Meskipun 0% Alkohol, Bintang Zero Tetaplah Minuman Haram

Bir Bintang Zero (Tetap Haram)

Bir Bintang Zero (Tetap Haram)

Meskipun 0% Alkohol, Bintang Zero Tetaplah Minuman Haram

Beberapa waktu lalu, perusahaanku mengadakan rapat kerja pimpinan (Rakerpim) di kawasan Puncak-Bogor. Aku kebetulan ikut serta dalam rombongan sebagai pembantu umum. Entah karena hawa dingin atau memang sudah kebiasaan, panitia membeli 2-3 kardus karton produk minuman merk Bintang Zero (lihat pada gambar). Hampir semua peserta pun disuguhi minuman yang katanya mengklaim diri 0% alkohol. Aku juga disuguhi satu kaleng. Untuk penghangat badan, katanya. Aku hanya tersenyum menerimanya. Benarkah Bintang Zero berkadar alkohol 0% dan halal dikonsumsi? Baca lebih lanjut

Mau Tinggal Di Apartemen Ini?

Apartemen - Mau tinggal Di Sini?

Apartemen - Mau tinggal Di Sini?

Mau Tinggal Di Apartemen Ini?

Aku hitung, berdasarkan lubang kotak yang ada di gambar di atas, setidaknya bangunan apartemen di atas ada 30 lantai. Berapa pastinya, saya tidak tahu. Aku hanya memotretnya saat dalam perjalanan menuju Puncak saat melewati ruas jalan Cawang sepertinya. Kalau bisa memilih, apa kamu mau tinggal di apartemen setinggi itu? Baca lebih lanjut

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul” Yogyakarta

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul”

  1. Adanya jaminan status khusus dari pemerintah Indonesia untuk dua negara yang bersifat Kerajaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kepangeranan Paku Alam sebagai “imbalan” untuk bergabung dengan Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Piagam Penetapan 19 AGustus 1945.
  2. Adanya status keistimewaan bahwa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa Setingkat Propinsi (Bukan Propinsi) yang dipimpin oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Bukan Gubernur dan Wakil Gubernur) dengan konsep Dwi Tunggal sesuai UU No. 3 Tahun 1950.
  3. Adanya kekuasaan penuh atas Pemerintahan Dalam Negeri Yogyakarta serta Pemahamannya dari Kekuasaan-Kekuasaan lainnya di tangan Sri Sultan dan Sri Paku Alam yang dipertanggungjawabkan langsung kepada Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Amanah HB IX / Paku Alam VIII – 5 September 1945

“BERGABUNG TAK BERARTI MELEBUR”

Pengawal Amanah HB IX 5 September 1945

Leaflet (selebaran) ini harap disimpan sebagai pegangan memperjuangkan keistimewaan DIY

 

Leaflet (selebaran) itu saya temukan tertempel di dinding trotoar jalan Malioboro, beberapa waktu lalu.

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Pemetik Teh

Pemetik Teh

Pemetik Teh

Pemetik Teh

Dari orang semacam inilah aku memperoleh gaji dari perusahaanku. Kepada seluruh pemetik teh di Indonesia, kuucapkan salam takzim atas pengorbanannya dalam memetik teh baik di pagi, siang, atau sore. Baik di bawah rintik air hujan atau langit cerah. Terima kasih. Tanpamu apa jadinya kami. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan buat ibu-ibu semuanya. Amiin. Baca lebih lanjut

H 8106 AS

Plat H 8106 AS

Plat H 8106 AS

H 8106 AS

Gambar di atas kupotret di sekitar jalan dari Rawamangun ke Cawang. Barangkali si pemilik mobil itu orang Semarang karena Plat nomornya berawalan huruf H yang merupakan kode plat nomor asal Semarang. Tapi bisa juga arti huruf H-nya adalah Haji. Kemudian, si pemilik mobil itu adalah seorang pengusaha BIOGAS karena plat nomornya secara jelas dan mencolok menunjuk kata BIOGAS. Betul nggak kira-kira?  Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: