Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?


Pegawai Pajak di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

“Sesungguhnya, pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud
kitab Al-Imarah : 7)

“Seandainya penduduk suatu negeri mau beriman dan beramal shalih, niscaya Kami limpahkan kepada merka berkah (kebaikan yang melimpah) baik dari langit atau dari bumi, tetapi mereka mendustakan (tidak mau beriman dan beramal shalih), maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf : 96)

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

30 Tanggapan

  1. Tergantung amal perbuatannya kali ya…

    • Kalau menurut letter lux haditsnya ga lihat pengabdian atau kejujurannya.

      • kalo yg makannya dari hasil uang dari pemungutan pajak bagaimana
        ya..?
        kalo yg memungut saja neraka, berarti hasil pungutannya jg bisa dibilang haram, dan yang ikut menikmati dana APBN.. termasuk mereka yang hidupnya bergantung dari proyek2 pemerintah yg didanani dari APBN.. apa juga ikut menanggung “dosanya” pemungut pajak karena ikut merasakan manfaatnya.. ?

        spt para pns/tni/polri/anggota dewan/anggota partai (sebagian besar gaji mereka /dana operasional partai jg bersumber dr APBN .. 75% APBN berasal dari pajak).. begitu juga pengusaha2 yg bergerak dibidang proyek2/rekanan pemerintah.. dan pengadaan barang/jasa.. jika uang pajak dianggap hasil perasan dan menjadikannya rizki yg haram.

      • Silakan dianalisa sendiri dan diyakini sendiri Halal atau haram.

  2. kalau yang korupsi terus tentnya iya..:)
    Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

  3. Padahal menantu idaman pegawai pajak 🙂

    • Tp bukan idaman saya 🙂

  4. ngeri juga kerja di t4 itu.

  5. wew, bener tuh pengurus pajak tempatnya di neraka ?_?

    • Wallahu a’lam

  6. ga semua kok,… tergantung pengabdian

    • Kalau menurut letter lux haditsnya ga lihat pengabdian atau kejujurannya.

  7. iya saya setuju ,, tapi untuk mereka yang bekerjanya tidak jujur dan salah gunain jabatannya sebagai pegawai pajak ,, atau sekalaipun pimpinannya

    • Apalagi kalau korupsi…..

  8. coba di cari dulu tujuan dari pemungutan pajak itu hakikatnya untuk apa……. setahu saya, pajak yang didapat adalah untuk pembiayaan pembangunan daerah tempat dipungutnya pajak tersebut. contoh, biaya perbaikan jalan, pokoknya untuk biaya pembangunan daerah tersebut.

    Jadi, kalau ada pegawai/pejabat pajak yang menyelewengkan uangnya untuk kepentingan diluar itu atau untuk kantong sendiri atau korupsi, saya rasa bukan hanya pegawai pajak, kerja ditempat lain pun kalau yang namanya korupsi ya sama, berdosa juga..

    judul artikelnya boleh-boleh saja, tapi isinya tolong diluruskan….

    • Silakan diluruskan jika ada yg bengkok

  9. Kan ga smua petugas Pajak jahat..
    Rambut boleh sama hitam, hati siapa yang tau?
    Semua kembali lagi kepada pemikiran dan perbuatan masing2 orang..

    • Kalau Anda muslim, silakan dikaji saja hadits ttg pajak itu….

  10. hem ini judulx udah mengvonis petugas pajak, klu suatu negara g ada pajak jalan tol gedung sekolah kantor camat kantor lurah puskemas di bangun pake biaya siapa?? klu uang pajaknya di korupsi itu yang mungkin yg masuk neraka sekrang aja mw minta sumbangan buat jalan di lingkungan aja susah

    • Bukankah judulnya dg tanda tanya?

      Dibangun pakai duit rakyat. Bukan oleh kantor pajak.

  11. Di negara berkembang kalau tidak ada pajak, bagaimana membiayai pembangunan. kalau buat postingan dipikir 2 kali, jangan-jangan anda bukan orang yang taat pajak sehingga membuat hal seperti ini biar kantor pajak bubar!

    • Silakan dicari negara2 mana saja yg bisa membiayai pembangunan tanpa Pajak.
      Saya taat pajak atau tidak bukan urusan Anda.

    • Kalau mau berbicara sebagai seorang muslim, dasar berpijaknya seharusnya Al Quran dan Sunnah.

      Silakan baca ini ~> http://mifdlol.staff.iainsalatiga.ac.id/2013/01/25/book-review-reformasi-menuju-sistem-perpajakan-islami/

      Anda petugas Pajak? 😀

  12. Yang jelas, menarik pajak di atas 10% adalah perbuatan yang dikutuk oleh Allah, menurut hadits. Besarnya dosa menarik pajak itu sedemikian rupa sampai-sampai nabi mengatakan bahwa doanya tidak akan dikabulkan walaupun saat berdoanya pada jam-jam dimana Allah akan mengabulkan semua doa (kecuali penarik pajak dan tukang sihir/santet). Nabi juga mengatakan bahwa penarik pajak tidak akan masuk surga. Serta cara menebus dosanya adalah dengan rajam (dilempari batu sampai mati). Dosa macam apakah ini?

    Anehnya, Gus Dur, mantan presiden RI yang notabene adalah seorang kyai dan pengajar di pondok pesantren, juga Amien Rais yang mantan ketua MPR dan mantan ketua Muhammadiyah, merasa okey-okey saja dengan pajak yang melebihi 30%. Bahkan Amien Rais sebagai ketua MPR juga yang menanda tangani amendeman yang mencantumkan kata “pungutan yang bersifat memaksa”. Politikus adalah sekumpulan penipu (dan tentu saja hipokrit), sampai terbukti sebaliknya. Kalau kita lihat betapa banyaknya partai politik yang berbasis Islam yang isinya penuh dengan kyai berjanggut dan berjidat hitam, yang sebagian dari mereka ini duduk di pemerintahan (DPR, kementrian, dsb), tetapi suara untuk menentang pajak di atas 10% tidak pernah terdengar dari kalangan mereka. Itulah politikus penipu (dan tentu saja hipokrit), sampai terbukti sebaliknya.

  13. Hebat sekali, salut saya sama yg nulis ini.
    Orang paling suci sepertinya. Bersih tanpa dosa.
    Saya sarankan Anda mendirikan negara sendiri.

    • yang nulis kitab2 hadisnya Imam Ahmad dan Abu Dawud. Para ahli hadis. Kalau menurut Al-Albani hadis itu Shahih. ”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”. Sumber: https://almanhaj.or.id/2437-pajak-dalam-islam.html

      Kalau sebuah hadis shahih, maka berarti bolehlah kita klaim asalnya dr Rasulullah SAW. Kalau asalnya dr Rasulullah SAW, silakan protesnya ke Rasulullah saja mba Aya Aulia.

    • yang nulis kitab2 hadisnya Imam Ahmad dan Abu Dawud. Para ahli hadis. Kalau menurut Al-Albani hadis itu Shahih. ”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”. Sumber: https://almanhaj.or.id/2437-pajak-dalam-islam.html

      Kalau sebuah hadis shahih, maka berarti bolehlah kita klaim asalnya dr Rasulullah SAW. Kalau asalnya dr Rasulullah SAW, silakan protesnya ke Rasulullah saja mba Aya Aulia.

      • Inallilahi wa inailaihi rojiun semoga Alloh mengampuni Anda yang telah menyakiti hati sodara sesama muslim anda sendiri dengan menjudgenya masuk ke neraka.

      • Udah dikasih tahu yg men-judge itu siapa lho?
        Saya ini hny menyampaikan peringatan yg datang dr Rasululllah SAW.
        Diterima atau tidak monggo….
        Tetapi saran saya silakan dipelajari saja hadisnya…..

        Klo masalah hakikat surga neraka, semua Hak Allah. Bukan hak saya.
        Tapi Rasulullah telah memberi peringatan demikian. Mari kita pelajari bersama…..

      • Biar Alloh yang maha adil menghakimi perkara ini di hari akhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: