SBY: Uang Negara Kami Rampok!


Uang Negara Dirampok atau Uang Negara Kami Rampok?

Uang Negara Dirampok atau Uang Negara Kami Rampok?

SBY: Uang Negara Kami Rampok!

Apa tanggapan Anda saat membaca headline koran nasional yang saya potret beberapa waktu lalu tersebut? 😀

Sebelum memberikan tanggapan panjang atau pendek, aku ingin menyampaikan beberapa contoh kasus korupsi yang terjadi di Indonesia sebagai berikut:

  1. Ketua Departemen Dalam Negeri DPP Demokrat Djufri, terlibat kasus pidana korupsi pengadaan tanah dan statusnya kini menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat;
  2. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat Bengkulu Murman Effendi menjadi ersangka di KPK, dan
  3. Ketua MPD Demokat Provinsi Jambi As’ad Syam, diputus bersalah atas kasus korupsi proyek pembangunan jaringan listrik PLTD Sungai Bahar, Muarojambi pada tahun 2004;
  4. Anas Urbaningrum, Andi Malaranggeng, Angelina Sondakh, Jhonny Allen Marbun, serta Sutan Batoegana yang terlibat kasus korupsi meskipun sampai saat ini diulur-ulur terus pemeriksaannya sampai tidak jelas ujung pangkalnya;
  5. Nazaruddin, Bendahara Umum Partai Demokrat, terlibat beberapa kasus korupsi antara lain kasus suap Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) dan korupsi dalam pengadaan barang yang dibiayai dengan anggaran pendapatan dan belanja negara;

Melihat contoh beberapa kasus korupsi yang ketahuan di atas, apakah tepat dan pas seorang SBY yang notabene merupakan Pembina Partai Demokrat mengatakan bahwa uang negara dirampok? Menurutku pernyataan tersebut benar. Namun demikian, ada sebuang ungkapan yang lebih tepat lagi jika pernyataan SBY berbunyi: UANG NEGARA KAMI RAMPOK!

Bungkus kepalsuan yang selama ini dikemas rapi oleh SBY dan partainya serta jongos-jongosnya dengan politik pencitraan, kini bungkus kepalsuan tersebut mulai terbuka, dan rakyat dapat melihat dengan mata telanjang, isi dari bungkus pencitraan tersebut ternyata pepesan kosong alias kebohongan. Bahkan secara terang-terangan, Ketua DPR RI dari Partai Demokrat sampai perlu mengatakan bahwa KPK harus dibubarkan.

Dan upaya SBY untuk melindungi kader-kader serta jongos-jongosnya yang terlibat korupsi kini semakin dapat dilihat dengan mata telanjang. Ia mengangkat salah seorang kader partainya untuk menduduki posisi Menteri Hukum & HAM. Ia adalah Amir Syamsudin yang merupakan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Lebih jelasnya lagi, Amir Syamsudin didampingi wakil menteri Denny Indrayana. Sangat Pas bukan?

Tahu nggak apa kebijakan pertama Amir Syamsudin? Baru tiga hari menjabat sebagai menteri hukum dan HAM, ia membuat kebijakan diskriminatif dengan memindahkan tersangka kasus ganja asal Australia LM (14) dari Rutan Polda Bali ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Jimbaran, Bali yang menyediakan fasilitas permainan Playstation sementara tahanan WNI tetap berada di Rutan kelas II A.

Bukankah pas jika Headline koran di atas lebih pantas diganti judulnya menjadi SBY: UANG NEGARA KAMI RAMPOK!

Bagaimana dengan Anda?

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

 

 

Iklan

Satu Tanggapan

  1. yang penting tidak terbawa arus yang tidak karuan jalani hidup ini tenang seperti karang….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: