Nostalgia Data & Statistika Pemilu 2004


 

Partai Peserta Pemilu 2004

Partai Peserta Pemilu 2004

Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan dilaksanakan sebentar lagi. Pemilu 2014 dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 dan Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014. Tujuan Pemilu Legislatif adalah memilih para anggota dewan legislatif (DPR, DPRD, DPD), sedangkan Pemilu Presiden akan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Hasil Pemilu 2014 nantinya akan menjabat selama 1 periode sepanjang 5 tahun ke depan.

Pemilu 2014 -konon- akan memakai e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum. Keutamaan dari penggunaan sistem e-voting adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sudah mulai dipersiapkan sejak tahun 2012 secara nasional.

Berbicara tentang Pemilu 2014, agaknya perlu juga kiranya kita kembali menengok masa-masa Pemilu sebelumnya. Tempo hari, kita sudah sedikit kilas balik ke Pemilu 1999. Sekarang kita coba ingat kembali rekaman memori pada Pemilu 2004.

Pemilu legislatif 2004 merupakan pemilu paling rumit dalam sejarah Indonesia karena masyarakat harus memilih wakil rakyat di DPR, DPD dan DPRD. Faktor tersebut menjadikan sistem pemilihan Indonesia unik jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Pemilu ini juga dinyatakan sebagai pemilihan terpanjang dan paling rumit dalam sejarah demokrasi. Bahkan sistem alokasi kursi DPR juga dianggap sebagai “yang paling rumit di dunia” oleh media sehingga memunculkan banyak kasus yang harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelum berbicara tentang hasil Pemilu Legislatis 2004, perlu kia ketahui terlebih dahulu bahwa pada sidang umum tahun 2002, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menambah 14 amandemen pada Undang-Undang Dasar 1945 diantaranya dalam urusan badan legislatif. Intinya, dimulai dari tahun 2004, MPR akan terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditambah Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Semua kursi di MPR akan dipilih secara langsung. Militer yang selama ini diwakili oleh Faksi TNI/Polri (ABRI) diminta untuk dihilangkan dari dewan perwakilan. Boleh dibilang, kedudukan MPR pun sudah bukan lagi sebagai Lembaga Tertinggi Negara. Tak seperti kedudukan MPR pada masa-masa sebelumnya yang dengan mudah bisa melengserkan Presiden.

Pemilu 2004 dilaksanakan di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Tercatat ada 24 Partai Politik peserta Pemilu. Pada pemilu 2004 ini, dikenal istilah baru yaitu DPD. Siapa yang duduk menjadi anggota DPD di MPR, dipilih langsung oleh rakyat. Setiap propinsi, akan diwakili oleh empat perwakilan.

Pada saat Pemilu 2004 digelar, aku sudah kuliah sehingga sudah memiliki hak untuk memilih/mencoblos mencoblos kertas suara. Pada masa ini saya sudah mulai kehilangan gairah untuk mengikuti Pemilu. Tak seperti pada Pemilu 1999 dimana saya sangat antusias meskipun masih usia SMP. Meskipun sudah mulai kehilangan gairah, saya sempat beberapa kali ikut kampanye dan konvoi beberapa partai. Seingat saya, saya pernah ikut kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Motivasi saya ikut kampanye beberapa partai itu dulu lebih karena pengin konvoi semata. Pengin keliling kota sambil bawa atribut dengan suara knalpot meraung-raung membuat bising.

Khusus untuk Partai Bintang Reformasi (PBR), saat itu saya memiliki alasan khusus, yaitu untuk menyaingi kampanye PDI-P yang setiap kali kampanye di kota Solo selalu berhasil memerahkan kota dan membuat seluruh toko tutup karena saking brutalnya. Jadi pada saat itu, kampanye PDIP berlangsung sama dengan kampanye PBR dan PKS di Solo.

Pada putara pertama kampanye, ada kejadian pelecehan terhadap salah satu peserta kampanye PKS oleh oknum peserta kampanye PDIP. Buntut dari kejadian itu, PKS memboikot kampanye mereka pada putara kedua. Sebagai gantinnya dan bentuk solidaritas, PBR berniat mengerahkan massa dengan mengundang umat Islam di Solo.

Langkah PBR cukup sukses. Ribuan orang berhasil dimobilisasi untuk berkumpul memadati Lapangan Sepakbola Kota Barat, Solo yang saat itu diisi orasi oleh Mahendradatta (TPM) yang merupakan Caleg No. 1 PBR Dapil V Jawa Tengah. Saya termasuk yang ikut dalam ribuan massa peserta kampanye PBR meskipun saya bukanlah simpatisan partai pecahan PPP itu. Setelah menghadiri orasi di Lapangan Kota Barat, massa sengaja melanjutkan agenda dengan konvoi. Secara tersembunyi, beberapa laskar Islam yang diinfiltrasikan di tengah massa PBR sudah melengkapoi diri dengan senjata tajam yang disembunyikan sedemikian rupa agar tidak terlihat. Tujuannya, jika sewaktu-waktu massa PDI-P bertindak main kekerasan, maka massa PBR siap melayani. Saya pun saat itu mau tidak mau harus siap dengan resiko itu.

Sepanjang perjalanan konvoi, massa PBR beberapa kali berpapasan dengan massa PDI-P. Sempat terjadi beberapa ketegangan di perjalanan antara lain saat berpapasan di kawasan Gilingan, dekat terminal Tirtonadi, Solo. Ribuan massa PBR bertemu dengan ribuan massa PDI-P. Ketegangan diawali karena kedua massa sama-sama tidak ada yang mau mengalah saling mempersilakan lewat terlebih dahulu saat bertemu di perempatan. Namun berkat komunikasi antara Satgas dari masing-masing partai, ketegangan berakhir dengan perdamaian. Di Gilingan, massa PBR sempat berkali-kali berteriak takbir ‘Allahu Akbar’ sambil acungkan tongkat-tongkat ke atas. Bahkan ratusan massa sempat turun dari kendaraan menghampiri massa PDIP.

Ketegangan berikutnya saat massa PBR melewati kawasan Baron sampai Laweyan. Di sepanjang jalan, ratusan massa PDIP berhenti di sepanjang jalan. Sebagian turun dan menari-nari di tengah jalan. Dari bau mulut mereka sangat kentara aroma ciu (minuman keras tradisional lokal). Hampir terjadi bentrok fisik antara kedua massa. Beruntung, kedua Satgas partai bisa melerai.

Pada Pemilu 2004, meskipun saya kurang bergairah mengikuti Pemilu yang sebenarnya ini merupakan kesempatan pertama saya mencoblos, saya tetap datang ke TPS. Lebih dari itu, karena saya juga ingin tahu detail teknis pelaksanaan Pemilu, mengingat saya adalah mahasiswa Fakultas Hukum, saya mendaftarkan diri sebagai Saksi pemungutan suara dari PBB. Untuk tugas itu, saya menerima bayaran Rp100.000 (kalau tidak salah). Tidak instruksi dari pimpinan PBB untuk memilih PBB saat saya menghadiri briefing pembekalan Saksi. Namun seingat saya, saat itu saya mencoblos PBB untuk DPRD Kabupaten Sukoharjo (karena saya tercatat mencoblos di sini). Sedangkan untuk DPRD Provinsi saya coblos tiga partai sekaligus (PAN, PKS, dan PPP). Artinya suara saya tidak sah alias jadi Golput. Untuk DPR Pusat, saya mencoblos PKS dengan caleg No. 1 Hidayat Nur Wahid. Sedangkan untuk DPD saya mencoblos Dahlan Rais (saudara kandung Amin Rais).

***

Setelah Pemilu 2004 digelar pada 5 April 2004 dan selesai perhitungan suaranya, partai pemenang yang meraih suara mayoritas adalah Partai Golkar yang saat itu dipimpin Ketua Umum-nya, Akbar Tanjung. Berikut data statistik hasilnya:

Data Statistik Pemilu 2004
1. Jumlah Suara sah: 113.462.414 (91,19%)
2. Jumlah suara tdk sah: 10.947.925
3. Jumlah Pemilih: 124.420.339
4. Jumlah yg tdk memilih 23.580.030
5. Jumlah pemilih terdaftar 148.000.369
6. Total peserta pemilu Nasional 24 Partai
7. Total Partai pemenang Pemilu Nasional 18 Partai yg berhasil menempatkan wakil di DPR
8. Urutan Partai Pemenang Pemilu (%Kursi DPR)–> Golkar (23%) – PDIP (20%) – PPP (11%) – Demokrat (10%) – PAN (10%) – PKB (9%) – PKS (8%) – PBR (2,5%) – PDS (2%) – PBB (2%) – PPDK, Pelopor, PKPB, PKPI, PNI, PPDI (masing2 di bawag 1%).
9. Partai-partai Islam yang gagal masuk senayan dan suaranya hilang adalah Partai NU (900rb)
10. Tahun 2004, Diantara Partai Pemenang Pemilu yg mengaku sbg partai Islam adl PPP (9,2 jt suara) – PKS (8,3 jt suara), PBR (2,7jt suara), PBB (2,9 jt suara). Shg total suara keempat partai adl 23,1 juta suara.
11. Kalau dikalkulasi hasil pemilu 2004, Total suara Partai yg mengaku sbg partai Islam mencapai 24 juta suara.
12. Tahun 2004, Suara Golkar 24 juta, PDIP 21 juta, Demokrat (8,4 juta) PAN (7,3 juta), PKB (11,9 juta), PDS (2,4 juta), dll….

Jumlah suara: 113.462.414 suara

Golkar 24.480.757 (21,58%)
PDIP 21.026.629 suara (18,53%)
PKB 11.989.564 (10,57%)
PPP 9.248.764 (8,15%)
Demokrat 8.455.225 (7,45%)
PKS 8.325.020 (7,34%)
PAN 7.303.324 (6,44%)
PBB 2.970.487 (2,62%)
PBR 2.764.998 (2,44%)
PDS 2.414.254 (2,13%)
PKPB 2.399.290 (2,11%)

Dari statistik tersebut, seandainya Partai-partai yang mengaku Islam saat itu bersatu, yaitu PPP (9,2 jt suara), PKS (8,3 jt suara), PBR (2,7jt suara), dan PBB (2,9 jt suara), maka suara Partai Islam akan besar. Gabungan keempat partai itu mencapai sebanyak 24.204.879 suara atau 21,33% dari total suara. Belum bisa mengalahkan Partai Golkar (24.480.757 suaraa) memang, tapi kekuatannya cukup besar dan berada dalam posisi rangking 2. Dibandingkan dengan tahun 1999, suara gabungan Partai Islam pada Pemilu 2004 ternyata mengalami kenaikan. Tahun 1999 gabungan suara parpol Islam hanya 15,495,357 suara atau 14,65%.

Kalau di tahun 1999, total gabungan suara Partai Islam mencapai 14,65%, lalu di Pemilu tahun 2004 mencapai 24.204.879 suara atau 21,33%, kira-kira berapa persen ya perolehan suara Partai Islam di Pemilu 2014? Berapa prediksimu kira-kira, bro/sist?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

Iklan

3 Tanggapan

  1. tapi tidak ada satupun partai islam yang berprilaku islam

  2. thanks sob untuk postingannya…
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu…
    salam kenal yach…
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/

  3. Kalau bisa jangan lagi dah ada partai sebanyak itu lagi,,,PUSING milih nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: