Repetisi Media: Positif atau Negatif?


Beberapa Koran Media Cetak (Sumber: Klik pada gambar)

Beberapa Koran Media Cetak (Sumber: Klik pada gambar)

Repetisi Media: Positif atau Negatif?

Google Trend dalam sepekan terakhir mencatat ada 7 kata kunci (keyword) pencarian yang mendominasi situsnya. Ada beberapa kata kunci yang banyak dicari orang-orang di Indonesia melalui situs mesin pencari Google Indonesia, yaitu kata: Airin Rachmi Diany, Ratu Atut, Akil Mochtar, Adjie Pangestu, Nikita Mirzani, narutobleachlover, dan samsung galaxy core.

Tiga keyword tertinggi diraih oleh tiga orang tokoh politik sekaligus pejabat yang saat ini tengah tersangkut kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Airin Rachmi Diany, Ratu Atut, dan Akil Mochtar. Tak disangka, masyarakat dunia maya di Indonesia ternyata masih tertarik dunia politik dan penegakan hukum. Entah memang karena alasan ketertarikan pribadi dalam masalah politik dan hukum atau lebih karena penasaran dengan nama-nama yang tiba-tiba terkenal karena diulang-ulang di hampir seluruh media baik televisi, radio, daring (online), cetak, dll.

Saya meyakini mayoritas rakyat Indonesia tak banyak tahu tentang tiga nama di atas sebelumnya, kecuali sebagian masyarakat di Serang atau Banten. Namun kini, hampir seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia yang melek media tahu tentang mereka. Hanya saja pengetahuan mereka hampir pasti bermuara pada sisi-sisi negatif. Kalau boleh memprediksi, jika ketiga nama itu kita sebut sekarang di depan masyarakat Indonesia, kemungkinan besar akan berujung pada satu kata: koruptor. Benarkah demikian?

Kemungkinan masyarajat Indonesia menyebut mereka sebagai ‘koruptor’ sangat wajar karena hampir setiap pembahasan di seluruh media baik cetak maupun elektronik membahas dugaan keterlibatan mereka dalam kasus korupsi. Dan hal itu oleh media diulang-ulang terus mulai pagi, siang, sore, hingga malam. Maka sangat wajar jika masyarakat kemudian punya image ‘koruptor’ kepada ketiga orang tersebut, meskipun secara hukum mereka belum terbukti bersalah. Ya itulah kedahsyatan repetisi media.

Repetisi yang dilakukan oleh media sangat bisa mengubah pikiran alam bawah sadar manusia. Tentunya manusia yang melek media. Jika manusianya tidak melek media, nggak akan ada pengaruhnya. Ternyata, repetisi dalam triune brain’ yang dikemukakan pertama kali oleh dokter dari Amerika yang juga peneliti otak Paul D. MacLean, disebut sebagai bagian dari rahasia motivasi yang melalui jalan otak belakang (http://100motivasi.wordpress.com/2012/04/13/motivasi-dan-teori-tiga-otak/. Dalam teori lain yang tidak saya ketahui darimana, repetisi disebut sebagai salah satu metode ampuh yang terbukti untuk membuat mudah otak kita menyimpan memori.

Para penghafal Al Quran, konon mampu menghafal al Quran juga dengan melakukan repetisi tak hanya satu dua kali. Mungkin belasan kali, mungkin puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali. Nggak usah jauh-jauh melihat para hafidz (penghafal Al Quran), kita lihat pengalaman diri kita sendiri saja. Ingatkan kita kapan kita bisa menghafal surat Al Fatihah atau surat-surat dan ayat-ayat yang lain dalam al Quran? Pengalamanku, hanya karena sering menjadi makmum shalat yang imamnya selalu membaca surat yang ‘itu-itu saja’ maka dengan sendirinya saya pun bisa hafal surat tersebut tanpa saya harus menghafalkannya. Apakah pengalamanmu sama dengan saya?

Bahkan kalau kita mau men-tadaburi (mempelajari lebih mendalam) tentang Al Quran, banyak sekali kalimat-kalimat atau kata-kata yang diulang-ulang di dalamnya. Konon, ada ribuan kata dalam Alquran yang diulang puluhan, ratusan bahkan ribuan kali (jujur saya tahu hanya karena membaca sebuah artikel, bukan karena menghitungnya). Contohnya, ketika seorang khotib atau penceramah membaca ayat “Innallahu ‘ala kulli syai’in ……..”, para jamaah pendengar kebanyakan akan menyahut dan meneruskan “qadir…” Mereka bisa menyahut demikian karena otak alam bawah sadar merekam kalimat-kalimat repetisi yang sengaja atau tidak, kita baca berulang-ulang. Dan lagi-lagi konon, karena repetisi di dalam ayat -ayat Al Quran itulah maka hikmahnya Al Quran mudah dihafalkan (bagi yang mampu menghafalkannya) :D.

Kesimpulan saya, repetisi memiliki kemampuan untuk menanamkan pengaruh dengan lebih efektif pada alam bawah sadar seseorang. Jika alam bawah sadar kita terus menerus diisi dengan hal-hal negatif dan buruk maka tentu saja alam pikiran kita akan lebih condong pada hal-hal yang negatif dan buruk. Begitupula sebaliknya, jika alam bawah sadar kita kita isi dengan repetisi positif, maka semoga alam pikiran kita mengarah kepada hal positif dan baik.

Semoga media-media kita lebih banyak bercerita tentang kemenangan, kebangkitan, keceriaan, keaktifan, antusiasme, dan hal-hal positif serta baik dan indah agar alam bawah sadar kita lebih banyak merekam slide-slide yang positif. 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

6 Tanggapan

  1. “Semoga media-media kita lebih banyak bercerita tentang kemenangan, kebangkitan, keceriaan, keaktifan, antusiasme, dan hal-hal positif serta baik dan indah agar alam bawah sadar kita lebih banyak merekam slide-slide yang positif.”

    amin, harapan yang bagus, semoga media-media mendengarkan

  2. Terkadang media cuman hanya membuat sensasi saja,supaya media yang dikelolanya laku keras pdhal berita itu terkadang viktif

    Berita terupdate dan terpercaya

  3. Smoga media semakin memberikan manfaat positif,nukan sebaliknya

  4. media sekarang ga bisa asal telan begitu saja.. dan kebanyakan media hanya menutup2i bahkan menggiring kita ke apa yang mereka mau…

  5. semoga terlepas dari kontroversi media,paling tidak bisa memberikan sisi positif dengan kebenaran informasi yang bisa dipertanggung jawabkan

  6. saat ini semua media membacking sang empunya.
    rakyat menonton.
    biar mereka bertikai antar media 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: