Oktober 215 Tahun Silam, Masjid Al Azhar Dibombardir Pasukan Napoleon


Tanggal 21 Oktober, 215 tahun silam, Masjid Agung Al Azhar di Kairo, Mesir, dibombardir oleh Napoleon Bonaparte. Tak kurang dari 5.000 umat Islam Mesir dibantai. Masjid Al Azhar pun porak poranda mengalami kerusakan parah. Ribuan umat Islam berguguran.

***

Pada 1798, Napoleon memimpin tentara Prancis ke Mesir. Perjalanan ke Mesir sebenarnya bukan tujuan utama pasukan Prancis. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah ke India dan negeri timur lainnya (Asia). Mereka ingin bergabung dengan sekutunya, Tipu Sultan untuk mengalahkan Inggris. Namun dikarenakan Prancis saat itu bersaing dan berkonfrontasi dengan Inggris, maka Napoleon harus singgah terlebih dahulu di Mesir. Itu dilakukannya untuk mengamankan jalur armada perdagangan Prancis dari serangan Inggris.

Saat pertama mendarat di Alexandria pada tanggal 1 Juli 1798, Napoleon berpidato di depan pasukannya, “saya berjanji, setiap tentara yang kembali dari ekspedisi ini saya jamin akan memiliki uang yang cukup untuk membeli tanag seluas enam arpents (satuan luas di Prancis_red).” Napoleon menambahkan, “Masyarakat yang akan kita hadapai adalah umat Muslim. Mereka memiliki keyakinan iman bahwa ‘tidak ada Tuhan selain Allah dan Mahomet (Muhammad maksudnya_red) adalah nabi-Nya’. Jangan membuat konflik dengan mereka, perlakukan mereka seperti kalian memperlakukan orang-orang Yahudi dan orang Italia. Hormati mufti, imam-imam, dan pemuka agama mereka seperti Anda menghormati rabi dan uskup. Junjunglah tinggi toleransi yang sama untuk Al Quran, untuk masjid mereka, seperti yang Anda lakukan juga untuk biara, rumah-rumah ibadat agama Musa dan Yesus Kristus. Legiun Romawi datang untuk melindungi semua agama. Kalian di sini akan menemukan kebiasaan yang berbeda dari orang-orang Eropa, karena itu kalian harus terbiasa dengan kehidupan mereka. Mereka yang akan kita hadapi memperlakukan wanita dengan cara yang sangat berbeda dengan cara kita memperlakukan wanita di Eropa. Kota pertama yang akan kita hadapi dibangun oleh Alexander Agung. [Wikisource — Full text of the ”Déclaration du général Bonaparte au peuple égyptien”, 1798″ (in (French)). Fr.wikisource.org.]

Sementara kepada rakyat Mesir yang mayoritas beragama Islam, Napoleon menyampaikan propaganda,”sudah terlalu lama mereka yang memerintah Mesir telah menghina bangsa Prancis dan menutupi pedagang mereka dalam kubangan fitnah. Satu jam hukuman mereka telah datang. Terlalu lama gerombolan budak ini (Mamluk_red), menjadi tiran di bagian bumi yang paling indah, tetapi Allah tempat semua manusia bergantung, telah menetapkan bahwa kerajaan mereka akan segera berakhir. Wahai rakyat Mesir, mereka mengatakan kepada kalian bahwa saya datang untuk menghancurkan agama kalian, jangan percaya omongan mereka itu, saya datang untuk mengembalikan hak-hak kalian, menghukum perampas, dan saya menghormati Tuhan kalian, Nabi-Nya dan Al Quran lebih dari Mamluk. Katakan kepada mereka bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah. Kebijaksanaan, bakat, dan kebajikan adalah satu-satunya hal yang membuat satu orang berbeda dari yang lain. Apakah ada tanah yang lebih indah? Ini milik Mamluk. Jika Mesir adalah tanah pertanian mereka, maka mereka harus memberikan sewa sebagaimana Tuhan menyerahkan tanah ini kepada mereka untuk itu. Beritahu orang-orang di sekitar kalian bahwa kami adalah Muslim sejati juga. Bukankah kami juga menghancurkan Knights of Malta? Bukankah kami juga yang menghancurkan Paus yang membuat perang terhadap umat Islam? Bukankah kami dalam setiap saat telah berteman dengan Tuhan dan musuh musuh-musuh Tuhan kalian? Tiga kali bahagia adalah mereka yang akan bersama kami! Mereka akan berhasil dalam keberuntungan mereka dan pangkat mereka. Berbahagialah mereka yang memilih netral! Mereka akan mengenal kami dari waktu ke waktu, dan bergabung dengan barisan mereka dengan kita. Tapi sungguh tidak akan bahagia, tiga kali tak akan bahagia bagi mereka yang akan mempersenjatai diri bersama Mamluk untuk melawan kami! Tak akan ada harapan bagi mereka. Mereka akan binasa. [Wikisource — Full text of the ”Déclaration du général Bonaparte au peuple égyptien”, 1798″ (in (French)). Fr.wikisource.org.]

Pada tahun itu pula, dengan cepat bala tentara pasukan Napoleon berhasil menaklukkan Alexandria dan Kairo. Ia sampai di Kairo pada Rabu, 25 Juli 1798. Prancis berhasil mengalahkan kekuatan Mamluk yang semula menguasai Mesir dalam Perang Piramida. Sebenarnya wilayah Mesir merupakan bagian dari Provinsi di bawah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmani, namun secara de facto dikuasai Mamluk. Setelah menguasai Kairo, perlawanan terhadap pasukan Prancis dilakukan oleh rakyat Mesir.

Perpindahan kekuasaan dari Mamluk ke pasukan Prancis di bawah pimpinan Napoleon awalnya tidak terlalu mendapatkan gangguan dan perlawanan rakyat Mesir. Apalagi Napoleon datang tidak menghancurkan masjid-masjid dan melarang rakyat Mesir menunaikan ibadahnya. Namun, pada bulan Oktober tahun itu, tiba-tiba terjadi pemberontakan oleh penduduk Kairo yang mengejutkan pasukan Prancis. Penduduk kota menyebarkan senjata di jalan-jalan dan memperkuat benteng-benteng pertahanan terutama di Masjid Agung Al Azhar. Komandan Prancis Jenderal Dupuy tewas dibunuh. Setelah mendapatkan dukungan dari para syekh dan imam, penduduk Mesir bersumpah untuk memusnahkan semua orang Prancis -di rumah atau di jalan-. Massa penduduk Kairo berkumpul di gerbang kota untuk mendesak pasukan Bonaparte mundur dan dipaksa mengambil jalan memutar untuk masuk melalui gerbang Boulaq.

Sebuah manifesto diterbitkan dan disebar secara luas di seluruh Mesir. Seruan-seruan perlawanan dan jihad digelorakan. “Orang-orang Prancis adalah bangsa kafir, keras kepala, dan penjajah. Mereka memandang Al Quran, Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru sebagai dongeng,” demikian diantara kalimat-kalimat yang disebarkan.

Mendapat serangan yang meluas dan dalam jumlah yang besar dan mendadak, pasukan Prancis segera merespon dengan menyiapkan meriam di benteng dan menembaki penduduk Mesir yang melawan di Azhar dan daerah sekitarnya. Malam harinya, pasukan Prancis langsung pergi menghancurkan barikade-barikadi yang dibuat rakyat Mesir . Kavaleri memaksa masuk ke komplek Masjid Al Azhar dan menewaskan sejumlah orang. Penduduk Mesir berhasil dipukul mundur ke padang gurun. Setelah pasukan Prancis berhasil mengendalikan suasana, penduduk terkonsentrasi di Masjid Agung. Mereka bertahan di saa. Setelah Bonaparte mengatakan, “Tuhan terlambat, kalian sudah memulai maka sekarang saya yang akan menyelesaikan,” ia kemudian segera memerintahkan pasukan menembaki Masjid Al Azhar dengan meriam. Pasukan Napoleon berhasil merobohkan gerbang dan menyerbu ke dalam gedung, membantai rakyat Mesir yang berlindung di Masjid. Sejarah mencatat sekitar 5.000 sampai 6.000 orang gugur dan luka-luka.

Perlawanan rakyat Mesir hanya bertahan semalam. Meski sudah berhasil memobilisasi massa rakyat Mesir, mereka masih dapat dipatahkan oleh pasukan Napoleon. Dipenuhi rasa amarah, Napoleon Bonaparte langsung menangkap para penulis, propagandis, dan penyeru-penyeru perlawanan. Beberapa orang Syekh dihukum karena ikut berpartisipasi dalam perlawanan. Sebagian mereka dieksekusi. Napoleon juga menetapkan pajak yang tinggi serta membentuk sebuah komisi militer sebagai hukuman kepada rakyat Mesir.

Meski serbuan dan serangan Napoleon Bonaparte dengan pasukannya terhadap Masjid Al Azhar sangat melukai umat Islam, ada satu hal kontradiksi yang ia pernah ungkapkan tentang Islam. Pada tahun 1817 dia mengungkapkan komentarnya tentang Islam. “Saya suka agama Mohammedan (Islam_red) sebagai agama terbaik. Agama ini memiliki sedikit hal-hal tak masuk akal dari pada agama kita (Katolik Roma_red). Menurutku, Mohammaedan (Islam_red) merupakan agama terbaik dibanding yang lainnya.” [Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne, Memoirs of Napoleon Bonaparte. Scott, Webster & Geary. 1839. p. 586.]

Referensi:

Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne, Memoirs of Napoleon Bonaparte. Scott, Webster & Geary. 1839. p. 586.
The Encyclopedia of Islam. H.A.R. Gibb E
Muqarnas, An Annual on The Visual Culture of The Islamic World. 1996
http://www.touregypt.net/hfrench.htm, June 20th, 2011, akses 21 Oktober 2013

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

8 Tanggapan

  1. wahhh menambah pengetahuan..
    thx infonya 🙂

  2. but it’s still survive till now
    http://ahmad_fizri12u.student.ipb.ac.id/

  3. Beneran nih kak? wahhh bagus nih nambah2 informasi..

  4. Wah, blognya bagus… terus berkarya jangan berhenti dan semoga bermanfaat bagi semua orang.

  5. menurut info napoleon itu muslim ya mas??

  6. thanks infonya,nisa jadi bahan referensi nih

  7. semua menjadi bahan pelajaran diwaktu mendatang ! semangat saja tidak cukup, kuasai teknologi dan ekonomi..

  8. informasi yang sangat bermanfaat… mudah mudahan sang bloger terus updet artikel2 lainnya yang lebih spektakuler hehehe… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: