Paimin, Pengemis Spesialis Baju Bekas


Foto: Pak Paimin (sumber:  Kang Ibudh)

Foto: Pak Paimin (sumber: Kang Ibudh)

Cerita ini sebenarnya dikisahkan kawanku, Kang Ibudh, namanya. Nama orang yang ada di foto atas itu Paimin (50). Pak Paimin ini menurut penuturan Kang Ibudh adalah pengemis spesialis pakaian bekas. Warga Musuk, Boyolali ini menekuni profesinya sejak pengantin baru. Ia biasa berkeliling di wilayah kebupaten Boyolali, Salatiga, Bawen, Semarang, Jogja, dan Magelang. Tapi katanya kalau Solo belum pernah, cuma di Kartosuro saja.

Biasanya, setelah terkumpul, pakaian bekas hasil ngemisnya dijual di pasar Selo. Namun meski mintanya pakaian, pak Paimin tak menolak jika diberi uang atau makanan. 

Kang Ibudh bertemu pak Paimin 13 Desember 2014 silam saat naik bus dari Cepogo ke Selo, Boyolali.

Kalau kata Kang Ibudh, desa asalnya adalah sentra industri kerajinan tembaga yang sudah masyhur hingga Eropa. Tapi sayangnya masih ada warganya yang berprofesi sebagai pengemis? Menurut Kang Ibudh, sebabnya ada pada pribadi Pak Paimen sendiri. Psikisnya butuh terapi.

Foto di atas, Pak Paimen yang sedang naik bus menuju pasar Selo untuk berjualan.

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: