PNS: Besok Makan Siapa Ya?


PNS: Besok Makan Siapa?

PNS Golongan I : Besok makan nggak ya?

PNS Golongan II : Besok makan apa ya?

PNS Golongan III : Besok makan dimana ya?

PNS Golongan IV : Besok makan siapa ya?

Secara umum, Pegawai Negeri Sipil memiliki empat golongan utama yaitu Golongan I, II, III, dan IV. Makin besar angka golongannya berarti makin tinggi golongannya dan otomatis makin tinggi pula penghasilannya. Setiap golongan itu memiliki sudut pandang dan persepsi masing-masing atas sebuah situasi dan kondisi yang sama di depan mereka. Persepsi mereka tentu saja berkait dengan tingkat golongannya sehingga membuat sudut pandangnya akan berlainan.

Sebagai misal sebagaimana dalam anekdot di atas perihal topik ‘MAKAN’. Ketika topik ‘MAKAN’ disampaikan kepada para Pegawai Negeri Sipil lintas golongan, maka mereka akan memiliki persepsi jawaban masing-masing yang tentu saja berbeda-beda. Jika pertanyaan itu diajukan kepada seorang PNS Golongan I, maka topik ‘MAKAN’ mungkin akan sebatas pertanyaan imaginer “Besok makan nggak ya?” Pertanyaan itu akan sangat mungkin diutarakan oleh PNS Golongan I karena memang gaji mereka secara resminya sangat kecil jika untuk menghidupi keluarga. Jadi wajar jika mereka akan bertanya “Besok makan nggak ya?” Dan mereka sudah merasa bersyyukur alhamdulillah jika hari ini dapat makan sekeluarga.

Pertanyaan berbeda akan muncul pada PNS Golongan II. Dengan gaji yang sudah relatif mencukupi, maka mereka sudah bisa berpikir untuk memilih makanan. Sehingga, pertanyaan yang muncul di kalangan PNS Golongan II adalah “Besok makan apa ya?” Itu karena mereka sudah bisa untuk mencukupi kebutuhan makan hari ini dan esok.

Sementara bagi PNS golongan III yang gajinya sudah di atas rata-rata cukup apalagi yang sudah remunerasi, persoalan makan-memakan sudah bukan urusan Primer lagi. Mereka sudah pasti bisa menyiapkan kebutuhan makan untuk hari ini, esok, lusa dan beberapa hari kemudian. Maka pertanyaan mereka pun sudah berbeda dengan golongan I dan golongan II, “Besok makan dimana ya?”

Golongan IV adalah golongan utama tertinggi bagi seorang PNS. Gaji mereka sudah sangat cukup untuk menyediakan makanan jangka panjang. Level mereka sudah akan menduduki posisi-posisi jabatan strategis dan struktural. Mereka bukan lagi pegawai teknis namun sudah menjadi seorang pemimpin. Mereka juga sudah terlalu banyak makan makanan enak lintas restaurant, daerah, hotel, dan aneka macam masakan dari yang murah sampai yang mahal. Maka bagi mereka sudah bukan bicara apa yang dimakan atau dimana mereka akan makan, tetapi siapa target yang akan mereka makan besok, lusa, dan seterusnya. 😀

Anekdot di atas muncul di tengah-tengah masyarakat kita sudah sejak lama. Sejak zaman Indonesia mengklaim masa itu sebagai masa baru (bc: orde baru). Kondisi pada saat itu memang digambarkan dan dianekdotkan seperti itu karena memang cocok dan pas. Para pejabat PNS banyak yang hidup mewah sementara bawahan-bawahannya hidup seadanya bahkan untuk memikirkan makan saja belum tentu bisa. Kehidupan mereka sudah sangat akrab dengan istilah gali lobang tutup lobang. Namun itu dulu……

Bagaimana dengan sekarang? Ternyata kondisi sekarang lebih parah. Jika dulu anekdot pertanyaan “Besok makan siapa?” hanya terjadi di kalangan PNS Golongan IV, maka saat ini di zaman yang dengan pedenya disebut dengan orde reformasi, anekdot itu sudah diturunkan dan diwariskan kepada sebagian PNS pada level golongan III bahkan II.

Beberapa waktu lalu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mensinyalir sebuah pernyataan bahwa 50% PNS muda yang kaya terindikasi korupsi. Mereka terindikasi memiliki rekening ‘gendut’ beratus-ratus juta bahkan sampai miliaran rupiah. Padahal rata-rata mereka masih berusia antara 28-38 tahun. Secara umum, PNS yang berusia sejauh itu dapat ditebak golongannya tidak jauh-jauh dari III A, yaitu golongan awal saat diangkat menjadi PNS dari jenjang strata 1 (S1). Gaji pokoknya pun tak lebih dari Rp 4,5 juta per bulan.

Pertanya annya, dengan gaji sebesar itu, mungkinkah mereka bisa menabung dan memiliki tabungan hingga miliaran rupiah? Sulit untuk meng-iyakannya. Kecuali jika yang bersangkutan memiliki usaha yang besar atau memperoleh warisan orang tua yang besar dan banyak (kaya). Jadi, tipe PNS Golongan mana kira-kira Anda? 😀

NB: Follow twitter PPATK di @PPATK kalau mau follow me di @fikreatif 😀

 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

11 Tanggapan

  1. Yang penting para PNS perlu mengingat kembali sumpah jabatannya karena pertanggung jawabannya bukan hanya pada negara, KPK dan rakyat tapi pada Allah SWT. Ini semua adalah akibat dari rekrutmen PNS yang penuh dengan unsur KKN. Ketika NIP sudah diperjual belikan maka jabatanpun akan diobral

  2. hii, pertanyaan yang terakhir serem amat, “makan siapa”~ 😥

  3. makan…
    PNS pikirnya makan-makan mulu…

    • biaya makan-makannya tar di biayakan ke instansi. 🙂

  4. hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  5. wkwkwkkwkwk
    haduh lucu sekali anekdotnya, tapi rasanya tepat sekali untuk mendeskripsikan keadaan para pe-en-es di luaran sana saat ini walaupu tidak semuanya.

  6. enakan gol 4 dong isa mkan ap aj,
    haduh porsi na bisa melebihi binatang yg bernama singa,gajah, ikan paus, dst…
    jdi pngen mkan, laper blum mkan….^_^

  7. Kalo Dija jadi PNS…
    Dija mau jadi PNS yang bersih dan baik aja

  8. wah parah juga nih keadaan negeri kita

  9. moga tetap bisa jadi istri pns yang gak nuntut macem2 ama laki.
    makan cukup dengan “gepuk”
    gep kurupuk…. gep kurupuk….
    🙂

  10. hehehe… mantap Gan.
    klo ane berharap jadi orang yg pandai bersyukur aja Gan.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: