Enaknya Menjadi Dokter


Dokter

Dokter

Enaknya Menjadi Dokter

Di suatu pagi, Pakdhe Sutrisno nampak tengah berbincang-bincang sambil nyeruput teh panas kental manis (istilah Jawa: legi panas kenthel). Namanya juga obrolan warung kopi angkringan, temanya pun loncat kesana-kemari. Dari mulai obrolan ringan seputar kehidupan rumah tangga sampai obrolan berat seputar politik dan hukum di negeri mimpi menjadi topik rutin setiap pagi. Saat aku datang, obrolannya tentang profesi.

Wah, enak ya menjadi dokter?” kata Pakdhe Sutrisno.

Ya enak lah. Cuman orek-orek di atas secarik kertas kecil saja bayarannya minta puluhan sampai ratusan ribu. Belum kalau nyuntik bokong pasien-pasiennya. Kalau sampai operasi, mungkin itu ibarat panen raya buat mereka,” Paklik Tejo langsung merespon pertanyaan Pakdhe Sutrisno.

Hahaha. Itu dia maksudku Jo. Ada lagi selain itu. Tahu nggak profesi dokter ini adalah satu-satunya profesi yang didukung oleh pemerintah?” kata Pakdhe Sutrisno.

Lho kok bisa?” tanya paklik Tejo penuh keheranan.

Ya bisa. Bahkan tak hanya itu. Tanpa perlu susah-susah promosi, Dokter selalu rutin dipromosikan di televisi. Dan para dokter itu nggak perlu bayar duit se-sen pun,” jawab Pakdhe Sutrisno menambah penasaran.

Hmm…” Paklik Tejo hanya bergumam.

Lihat tuh, di iklan-iklan obat kayak Mixagrip, Promag, Konidin, dan sejenisnya. Pasti setelah tayangan iklannya ada pesan BILA SAKIT BERLANJUT HUBUNGI DOKTER. Mana ada profesi lain yang didukung gratisan seperti itu selain profesi dokter? Nggak ada to?” urai Pakdhe Sutrisno.

Wah, pintar ngelawak juga kamu Mas. Hahaha,” kata Paklik Tejo.

Hehehehe…,” Pakdhe Sutrisno ikut tertawa terkekeh.

Berjam-jam duduk di atas kursi kayu panjang setelah sholat subuh hingga matahari naik sepenggalah, seperti biasanya, mereka tak pernah menghasilkan kesimpulan obrolan. Namanya juga obrolan warung. Ngomong-ngomong, saya mau nyeruput teh legi panas kenthel yang tersaji di depan saya dulu ya….

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. ngahaha, iya juga ya, dokter dapet iklan promosi di iklan obat2an gitu~ 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: