What Does ‘Quo Vadis’ Mean?


quo vadisQuo Vadis

Seperti bukan orang Indonesia kalau tidak gemar menggunakan istilah-istilah asing bin njlimet yang hanya diketahui oleh sebagian kecil orang. Di hampir setiap kesempatan berbicara, kata dan kalimat beraroma manca seperti lebih nyaman terucap di lisan, seperti lebih renyah di lidah, atau seperti lebih terasa di telinga. Dari mulai bahasa asing komunikasi seperti Let’s go, lunch, married, baby, dan move on, sampai kepada bahasa akademik yang jarang dimengerti sebagian besar orang di level pendidikan SMP seperti Focus Group Discussion, newsletter, mainstream, deadlock, impeachment, pilot project, acceleration, try out, dan quo vadis.

Saya teringat dengan aksi mas Toni Blank di Youtube dan Vicky yang terkenal dengan kosakata-kosakata konspirasi kemakmuran, twenty nine  MY AGE, dan LABIL EKONOMI. Keduanya dianggap sebagai orang yang secara ekstrem menggunakan istilah-istilah asing di dalam komunikasi. Bedanya, mas Vicky bukan orang gila sementara mas Toni Blank merupakan penghuni rumah sakit jiwa di Yogyakarta.

Berawal dari komunikasi di group Whatsapp yang berisi para jurnalis, salah seorang (member) anggota group membagi judul tulisan berjudul ‘Quo Vadis Kesetaraan Gender’. Beruntun ia dihujani ledekan dari kawan-kawan lain yang terdaftar di dalam group.

“Bukan quo vadis, (tapi) qowe sadis. hehehe,” kata salah seorang anggota.

Secara jujur saya sendiri juga ngga mengerti apa artinya ‘quo vadis’. Dan lagi-lagi, karena saya nggak ngerti apa arti judulnya serta menganggap tulian itu terlalu akademik dan tinggi, saya tidak ada nafsu untuk membacanya. Lebih-lebih tentang kesetaraan gender. Bahkan kata gender pun yang saya kira sudah ada di dalam kamus bahasa Indonesia, ternyata tidak saya temukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring (baca: online).

Melalui situs ensiklopedia nomor satu dunia wikipedia, saya menemukan arti Quo vadis secara harafiah adalah “Ke mana engkau pergi?” Kalimat itu merupakan bahasa Latin, yang menurut wikipedia, petikan dari bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, Injil Yohanes, bab 16 ayat 5.

“Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?”

Kalimat itu merupakan ungkapan Kristiani yang menurut tradisi Gereja dilontarkan pada Yesus oleh St. Peter (Petrus) yang saat itu bertemu dengan Yesus dalam perjalanan hendak melarikan diri dari misinya yang berisiko disalibkan di Roma. “Quo vadis?” Yesus mengatakan, “Aku hendak kembali ke Roma untuk disalibkan kembali” (Eo Romam iterum crucifigi) I am going to Rome to be crucified.

Selain menemukan asal usul istilah quo vadis, saya juga menemukan quo vadis sebagai judul sebuah novel Quo Vadis: A Narrative of the Time of Nero yang ditulis Novelis Polandia Henryk Sienkiewicz pada tahun 1896. Selain itu quo vadis juga saya temukan dalam judul sebuah film box office produksi tahun 1951 yang disutradarai Mervyn LeRoy. Film itu sendiri memenangkan Golden Globe Awards dan memperoleh 9 nominasi academy awards.

Di Indonesia sendiri, istilah quo vadis dipopulerkan oleh Kacung Marijan melalui buku yang cukup populer di masa itu yang berdujul  Quo Vadis NU Setelah Kembali ke Khittah 1926 produksi tahun 1992.

Sekarang saya menjadi lebih tahu arti istilah quo vadis. Istilah yang menurut saya tidak populer jika dijadikan sebagai judul tulisan di sebuah media surat kabar harian (koran).

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. okelah kalau begitu – tu

  2. terimakasih postinganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: