SEA GAMES Adalah Ajang Persahabatan Bukan Arena Politik dan Perang


SEA GAMES Adalah Ajang Persahabatan Bukan Arena Politik dan Perang

Saat aku menuliskan posting ini, hanya berselang beberapa jam menjelang laga final cabang sepakbola dalam even Sea Games. Final sepakbola kali ini mempertemukan Indonesia vs Malaysia. Muncullah euforia massa khususnya di kalangan masyarakat Indonesia yang luar biasa baik di dunia nyata dan dunia maya. Sebagai misal, aku membaca di beberapa media online Indonesia dihiasi komentar-komentar ‘kasar’ dari sebagian oknum pembaca Indonesia. Komentar-komentar mereka nampak dari materi umpatan, serapah, dan paling kecil adalah plesetan-plesetan nama negara seperti Malaysia menjadi Malingsial, Malingsia, mALAYsia, dan sejenisnya. Dalam waktu yang sama pula mereka mengelu-elukan Indonesia dengan simbol Garuda-nya bak agama yang tidak pernah mungkin salah. Sangat disayangkan sebenarnya.

Logo SEA Games

Logo SEA Games

Hampir setiap komentar-komentar dan diskusi-diskusi di warung kopi dan internet akan senantiasa berujung pada cemoohan, makian, dan umpatan buruk terhadap negara-negara yang menjadi lawan Indonesia dalam setiap pertandingannya. Bahkan saat tim Malaysia mengalahkan Indonesia di babak fase grup, massa suporter Indonesia sampai dengan bodohnya ‘mengancam’ rombongan timnas Malaysia yang keluar dari stadion. Belum lagi tindakan-tindakan yang tidak profesional yang ditunjukkan oleh petugas panitia jika mereka melayani rombongan dari negara lain, khususnya Malaysia.

Jadi sebenarnya, kita ini mengadakan event Sea Games untuk mencari musuh atau justru mempererat persahabatan? Kita perlu tahu SEA GAMES yang merupakan anonim dari Southeast Asian Games adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di SEA Games di bawah naungan Federasi Olahraga Asia Tenggara (Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Asal-usul SEA Games sendiri berhubungan erat dengan Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara (Southeast Asian Peninsular Games) atau disingkat SEAP Games yang dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit pada tahun 1957. Pada saat namanya SEAP Games, negara pesertanya adalah Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaysia, Laos, Vietnam dan Kamboja (dengan Singapura dimasukkan kemudian) yang kemudian disebut sebagai negara-negara pelopor. Sedangkan Indonesia bukanlah termasuk di dalamnya. Dan yang paling penting, salah satu tujuan diadakannya pesta olahraga SEA GAMES ini adalah untuk mengeratkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara (catat: bukan untuk semakin mempertebal permusuhan!).

Jadi, jika SEA GAMES tidak bisa memenuhi tujuan untuk mempererat hubungan dan persahabatan, bahkan justru menjadi semakin mempertebal permusuhan kurasa sudah tidak perlu lagi diadakan acara SEA GAMES-SEA GAMES serupa. Semoga menjadi renungan bersama…. Salam.

Source: Website Southeast Asian Games Federation dan Sea Games Indonesia 2011

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

10 Tanggapan

  1. yang penting sportif…

  2. Setuju sekali.

    Tapi saya membayangkan, perang di dunia ini digantikan oleh kegiatan olahraga antarnegara. 😀
    Jadi, mau gak mau, negara yang kalah dalam olahraga (misal sepakbola) harus merelakan sedikit lahannya dikuasai oleh negara lain. Kalau menang, dapat wilayah. 😆

    • Berarti kita barusan dapat bagian wilayah di sepuluh negara tetangga dong, OK siapkan perbekalan kita pindah ke sono ramai-ramai yuk!
      #tenggelam dalam bayangan Asop 😀

    • wahhh.. berarti sekarang wilayah kita nih yang diambil alih Malaysia.. 🙂

  3. hanya ingin mengikuti postingan agan .
    postingan yang menarik
    nice gan .

    sempatkan mampir ke website kami
    http://www.hajarabis.com

  4. iya setuju gan,,,ini adalah pesta olahraga yang mnunjukan keterampilan para atlit bukan arena politik yang agan sebutin,,saya juga banyak membaca kata2 kasar pada negara tetangga kita,,walau bagaimanpun mereka kita haus tetap menghargai,,jadikanlah ajang ini sebagai pengenalan kepada dunia bahwa indonesia adalah negara yang ramah,,,,

  5. ga kerasa ya sea games udah selesai, tau-tau nonton cma bagian finalnya doang hahahaha…

  6. yah begitulah suka dukanya, kalo gak ikut sea games gak gaul, kalo ikut sea games yah begitulah, kadang sampai jatuh korban, panitia benar-benar harus waspada dan mempersiapkan sesuatunya dengan baik.

  7. Yup. Tapi sea gemes juga merupakan benchmark, so berbanggalah kita karena indonesia menjadi juara umum. Kita bangga sebagai Indonesia.

  8. Artikel yang sangat bermanfaat untuk para pecinta sea games

    Cek http://trainingoutbound.co.id/lokasi/outbound-training-jakarta/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: