Kampung Arab di Puncak


Kampung Arab di Puncak

Gambar di atas dan gambar-gambar di bawah ini kupotret dari dalam bus sepulang acara Rapat Kerja Pimpinan di perusahaan tempatku bekerja di kawasan Puncak-Bogor. Agak nampak kurang jelas karena saat itu tengah hujan sehingga jendela bus basah oleh tetesan air hujan. Semoga kekurangan itu tidak membuat Anda kecewa.

Sebelumnya, aku hanya pernah mendengar saja kalau di Puncak-Bogor ada kampung Arab dari televisi atau surat-surat kabar. Namun saat aku melewati kawasan kampung Arab di Puncak-Bogor pada saat itu beberapa waktu lalu, aku benar-benar sempat terheran-heran dengan pemandangan yang kulihat di sekelilingnya. Kampung yang disebut kampung Arab ini benar-benar sangat Arab bahkan lebih dari kampung Arab (Pekojan) yang pernah kutemui di Solo atau Pekalongan dan tempat lain. Hampir seluruh sudut desa/kampung yang disebut kampung Arab itu menampakkan pernak-pernik ke-Arab-an dengan segala asesorisnya. Bahkan nama-nama toko, wartel, sampai warung pun menggunakan nama Arab dan bahasa Arab. Beberapa detik aku seperti merasa tidak sedang di Indonesia.

Sebenarnya nama asli kampung Arab itu sendiri yakni Kampung Sampay, satu dari tiga kampung di Desa Tugu Selatan, satu kilometer di atas Taman Safari, Cisarua, Bogor. Dari Jakarta, jarak menuju kampung ini sekitar 80 kilometer barangkali. Kampung Arab disebut juga oleh sebagian orang dengan kampung Warung Kaleng. Warung Kaleng adalah sepotong Jalan Jakarta-Puncak di kilometer 84, tak lebih dari 50 meter panjangnya. Di kanan-kiri jalan, berjajar 30-an warung. Uniknya, hamir seluruh papan-papan nama warung itu bukan hanya berhuruf latin dengan kata-kata bahasa Indonesia, tapi juga (bahkan ada yang hanya) papan nama berhuruf Arab, dari wartel sampai toko roti, dari toko kelontong sampai rumah makan. Hebatnya lagi, di kampung itu lebih banyak warga bertampang Timur Tengah (baca: Arab).

Sebutan Warung Kaleng ternyata sudah eksis sejak zaman kolonial Belanda. Dulu, konon kawasan itu hampir semua warungnya beratap seng atau kaleng. Jadilah sepetak lahan itu kemudian di sebut Warung Kaleng. Awalnya yang tinggal di warung-warung itu adalah para pedagang Tionghoa. Sampai sekarang, nama itu masih melekat meski suasananya sudah berganti ke-Arab-Araban sehingga disebutlah kampung itu menjadi Kampung Arab.

Tidak ada yang tahu pasti kenapa perlahan tapi pasti kenapa dan kapan Warung Kaleng bisa berganti menjadi kampung Arab. Konon, turis-turis dari padang pasir itu merindukan suasana yang berbeda dengan negeri mereka yang panas dan berpantai. Mereka mengidamkan berlibur di sebuah wilayah yang digambarkan orang Arab seperti surga dunia atau biasa mereka sebut dengan jabal ahdor atau gunung hijau. Nah, di kampung Sampay itulah, mereka menemukan Jabal Ahdor itu. Sebuah kampung yang dianggap mendekati gambaran surga dalam pikiran mereka. Bunga, air mengalir, lingkungan hijau dan indah. Dan sekarang gambaran Jabal Ahdor yang mereka idamkan itu semakin ‘lengkap’ setelah di Jabal Ahdor itu ‘dilengkapi’ dengan banyak ‘bidadari’. Maka Jabal Ahdor itu sudah berubah menjadi jabal al jannah, gunung surga. 😦

Eksistensi kampung Arab di kawasan Puncak-Bogor tentu saja menjadi kontroversi yang belum selesai. Kamu ‘kapitalis’ menganggap ini sebagai sebuah lahan duit. Sedangkan kaum agamis menganggap ini adalah lahan maksiat. Namun lucunya, ada sebuah pondok pesantren yang didirikan dari sumbangan dan donasi para turis-turis Arab yang menikmati liburan di Jabal Ahdor. Apakah dunia ini sudah mendekati hari kiamat? Tentu saja benar, karena memang sudah pasti bahwa Hari Kiamat Makin Dekat! Ya khan? 😀

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

5 Tanggapan

  1. Ck ck ck…. saya langsung ingetnya kawin kontrak. 😦

    • hahahah….pandangan orang emang tergantung FOE (Fill Of Exferience)

  2. peringatan allah akan segera tiba

  3. sedih banget klo ngomongin kiamat , mending kita . kita ini yang sadar ajak temen biar taubat .
    saya takut juga klo da kata . kata kiamat 😦
    salam kenal http://www.hajarabis.com

  4. Bisa menjadi salah satu alternatif tempat singgah jika kapan hari pergi ke Puncak bersama keluarga atau rekan kerja.

    Yuk Outbound di Puncak http://trainingoutbound.co.id/lokasi/outbound-training-jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: