Menangguk Laba Dalam Musibah Gempa


Menangguk Laba Dalam Musibah Gempa (Kasus: Mie Sedap)

Salah satu bentuk risiko yang tak bisa dicegah serta berimplikasi besar adalah musibah. Bisa berwujud gempa, banjir, bah, tsunami, dan lain-lain. Menghadapi bentuk risiko murni fisik seperti itu umumnya banyak pihak yang merugi. Hampir seluruh orang berkemungkinan besar akan mengalami penurunan pendapatan jika terjadi hal-hal demikian. Namun jika ada seorang yang jeli melihat suatu peristiwa dan bisa mentransformasikannya ke dalam suatu nilai tambah maka bisa dipastikan besar kemungkinannya ia akan menjadi pemenang.

Saya ada sedikit cerita tentang keberhasilan produk Mie Sedaap dalam merebut pasar mie instan di kawasan Padang dan sekitarnya.

Kisaran akhir tahun 2009, kota Padang diguncang gempa dahsyat yang memporakporandakan kota tersebut dan sekitarnya. Akibatnya, gempa menghancurkan sebagian infrastruktur, komunikasi, dan aliran listrik sehingga Padang menjadi gelap gulita. Akibatnya, pasokan bahan makanan pun tidak lancar dan terjadi krisis. Banyak toko-toko yang mengalami rusak bahkan rubuh.

Melihat situasi tersebut, salah satu produk mie instan di Indonesia, yaitu Mie Sedap kemudian melakukan langkah cepat untuk ‘memanfaatkan’ (dalam makna positif_pen) peristiwa tersebut. Disamping mereka mengirimkan bantuan Mie Sedap langsung kepada korban bencana sebagai bentuk kepedulian sosial, mereka juga menurunkan tim pemasaran untuk berkeliling kota Padang. Tujuan tim tersebut bukan untuk berjualan membuka kedai-kedai. Mereka turun untuk memberikan pelayanan kepada distributor-distributor, warung-warung, toko-toko, dan masyarakat secara umum berwujud pembelian kembali (retur) produk Mie Sedap. Hanya dengan membawa produk Mie Sedap yang rusak, kadaluarsa, atau lainnya warga bisa memperoleh uang sejumlah tertentu sesuai nilai returnya.

Langkah retur jemput langsung di tengah-tengah korban gempa di Padang itu ternyata berdampak positif terhadap image Mie Sedap di kalangan warga Padang. Warga Padang merasa apa yang dilakukan oleh Mie Sedap adalah langkah yang memudahkan mereka sekaligus membuktikan kepedulian mereka atas musibah gempa yang terjadi. Kecil atau besar, hasil retur mie instan yang rusak memiliki nilai yang cukup besar bagi para distributor misalnya untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya setelah kejadian gempa yang dialaminya. Pengaruh selanjutnya, produk Mie Sedap pun mulai memimpin di pasaran kota Padang.

Melalui sebuah proses pengambilan risiko terukur yang jeli dan jitu, Mie Sedap mampu mentransformasikan risiko tersebut menjadi sebuah peluang bisnis yang berimplikasi pada peningkatan nilai sehingga Mie Sedap mampu menjadi Market Leader di kota Padang dengan cara yang sangat elegan. Risk Transformer.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Kunjungan perdana sobat
    Wow benar- benar strategi jitu dan berani mengambil risiko
    Tapi dg seperti itu, produk mereka akan mempunyai nilai tersendiri di kalangan masyarakat dan tentunya itu akan menaikkan brand mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: