Kantor Pusat PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)


Kantor Pusat PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)

Indonesia memiliki beberapa perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perkebunan. BUMN Perkebunan yang sampai saat ini masih eksis dan lestari ada sebanyak 15 perusahaan BUMN. Mereka adalah PT. Perkebunan Nusantara I, II, III, sampai dengan IV (biasa disebut dengan PTPN) dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia. Salah satu diantara perusahaan BUMN perkebunan itu adalah PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) yang kantor pusatnya berkedudukan di Bandung.

Meskipun kantor pusatnya berada di Jl. Sindangsirna No. 4 kota Bandung, hal ini bukan berarti hanya memiliki aset dan kebun di sekitar Bandung saja. PT. Perkebunan Nusantara VIII (selanjutnya disebut PTPN VIII) memiliki kebun yang secara umum tersebar di wilayah Jawa Barat dan Banten. Hal ini disebabkan karena sejarah panjang PTPN VIII yang cikal bakalnya bermula dari perusahaan perkebunan milik pemerintah kolonial Belanda.

Sebagaimana BUMN-BUMN umum lainnya, PTPN VIII (begitu juga PTPN lainnya) pada awalnya adalah perusahaan perkebunan milik Belanda pada masa penjajahan. Kemudian setelah masuknya Jepang yang lebih fokus pada perang dengan dilanjutkan adanya Proklamasi Republik Indonesia pada tahun 1945, maka sejak saat itu berakhirlah kekuasaan asing di bumi Indonesia.

Maka semenjak itu, secara otomatis terjadilah penyerahan kedaulatan menjadi milik pemerintah Republik Indonesia. Penyerahan kedaulatan ini juga terjadi pada seluruh perusahaan-perusahaan perkebunan di Indonesia. Pada kemudian hari, perusahaan perkebunan itu selanjutnya dikenal dengan nama Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Lama. Kemudian antara tahun 1957 – 1960 dalam rangka nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan perkebunan eks milik swasta Asing (antara lain : Inggris, Perancis dan Belgia) dibentuklah PPN-Baru di Jawa Barat.

Dan selanjutnya pada periode 1960 – 1963 terjadi penggabungan perusahaan dalam lingkup PPN-Lama dan PPN-Baru menjadi: PPN Kesatuan Jawa Barat I, PPN Kesatuan Jawa Barat II, PPN Kesatuan Jawa Barat III, PPN Kesatuan Jawa Barat IV dan PPN Kesatuan Jawa Barat V. Barangkali karena dirasa masih belum efektif dan efisien maka selanjutnya pada periode 1963 – 1968 diadakan reorganisasi dengan tujuan agar pengelolaan perkebunan lebih tepat guna dengan dibentuknya PPN Aneka Tanaman VII, PPN Aneka Tanaman VIII, PPN Aneka Tanaman IX dan PPN Aneka Tanaman X, yang mengelola tanaman teh dan kina, serta PPN Aneka Tanaman XI dan PPN Aneka Tanaman XII yang mengelola tanaman karet. Dan pada periode 1968 – 1971, PPN yang ada di Jawa Barat lebih diciutkan lagi menjadi tiga Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) meliputi 68 kebun, yaitu :

  • PNP XI berkedudukan di Jakarta (24 perkebunan), meliputi perkebunan-perkebunan eks PPN Aneka Tanaman X, dan PPN Aneka Tanaman XI;
  • PNP XII berkedudukan di Bandung (24 perkebunan), meliputi beberapa perkebunan eks PPN Aneka Tanaman XI, PPN Aneka Tanaman XII, sebagian eks PPN Aneka Tanaman VII, dan PPN Aneka Tanaman VIII;
  • PNP XIII berkedudukan di Bandung (20 perkebunan), meliputi beberapa perkebunan eks PPN Aneka Tanaman XII, eks PPN Aneka Tanaman IX, dan PPN Aneka Tanaman X;

 

Pegawai Perkebunan Jaman Dulu

Pegawai Perkebunan Jaman Dulu

Perubahan kembali dilakukan pada tahun 1971 yang menjadikan PNP XI, PNP XII dan PNP XIII selanjutnya berubah status menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (Persero). Pada tahun 1994 (mulai 1 April 1994), dalam rangka restrukturisasi BUMN Perkebunan sampai tahun 1996 (10 Maret 1996), pengelolaan PT Perkebunan XI, PT Perkebunan XII, dan PT Perkebunan XIII digabungkan di bawah manajemen PTP Group Jabar yang selanjutnya diikuti dengan peleburan perusahan menjadi bernama PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero) pada tanggal 11 Maret 1996. Sampai saat ini, belum ada lagi penggabungan PTPN VIII dengan PTPN lainnya. Namun menurut rencana, seluruh PTPN di Indonesia akan digabungkan dalam sebuah perusahaan Holding. 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: