Salah Memilih Diksi Mengobarkan Api


Situasi konflik seringkali terjadi hanya karena salah memilih diksi dalam kalimat atau ucapan. Sebaliknya, terciptanya hubungan harmonis atau kesan pertama yang baik dan mendalam seringkali terwujud karena kepandaian seseorang memilih diksi dalam berkomunikasi. Hanya karena kata kebo (Jawa: kerbau) dan ‘Jokowi bodoh’, Gubernur Jawa Tengah saat itu, Bibit Waluyo, dihujat oleh sebagian warga Solo.

***

Sepanjang bulan puasa lalu, kantor perusahaan tempat aku mencari ‘sebongkah berlian’ menyediakan takjil dan nasi kotak buka puasa bagi karyawan-karyawannya. Tidak seluruh karyawan memperoleh nasi kotak. Menurut kebijakan dari bagian terkait, makanan takjil dan nasi kotak puasa hanya disediakan perusahaan untuk karyawan level pelaksana dan petugas cleaning service. Sementara untuk karyawan level pimpinan ke atas termasuk Manajer dan Asisten Manajer tidak berhak menerima takjil dan nasi kotak. Sebuah kebijakan yang aneh dan janggal, menurutku. Parahnya, kebijakan itu tak diketahui oleh seluruh karyawan karena tak disosialisasikan terlebih dahulu.

Hari pertama puasa saat menjelang waktu berbuka, salah seorang Manajer perusahaan menghubungi bagian terkait yang mengurus makanan buka puasa. “Pak, kok kami belum menerima takjil dan nasi ya? Maghrib khan sebentar lagi,” katanya kepada salah seorang staf di bagian terkait.

Maaf pak, takjil dan nasi kotak buka puasa hanya diperuntukkan bagi karyawan pelaksana. Untuk karyawan pimpinan ke atas tidak ada jatahnya. Gini saja pak, ini saya hitung dulu, kalau ada sisa nanti kami ke Bapak. Sepertinya ini masih ada sisa beberapa kotak pak,” jawab staf bagian terkait.

Oh, ngga usah. Saya beli sendiri saja,” jawab sang Manajer menutup pembicaraan di ujung telepon.

***

Hari kedua puasa saat menjelang waktu berbuka, salah seorang staf bagian terkait meminta staf pesuruhnya untuk mengantarkan takjil dan nasi kotak kepada salah seorang Manajer beserta staf-stafnya yang masih bekerja di ruang kerja kantor. Staf pesuruh itu pun membawa 3 nasi kotak berikut takjil buka puasa.

Pak, ini takjil dan nasi kotak buka puasa untuk Bapak dan staf di ruangan ini,” ucap si pesuruh.

Lho, katanya saya disuruh beli sendiri,” kata sang Manajer.

Hmm…., ini ada lebih kok pak, bagaimana?” kata si pesuruh.

Yaudah. Taruh meja saya dan ke staf-staf saya ya!” jawab sang Manajer.

***

Pada situasi pertama, Manajer menolak menerima nasi kotak dan takjil sedangkan pada situasi kedua, Manajer bersedia menerima nasi kotak. Selidik punya selidik, pada situasi pertama, sang Manajer merasa dilecehkan dengan diminta menunggu dulu sebelum mendapatkan sisa nasi kotak. Sedangkan pada situasi kedua, sang Manajer mau menerimanya karena merasa diperlakukan secara baik. Lebih jauhnya, setelah diselidiki lebih dalam, ketersinggungan sang Manajer hanya karena persoalan pemilihan diksi, yaitu kata ‘sisa’ dan ‘lebih’.

Diksi kata ‘sisa’ di mata Manajer berkonotasi negatif, yaitu sisa makanan dari orang-orang yang secara jabatan levelnya berada di bawahnya. Sedangkan kata ‘lebih’ ternyata lebih berkesan positif di benak sang Manajer. Reaksi Manajer atas dua situasi yang pada hakekatnya sama, ternyata direspon berbeda hanya karena diksi dalam bahasa komunikasi. Lebih hebatnya yang membuat sang Manajer terkesan, justru yang pandai berkomunikasi adalah staf pesuruh lulusan Madrasah selevel SMA yang notabene karyawan kelas rendah di perusahaan itu. Sedangkan karyawan staf bagian yang memerintahkan si pesuruh bertitel Sarjana dengan kelas yang jauh lebih tinggi dari si pesuruh. Namun dalam komunikasi, tingkat pendidikan ternyata bukan jaminan mutlak kepandaian seseorang berbahasa. Pesan moral yang dapat saya ambil, salah memilih diksi bisa menjadi kobaran api.

Ahmed Fikreatif

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: