja, seseorang sudah bisa mengakses peta dan foto gambar lokasi sesuai alamat yang dicari. Dampak dari sisi negatif Google Street View ini, beberapa negara tak mengijinkan Google memotret dan mempublikasikan hasil fotonya.

Kalau menurut Anda, baiknya Google Street View ini tetap dipertahankan atau dilarang? Lebih banyak positif atau negatifnya?

Mobil Google Street View di Monas

Mobil Google Street View di Monas (kompas)

Mobil Google Street View di Tugu Tani

Mobil Google Street View di Tugu Tani (internet)

Mobil Google Street View nabrak Angkot di Bogor

Mobil Google Street View nabrak Angkot di Bogor (detik)

NB:

Google Street View merupakan sebuah fitur Google yang diluncurkan pada 25 Mei 2007. Street View merupakan proyek jangka panjang Google mendokumentasikan pemandangan jalan yang sejajar dengan mata manusia. Hasil akhir Street View adalah foto panorama 360 derajat. Artinya, kita bisa melihat sisi depan, belakang, samping, atas, dan bawah.

Konon. konsep teknologi yang ada di balik Street View diperkenalkan oleh perusahaan pencitraan digital bernama Immersive Media. Perusahaan asal AS ini berdiri sejak 1994 dan fokus melakukan penelitian hingga 2003. Immersive Media meluncurkan sistem kamera berbentuk bola pada 2004, yang semuanya telah menggunakan format digital. Teknik perekamannya menggunakan sistem kamera 11 lensa yang disebut Dodeca.

Sebelas lensa kamera ini merekam gambar dari 11 sudut berbeda berdasarkan geometri dodecahedron. Meski hasil akhir yang ditampilkan dalam layanan Google Street view merupakan gambar diam, tetapi sebenarnya gambar yang direkam dengan sistem kamera ini adalah video full-frame. Ia dapat menangkap gambar 30 frame per detik dengan resolusi yang sangat tinggi. WOW?

Google bekerja sama dengan Immersive Media sejak kali pertama proyek Street View berjalan. Namun, pada Oktober 2007, kedua belah pihak memutuskan untuk mengakhiri konten lisensi. Google membuat sistem kamera sendiri. Kamera Google Street View kadang dipasang di atas mobil, troli, sepeda, di atas perahu, bahkan dipegang sendiri oleh manusia. Semua itu tergantung pada medan lokasi yang ingin direkam.

Di Jakarta, sistem kamera dipasangkan di atap mobil yang akan menyusuri jalan Jakarta. Mobil ini memajang logo Google Maps Street View dan Wonderful Indonesia. Setelah perekaman selesai, selanjutnya adalah proses penyatuan gambar dengan komputer. Gambar disusun lalu “dijahit” hingga menghasilkan foto panorama 360 derajat. Google akan memburamkan pelat nomor kendaraan dan wajah pengguna jalan yang terekam untuk melindungi privasi warga.

Google Street View telah merekam 40 negara di dunia, termasuk Asia, yang mencakup Jepang, Taiwan, Hongkong, Makau, Singapura dan Thailand.

Di Eropa, pembuatan Google Street View tidak selalu legal di semua tempat. Sementara hukum berbeda dari negara ke negara, banyak negara di Eropa memiliki hukum yang melarang pembuatan film seseorang di properti umum untuk urusan perhatian publik.

Google telah membatalkan peluncuran pemandangan jalanannya di Washington, D.C. dan wilayah sekitarnya di Virginia dan Maryland (termasuk Baltimore) setelah alasan yang dikemukakan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat bahwa beberapa gambar diambil di wilayah dengan keamanan ketat. Pentagon telah melarang Google menyebarkan isi Street View yang berupa basis militer AS dan meminta Google menghapus gambar-gambar basis militer tersebut.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: