Tentang Tulang Rusuk


Tentang Tulang Rusuk

Ini artikel atawa kisah ada di arsip lama kompi-ku yang baru saja kutemukan. Aku tidak tahu siapa penulis aslinya dan siapa yang pertama kali menyebarluaskannya. Mumpung inget, ku-share kembali saja barangkali bisa menjadi hiburan sekaligus pelajaran.

***

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut.

Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih?

Sutrisno dan Titin duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas lalu Titin pun memulai meminta kepastian. Ya tentu saja, tentang cinta. Apalagi?

Titin : “Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?”

Sutrisno : “Kamu dong?”

Titin : “Menurut kamu, aku ini siapa?”

Sutrisno : (Berpikir sejenak, lalu menatap Titin dengan pasti) “Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

***

Waktu berlalu. Setelah menikah, Titin dan Sutrisno mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera. Hidup mereka menjadi membosankan.

Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Titin lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”

Sutrisno sangat membenci ketidakdewasaan Titin dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Tiba-tiba Titin menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Sutrisno, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Sutrisno menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Titin kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah.

“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”

***

Lima tahun berlalu….

Sutrisno tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Titin. Titin pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Sutrisno yang mengetahui semua informasi tentang Titin, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali. Titin tak menunggunya. Di tengah malam yang sunyi, saat Sutrisno meminum kopi, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Titin.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di bandara, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan. Mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas. Mata mereka tak saling mau lepas.

***

Sutrisno : “Apa kabar?”

Titin : “Baik…hmm.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?”

Sutrisno : “Belum.”

Titin : “Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.”

Sutrisno : “Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita khan? Belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.”

Titin tersenyum manis, lalu berlalu….” Good bye….” Seminggu kemudian, Sutrisno mendengar bahwa Titin mengalami kecelakaan, mati.

Malam itu, sekali lagi, Sutrisno mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya.

Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Titin, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. Mari kita coba bermuhasabah. Kita seringkali melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.

Pesan Moral dari cerita ini :

Kurangi minum kopi entar dadanya sakit………..! *gubrak.

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Iklan

2 Tanggapan

  1. klu poligami tulang rusuk cowoknya abis donk 😀 😀

  2. Eits, kopi itu enak, Mas. 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: