Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang Sukhoi Pesta Minuman Keras Sebelum Kecelakaan


Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang Sukhoi Pesta Minuman Keras Sebelum Kecelakaan 

Bismillahirrahmanirrahim.

Di tengah-tengah suasana duka yang menyelimuti Indonesia dengan adanya kasus kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak, Rabu lalu (9/5/2012), sebuah media Islam justru melawan arus pemberitaan media mainstream.

Media-media mainstream secara umum menonjolkan sisi humanisme dalam penyajian berita kecelakaan pesawat Sukhoi dengan beraneka macam gaya. Bahkan hampir semua media mainstream mengucapkan belasungkawa atas tragedi kecelekaan tersebut.

Namun sebuah media Islam Arrahmah.com justru berani melawan arus media mainstream. Dengan keberanian berbekal bukti beberapa lembar gambar foto yang terbatas dan belum terverifikasi, Arrahmah.Com menampilkan sebuah headline pemberitaan yang kontroversial. “Sebelum jatuh ada suguhan Sampanye di Pesawat Sukhoi SJ-100 demikian judul berita yang diterbitkan pada hari Ahad, 13/05/2012.

Tentu saja, pemberitaan Arrahmah.Com yang berani dan kontroversial serta (maaf) sedikit berlebihan tersebut memancing ribuan pembaca yang merasa penasaran.

Ditambah dengan gaya penulisan lead pemberitaan yang langsung menusuk, Arrahmah.Com seolah menunjukkan sikap redaksi secara tersembunyi. ‘Bermaksiat kemudian meninggal. Itulah setidaknya kalimat yang cocok untuk sebagian penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight (uji coba) dan akhirnya jatuh di kawasan Cidahu, Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu lalu (9/5/2012)‘ demikian tulis Arrahmah.Com dalam lead news nya.

Belum cukup dengan jurus lead pemberitaan yang menusuk, Arrahmah.Com mulai memainkan kalimat-kalimat opini yang tentu saja kurang pas dalam sebuah penyajian pemberitaan yang seharusnya bersifat faktual.

Arrahmah.Com menulis dengan gaya bertanya yang semestinya kurang pas dimuat dalam penyajian berita (bukan artikel opini), ‘Apakah para pilot dan ko-pilot turut disuguhi minuman bir atau tidak?. Wallahu a’lam, belum ada yang tahu. Jika itu terjadi, bisa dipastikan kelalaian manusia (human error) merupakan salah satu penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100‘.

Masih merasa kurang dengan penegasan dan dugaan-dugaan serta penggiringan opini, Arrahmah.com justru makin memperkuat arah sikap beritanya dengan menampilkan pendapat yang dikutip dari salah seorang tokoh ormas Islam.

Ini peringatan dari Allah Swt. Mereka bermaksiat sebelum take off. Melalui peristiwa ini Allah Swt mengingatkan kita semua untuk menjauhkan diri dari maksiat. Itu pelajarannya,” kata Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Bekasi, Ustadz Bernard Abdul Jabbar.

Semakin lengkap seolah ingin menunjukkan bukti yang kuat dengan pemberitaannya, Arrahmah.Com menampilkan tiga buah gambar foto penyajian minuman sampanye kepada sejumlah penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100).

Benarkah Mereka Penumpang SSJ 100 Yang Menabrak Gunung Salak?

Membaca pemberitaan di Arrahmah.Com pertama kalinya, timbul rasa penasaran dalam benak penulis untuk meneliti keabsahan foto yang ditampilkan Arrahmah.Com.

Singkat cerita setelah penulis mencoba mencari bukti-bukti lain di internet, penulis pada akhirnya berkesimpulan bahwa pemberitaan Arrahmah.Com itu salah dan menyesatkan.

Foto para penumpang yang sedang menerima sajian minuman sampanye itu bukanlah para penumpang yang meninggal dunia saat pesawat SSJ-100 menabrak Gunung Salak, tetapi merupakan penumpang SSJ-100 yang sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan di beberapa media, dalam kegiatan joy flight (uji coba) SSJ-100 di Halim Perdanakusuma pada hari Rabu itu, ada dua kali kegiatan joy flight. Pertama dilakukan sebelum kejadian pesawat SSJ-100 menabrak. Sementara yang kedua berakhir dengan kecelakaan setelah pesawat SSJ-100 menabrak Gunung Salak.

Silakan tonton video lengkap berikut ini:

Dalam video di atas, ditampilkan video yang berisi rekaman kegiatan joy-flight pertama saat berangkat, di udara, dan mendarat. Kemudian di akhir video ditampilkan joy flight kedua hanya pada saat persiapan sebelum terbang dari arah luar dan pada saat pesawat take-off.

Jika Anda memperhatikan video di atas tepat pada menit 6:32, akan ada video tayangan para penumpang yang persis sama dengan gambar yang ada di dalam foto yang ditampilkan Arrahmah.Com. Dan kemudian ditampilkan para penumpang yang turun dari pesawat.

Selanjutnya, pada menit 6:56 pada video di atas, ditampilkan proses pendataan untuk kegiatan joy flight SSJ-110 yang kedua. Inilah yang kemudian berakhir dengan kecelakaan yang menimpa pesawat tersebut.

Pada menit 7:08, tampak dua orang wartawan Trans TV yang merupakan sebagian korban kecelakaan pesawat itu. Nama wartawan itu Aditya Sukardi, seorang juru kamera Trans TV, sementara di sisi sebelah kanannya Ismiyati, reporter Trans TV. Keduanya turut menjadi korban pesawat naas itu.

Video itu sendiri direkam oleh seseorang yang sampai saat ini, ia masih hidup.

Saran dan Kritik

Sebagai sebuah media Islam, Arrahmah.Com seharusnya sangat mementingkan aspek-aspek cover-both side, adil, dan berhati-hati dalam pemberitaan sebagaimana menjadi asas dalam jurnalistik. Penulis meyakini bahwa redaktur Arrahmah.Com sudah sangat paham dan mungkin hafal di luar kepala pada surat Al Hujurat ayat 6.

‘Wahai orang-orang yang Beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan (al-Hujurat:6)’

Sebagaimana yang penulis ketahui, ayat tersebut turun setelah perang Bani Mushthaliq dinyatakan selesai yang melibatkan sesama umat Islam antara rombongan Al-Walid bin Uqbah dan kabilah al-Harits bin Dlirar.

Turunnya ayat ini boleh dibilang merupakan bagian dari asas-asas jurnalistik dalam Al Quran. Ayat ini mengajarkan kepada kaum muslimin agar berhati-hati dalam menerima dan mengolah berita serta informasi. Sebab informasi sangat menentukan mekanisme suatu keputusan dalam hal tertentu.

Berita yang salah akan menyebabkan semua pihak merasa menyesal. Pihak pembuat berita juga merasa menyesal karena akibat beritanya itu menyebabkan dirinya mendhalimi orang lain. Pihak yang menjadi korban pun tak kalah sengsaranya mendapatkan perlakuan yang dhalim. Maka, jika ada informasi-informasi tertentu, umat muslimin berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sekalipun berasal dari umat Islam sendiri sumber beritanya, apalagi jika hal itu berhubungan dengan keumatan.

Bahaya Pemberitaan Palsu

Dalam kasus pemberitaan Arrahmah.Com, kalaupun sekiranya berita tentang para penumpang SSJ-100 itu benar-benar meminum sampanye atau berpesta minum minuman alkohol sebelum kecelakaan, apakah pemberitaan seperti itu dapat pula dibenarkan dalam Islam? Apakah kita bisa menjamin bahwa seluruh penumpang pesawat itu minum minuman itu? Ataukah tuduhan kita itu hanya bersifat dzon (sangkaan) belaka?

Penulis merasa prihatin sekaligus peduli dengan pemberitaan-pemberitaan Arrahmah.Com selama ini mengingat Arrahmah.Com merupakan media yang mengatasnamakan media Islam, bukan media kacangan.

Seharusnya, sebuah media Islam menonjolkan sikap berhati-hati dalam penulisan beritanya, bukan main posting mengejar rating belaka. Karena itulah yang membedakan antara media Islam dan media mainstream. Wallahu a’lam.

“Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa besar yang paling besar, lalu beliau menjelaskan, kata-kata dusta atau kesaksian dusta” (HR al-Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban”. (al-Isra’:36)

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Posting ini dikirim ke sejumlah media-media Islam agar sekiranya diperkenankan untuk dimuat agar menjadi second opinion atas pemberitaan yang perlu diluruskan seputar dugaan adanya pesta minum minuman keras (sampanye) yang dilakukan oleh para penumpang Sukhoi Superjet 100 sebelum kecelakaan. Posting ini juga sudah dimuat oleh media MuslimDaily.Net (klik di sini).

Iklan

23 Tanggapan

  1. semoga arrahmah.com mau memperbaiki pemberitaannya..

  2. oh sumbernya dari situ toh. dari dulu arrahmah.com emang suka gitu..beberapa artikelnya cenderung memprovokasi dgn disuguhi gambar/foto/video yg mendukung.. padahal kalo lebih jeli dan mencari sumber lain, ternyata lain cerita. makanya aku ga pernah baca2 situs itu lagi

  3. saya yakin berita ini benar meski photonya salah…. ini sudah jadi rahasia umum minuman keras disuguhkan dalam kebanyakan setiap acara di indonesia.. astafgfirullah..

  4. Media seperti ArRahmah.Com memiliki kepentingan sendiri.
    Apapun itu hendaknya mushibah ini menjadi pelajaran bagi kita yang masih hidup.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabarkan,

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun’.” (QS. Al-Baqarah: 155-156)

    Coba anda buka artikel ini => http://wp.me/pYIJG-g1, semoga bermanfaat.

  5. yang menjadi masalah disini seharusnya bukanlah org yang sudah meninggal, tetapi harusnya kita memberi rasa belasungkawa yang terdalam. seandainya itu benar, itu adalah urusan mereka dgn tuhannya. Kenapa kita harus mempersoalkan itu. seharusnya sebagai insan dan kaum muslimin harusnya saling menutupi aib sodaranya sendiri dan bukan membeberkan> Bukan gol dari kaum muslimin sesiapa yang tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri> itu sabda Rasul. Buat Arrahman.com> Teliti sebelum membeli, baru dapat barang yang bagus> Teliti sebelum memberi informasi, karena dosa dan fitnah yang anda tanggung sangat besar. Fitnah lebih kejam daripada membunuh> … buat para korban, semoga arwah mereka diterima disisi yang maha kuasa. amien

  6. pesawat ny gag suka di pke tempat minuman…
    dri pada tiap take off jadi tempat minuman…
    dia lebih milih mendarat di gunung salak…

  7. Bisa jadi foto tsb memang bukan pada flight-2, tapi pada flight sebelumnya. Kemudian bukanlah suatu yg tidak mungkin terjadi, jika pada flight-2 pun ada suatu kejadian semisal yg terlihat di foto.
    Dan (menurut saya) maksud yg ingin Arrahmah.com sampaikan bahwa melakukan kemaksiatan (terlebih dosa besar) bisa menjadi keadaan akhir hayat siapapun. Maka kita harus menjaga diri dari kemungkinan akhir yg buruk (suul khotimah).

    <>

  8. waduhh,, bukannya berduka malah menambahkan sebuah masalah isu terbaru lagi walau belum tentu kebenarannya,, sudahlah buat media tersebut jangan begitu,, semua itu adalah bencana.. 😦

  9. Anda coba naik pesawat maskapai lokal dan asing di penerbangan dari/ke Indonesia, apalagi kalo penumpangnya kelas bisnis. Jangan kaget kalo selalu ada suguhan bir, wine dan sejenisnya.

    Kemudian, bukankah penulis sendiri mengutip bahwa dalam lead pemberitaan yg dimaksud adalah sebagian penumpang dan bukan semua.

    Kesimpulannya sebagai seorang muslim, kita harus menyadari bahwa setiap bencana terjadi karena perbuatan maksiat, entah langsung atau tidak langsung.

  10. amat disayangkan, media “islam” justru membuat berita yang tendensius dan opini sepihak yang berdasarkan fitnah bukan fakta. Amat bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

  11. agama di tangan orang-orang arrahmah.com, amat sangat sangat menyebalkan. musibah, rejeki tak selalu bisa dikaitkan langsung dengan sebab perilaku yang disangkakan. “kemaksiatan yang membuat pelakunya rendah hati lebih baik daripada ibadah yang hanya membuat orang sombong”. (Ibnu Athaillah).

  12. Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. 🙂

  13. Assalamualaikum…
    Gan, terimakasih info, yah kayaknya memberitakan atau melanjutkan cerita (-) orang tentang sesuatu yang belum jelas itukan kategori fitnah yah Gan. Kayaknya mengapa di negeri ini kehidupan masih terpuruk karena mungkin senang melakukan “dosa yang tidak terlihat” yaitu banyak mengkonsumsi berita gak jelas “fitnah” lalu emosi. Sekali lagi Thanks penulis Gan…

  14. sangat memperhatinkan sekali peristiwa tersebut .
    thanks iyah gan infromasinya semoga bermanfaat

  15. Semoga dijadikan pelajaran bagi arrahmah.com untuk memberikan berita yang faktual, bukan sekedar menyampaikan opini

  16. Kasihan banget, kecelakaan yang tidak terduga.. thank infonya

  17. memberitakan suatu hal harus berimbang. tidak hanya berdasar analisa fotos semata, namun harus mendalami kasus secara rinci. kalo tidak berita simpang siur akan tersebar di mana-mana.

  18. Setau ane sudah menjadi hal yang lumrah kalo di pesawat itu disuguhkan minuman keras apalagi maskapai luar negeri.
    Meskipun itu foto Joyflight 1 tapi ane yakin minuman keras yang sama akan disuguhkan di Joyflight 2.
    Wallahu Alam

  19. Belum tau dia Aramah com, ane baru tau.

  20. yang lebih mengenaskan lagi, negara kita sudah bisa bikin pesawat sendiri, kenapa mesti beli dari negara lain ? kita sudah banyak menjual CN-235 dan laris di seluruh dunia.

  21. ikut menyimak artikelnya gan..

  22. udah tau beritanya..
    sungguh memprihatinkan kecelakaan tersebut…

  23. inalillahiwainnailaihiaji’un…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: