Iklan Menyesatkan GenRe (Generasi Berencana)


Iklan 'menyesatkan' GENRE

Iklan 'menyesatkan' GENRE

Generasi GENRE

Kata kawanku yang bekerja mandiri sebagai seorang Art Director, iklan Genre yang dikeluarkan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) di atas ‘menyesatkan’. Ia menganggap iklan tersebut ‘menyesatkan’ karena visualisasi iklan tersebut sangat tendensius dan menyesatkan.

Pada visualisasi gambar pada iklan tersebut, ada dua gambaran umum model wanita. Pertama pada gambar sebelah kiri adalah seorang wanita dengan dua anak yang nampak kerepotan. Sedangkan yang kedua pada gambar sebelah kanannya adalah seorang wanita yang terlihat senang dan bahagia. Kedua gambar tersebut kemudian diperjelas dengan sebuah tagline bertuliskan “Nikah Tanpa Rencana Jadi Bencana, GENerasi beREncana Jauh Dari Sengsara”. Sebagai penguat pesan, ada lagi tulisan eye catching “2 Anak Lebih Baik”.


Menurut kawanku, penggambaran iklan tersebut melalui visualisasi dua perempuan di atas sangat menyesatkan. Seolah-olah, orang yang kepayahan mengurus anak-anaknya dikatakan sebagai sebuah bencana dan keburukan, sementara gambaran wanita yang patut ditiru adalah wanita yang ‘menunda’ pernikahannya dengan hidup bergaya memakai pakaian bagus dengan aneka pernak-pernik perhiasannya. Seorang wanita yang ‘kepayahan’ dalam kebaikan mengurus anak-anaknya dianggap lebih buruk dibandingkan dengan wanita karir yang suka menenteng handphone.

Temenku juga mengkritisi salah satu tagline “2 Anak Lebih Baik”. Siapa yang berhak mengatakan bahwa orang dengan dua anak itu lebih baik daripada orang yang memiliki satu anak, tiga anak, empat anak dan seterusnya. Pernyataan “Lebih Baik” itu lebih baik buat siapa? Apakah bisa dibuat generalisasi pernyataan “2 Anak Lebih Baik” itu tepat dan benar? Apa bukti statistik dan penelitian ilmiahnya? Lebih dari itu, tagline itu sendiri juga bertentangan dengan gambar model perempuan yang kepayahan mengurus 2 anaknya.

Tentang persoalan pesan mengenai “Nikah Tanpa Rencana Jadi Bencana, GENerasi beREncana Jauh Dari Sengsara”, memang sesuatu yang direncanakan bagaimanpun juga memang lebih baik daripada sesuatu yang dikerjakan tanpa perencanaan. Namun, menghubungkan pesan antara ‘Nikah tanpa Rencana” dengan “Generasi Berencana” tentu tidaklah tepat dan tidak nyambung. Seharusnya, perbandingan yang pas adalah antara “Nikah Tanpa Rencana” dengan “Nikah Dengan Rencana”.

Jadi, menurut kawanku, sungguh sangat disayangkan lembaga BKKBN membuat iklan besar dan mahal namun justru menyesatkan. Sudah seharusnya orang-orang terpelajar yang berada di BKKBN berkreasi dengan lebih elegan dan tidak menyesatkan sebagaimana iklan GENRE di atas.

Aku sendiri mendengarkan argumentasi temanku yang hidup di dunia seni sebenarnya cukup terperangah juga. Aku mendukung apa yang disampaikan kawanku ini. Bagaimana denganmu, sobat?

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

16 Tanggapan

  1. Betul banget,seniman aja bs brpikiran sjauh dan sekritis itu,gmn nih yg bkin iklan?sesat!

  2. setuju gan….memang iklan itu menyesatkan dan tidak sesuai dengan hadist nabi yang menerangkan tentang “banyak-banyakan umat” …nabi mengajarkan, perbanyak anak agar umat islam tambah banyak…thanks

    • Persoalan ledakan penduduk terutama usia produktif harus menjadi perhatian serius semua pihak. Jika tidak, kita harus menghadapi banyak persoalan. Diantaranya, soal lapangan pekerjaan dan bakal terjadi baby boom tahap kedua.

      Kita tahu, usia produktif berada pada usia kerja dan usia subur.Apalagi, jika kualitas pendidikan rendah bisa membawa akibat terjadinya pertumbuhan penduduk yang tinggi. Kualitas manusia yang rendah ini akan mengakibatkan banyak kerugian. Misalnya, kerugian ekonomi jangka pendek antara lain, rendahnya produktivitas, hilangnya waktu produktif, biaya karyawan naik, kapasitas terpakai perusahaan rendah. Sedangkan kerugian ekonomi jangka panjang yakni mutu tenaga kerja tetap rendah, TKI hanya sebagai tenaga kasar, pertumbuhan ekonomi lamban, dan daya saing di pasar global pun rendah.

      Kekhawairan kita akan bertambah manakala usia angkatan kerja ini tidak terserap pasar kerja, secara baik. Maka, dapat dibilang, pengangguran merupakan sumber utama kemiskinan massal, baik kemiskinan materi maupun non-material.

      Menyikapi persoalan ini, BKKBN, terus melakukan edukasi terhadap pelajar dan remaja. Melalui berbagai kegiatan remaja, sudah dilakukan edukasi sekaligus sosialisasi soal pentingnya ber-KB dalam membentuk keluarga.

      Misalnya, saja, BKKBN di berbagai daerah telah menggelar lomba poster untuk kalangan pelajar di tingkat SMP dan SMA. Program lain yang sudah dilaksanakan adalah seni tari, teater, musik, dan lomba poster. Program ini kita namakan Program GenRe (Genarasi yang Punya Rencana).

      Melalui kegiatan ini yang diselingi dengan informasi soal KB, kalangan muda memiliki planning (rencana) untuk bagaimana mempersiapkan keluarganya dengan perencanaan yang matang.Sehingga terbentuk keluarga yang ideal yakni cukup dengan dua anak.

      Untuk itu, BKKBN juga menggandeng sejumlah mitra kerja seperti kelompok seniman, lembaga, hingga bekerjasama dengan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu).Kita tidak hanya sebatas sosialisasi dan pagelaran sejumlah kegiatan namun memantau cara pandang atau pun persepsi usia remaja dan mahasiswa terhadap konsep GenRe.

      Remaja dan mahasiswa hendaknya, harus dapat melihat serta merencanakan jauh ke depan, agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
      Memantapkan peran GenRe (Generasi Berencana)

      Selaras dengan UU No 52 Tahun 1999 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,
      peran serta remaja dalam Program KB yang dalam hal ini diterjemahkan dalam pelembagaan keluarga kecil bahagia sejahtera menuju penduduk tumbuh
      seimbang 2015, sangat strategis.

      Remaja merupakan salah satu kelompok penduduk yang harus dibina secara terus menerus dan dimantapkan, sehingga memiliki sikap dan perilaku yang mendukung pelembagaan sekaligus pembudayaan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera)

      Harapannya, para remaja, mampu menjadikan dirinya dan anak cucunya kelak sebagai manusia Indonesia yang berkualitas, tidak saja cerdas, sehat dan terampil, namun bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki loyalitas, dedikasi, dan disiplin yang tinggi serta berbudi pekerti luhur.

      Sebagai subyek, remaja atau generasi muda diharapkan berperan serta aktif mendukung pembangunan keluarga kecil bahagia sejahtera melalui berbagai kegiatan.

      Sebelumnya, kita mengetahui ada PIK-KRR, yang kini diubah menjadi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja). Programnya pun berubah menjadi Program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

      Nah, PIK Remaja dengan program PKBR nya sekarang ini diharapkan mampu memfasilitasi terwujudnya “Tegar Remaja” yakni remaja yang tidak saja berperilaku sehat dan terhindar dari risiko Triad KRR (Seksualitas, Napza dan HIV/AIDS) tetapi
      juga remaja yang mau menunda usia perkawinannya hingga mencapai kedewasaan penuh.

      Selain itu, bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (KKBS), serta mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Semoga.

      • setuju , sebaiknya untuk kita semua menjadi perhatian ,, dan lebih jauh diperdalam kajiannya ,, untuk itu mari kita belajar bersama,,
        alangkah lebih baik dipelajari dulu permasalahannya sebelum kita berkomentar kritis … husnudzon dan ambil kebaikan dari setip sisi ..

  3. KB kan salah satu program depopulasi

  4. saya sependapat dengan teman “seniman” anda

  5. good, saya setuju banget! 100%!!. Banyak yang anaknya dua ternyata malah menelantarkan anak2nya. ini iklan sisipan orang yang gak senang dengan ajaran islam yang memerintahkan untuk memperbanyak anak.
    saya pertama lihat iklan ini juga tidak senang. mari nikah muda, maka akan menyelamatkan kita dari kerusakan moral yang sudah semakin ‘sakit’.

    • Islam mengajarkan agar kita meninggalkan generasi yang berkualitas, keluarga yang kuat baik dari sisi iman maupun kesejahteraan.

  6. yup, setuju banget gan, kesannya ndeso, dan norak aja, iklan itu menganggap masyarakat itu bodoh, dan memang itu iklan pembodohan, tapi betulkan BKKBN bodoh? ada apakah di balik itu? siapa tau di balik itu ada rencana besar…salam.

  7. wahhhh,,setuju banget tuh,,saya malah baru engeh tentang itu gan,,temannya agan tuh kritis sekali orangnya,,,

  8. tujuan dr iklan tsb untuk mencegah pernikahan anak (<18thn),srg tjd karena kebabalasan dlm pergaulan. mgk teman mas bisa buat iklan yg lebih menarik…siapa tau pas ada kompetisi buat iklan GenRe bs menang dan dipakai.Sy seorang Penyuluh KB jd paham kondisi dilapangan,banyak tjd pernikahan anak di wilayah sy..kemudian @dyndee mengenai KB=depopulasi? hrs belajar ilmunya dl sbl berkomentar,coba sj kl anda punya anak tiap 2 tahun..kira2 sanggup tdk?@dian HTU kl anaknya banyak tp tdk berkualitas gmana?cb sj mas mgk anda jg blm merasakan punya banyak anak…

  9. Wah, 100 Tahun Lagi Dunia Sesak, Bumi Gundul Hebat

    Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merilis, kurang dari seratus tahun lagi, atau tepatnya di 2100 bumi akan sesak parah, dipenuhi manusia bahkan kawasan hutan diprediksi mengalami kegundulan hebat.

    “Populasi dunia tahun ini saja diperkirakan akan melampaui tujuh miliar atau meningkat satu miliar hanya dalam satu dekade, hingga akhirnya di 2050 populasi dunia akan membengkak menjadi lebih dari sembilan miliar kemudian mencapai 10 miliar di 2100,” kata Deputi Advokasi, Penggerakan dan Informasi pada BKKBN, Drs Hardiyanto di Pekanbaru, Rabu (22/2).

    Kondisi tersebut menurut dia, akan menyulut berbagai kemungkinan buruk salah satunya yakni ruang bumi dan lingkungan yang terus menyempit.

    “Apalagi diperkirakan pada awal abad ke 22 mendatang, jumlah penduduk dunia mencapai 15 miliar jiwa lebih. Bisa dibayangkan seperti apa kondisi keramaian di satu wilayah khususnya perkotaan,” katanya.

    Hal demikian menurut dia, sebaiknya menjadi pemikiran bersama semua pihak, bagaimana caranya agar pertambahan jumlah penduduk dunia khususnya Indonesia tidak begitu signifikan.

    “Ya, salah satunya dengan menyukseskan program Keluarga Berencana (KB), dimana satu keluarga itu maksimal hanya memiliki dua orang anak,” ujarnya.

    Program KB menurut dia, merupakan program penting untuk menekan jumlah atau angka penduduk di tanah air, karena khusus untuk Indonesia saja perkembangan penduduk begitu pesat.

    “Bayangkan, pada tahun 2011, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 241 juta jiwa lebih atau meningkat sekitar tiga persen dari jumlah penduduk di tahun sebelumnya (2010),” tuturnya.

    Jika dipersentase secara global, katanya, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah hampir mencapai satu persennya.

    “Bayangkan jika selama kurun waktu sepuluh tahun atau bahkan 20 tahun kedepan. Jika tidak ada kesuksesan program KB, maka apa yang di khawatirkan bisa saja terjadi,” ujarnya.
    Hardiyanto menguraikan, saat ini laju pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai 1,49 persen per tahun yang artinya, dalam setahun pula, terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 3,5 juta lebih.

  10. mereka berkata seperti itu karna belum paham…. seblum bicara pelajari dlu dgn baik tentang islam dan apa sebenarnya tujuan bkkbn menciptakan GenRe…. jgn setengah2 mempelajari ilmu, nanti jadi 0rg setengah….

  11. Salahin iklannya, tapi jangan memprovokasi agar bikin anak banyak-banyak. Lihat tuh banyak orang yang nggak punya penghasilan anaknya banyak, akhirnya anak-anak kecil ngemis, ngamen, maling. Tega kalian lihat anak dua tahun ngemis di lampu merah? Oke yang mampu bisa aja punya anak banyak, tetapi pastilah akan lebih nyaman dengan anak yang sdikit. Lihat ibuku yang melahirkan sembilan anak lalu memeliharanya dengan susah payah. Aku saja lihat capek, apalagi ibuku. Silakan kalau mau punya anak banyak, biar jebol bini kamu dan para istri….

    • sebenarnya, manusia itu hanya bisa berencana sedangkan Allah SWT-lah yang menentukan. ketika Allah SWT berkenan menciptakan manusia di bumi ini, maka itu tidak akan bisa dihindari oleh manusia. Bumi pun nggak akan bisa menolaknya. Kita mesti ingat bahwa Allah SWT pasti punya rencana yg baik untuk ciptaannya. Allah SWT juga nggak mungkin menelantarkan ciptaannya yang telah diciptakannya.
      Andai bumi ini diisi oleh jutaan bahkan triliyunan manusia, bumi nggak akan penuh sesak dan nggak akan hancur karena banyaknya manusia. Bumi pun nggak akan mengeluh ttg itu karena bumi tahu hal itu adalah kehendak Allah SWT. Kehidupan ini hanya akan hancur ketika Allah SWT menghendaki kehancurannya di akhir zaman.
      So, kenapa manusia repot???!!!
      Kalo kita bingung ttg kondisi remaja sekarang yg menurun kualitasnya, maka kita mesti tahu bahwa itu semua karena sistem pendidikan di dunia ini yang nggak berhasil mencetak generasi yang berkepribadian kokoh. Akhirnya, banyak remaja hidup tanpa tujuan yang jelas dan benar. Akibatnya, mengkhawatirkn masyarakat. Salah 1 contohnya, mereka cenderung bersikap galau dalam segala urusan. termasuk urusan cinta.
      Nah, kalo gitu…gampang aja solusinya…Ubah sj sistem pendidikan yg ada sekarang dengan sistem pendidikan yang bs mencetak generasi unggulan yaitu generasi yang berkepribadian kuat (g cuma berkarakter), berakidah yang benar, dan menguasai ilmu kehidupan.
      Dan itu semua bisa kita dapatkan, kalo kita mau belajar pd sejarah Rasulullah SAW dalam membina masyarakatnya…Beliau SAW menggunakan ISlam dalam proses pebinaannya…
      So, the solution is back to ISlam…=)

  12. kalau kita lihat dari bahasa periklanan,, why not,, karena memang bahasa iklan agak lebay,, mengapa 2 anak lebih baik karena setidaknya jika dua anak ,, kasih sayang orang tua akan lebih intensif terhadap anaknya,, Generasi Berencana tidak hanya sekedar membahas pernikahan,, tetapi bagaimana anda merencanakan pendidikan, merencanakan anda untuk pekerjaan yg terencana bahkan menikah dengan perencanaan,, Generasi Berencana yang dimaksud BKKBN tidak hanya terkait dengan iklan yang anda lihat,, anda bisa dengan mudah mengkritik menggunakan perspektif diri,, v anda paham gga sih GenRe itu apa,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: