Bisnis Besar Di Balik Ranjau Paku Kota Jakarta


Tambal Ban Ini Memperoleh 4 'Pasien' Dalam Waktu 1 Jam Hari Ahad Pagi

Tambal Ban Ini Memperoleh 4 'Pasien' Dalam Waktu 1 Jam Hari Ahad Pagi

Bisnis Besar Di Balik Ranjau Paku Kota Jakarta

Ahad ba’da subuh sekitar pukul 6 pagi, kawanku mengeluarkan motor barunya dari garasi rumah teman yang tinggal di kawasan Menteng. Ia merasakan agak berat saat mendorong motor. Ia perhatikan dengan seksama kenapa motornya terasa agak berat saat didorong. Ternyata ban belakang motornya gembos. Kuat dugaannya ban-nya bocor. Ia raba sekeliling ban motornya. Ternyata dugaannya tidak meleset. Roda belakangnya memang bocor karena menginjak paku berhasil menembus ban dalam motor.

Beberapa saat kemudian, aku dan kawanku terpaksa menuntun motor ke tukang tambal ban terdekat. Lokasi tukang tambal ban terdekat yang sudah buka Ahad pagi waktu itu dekat Jl. Jaksa. Uniknya, saat kami mendorong motor sampai di depan hotel Cemara, ada seorang pengendara motor yang juga tengah mendorong motornya beberapa meter di depan kami. Oleh si tukang tambal ban, kami dipanggilnya untuk ditambalkan ban motor kami yang bocor.

Baru berselang beberapa saat motor kawanku tengah ditambal, datang lagi seorang pengendara motor mendorong motornya yang lagi-lagi bocor karena ‘tertusuk’ paku. Tak sampai setengah jam, motor temanku sudah selesai ditambal. Belum selesai kawanku membayar jasa penambalan bannya, datang lagi sebuah motor yang bocor bannya oleh paku tengah didorong oleh pemiliknya.

Paku Penembus Ban Motor Kawanku

Paku Penembus Ban Motor Kawanku

Sepanjang aku duduk menunggu proses penambalan ban motor temanku tak lebih dari satu jam Ahad pagi itu, aku sudah melihat ada 4 motor yang mengalami bocor ban. Uniknya semua kebocoran ban disebabkan karena paku. Dan anehnya lagi, paku yang menyebabkan ban belakang motor kawanku bocor itu bukanlah paku bekas, tetapi paku yang nampak masih baru dan benar-benar masih tegak lurus. Inilah yang membuat kami berdua tanda tanya.

Muncul dugaan besar di benak kami ada hubungan antara paku dan tambal ban. Paku yang menyebabkan motor-motor itu bocor ban sepertinya bukan dikarenakan bocor wajar. Tetapi penyebabnya memang ada yang sengaja menebarkan paku di sekitar jalanan agar bocor bannya. Jika ini memang terjadi (dan saya agak yakin memang itu terjadi) menjadi sinyal kuat betapa bobroknya moralitas bangsa ini. Bahkan seorang tukang tambal ban pun harus melakukan tindakan-tindakan seperti itu (menebar ranjau paku_red). Namun demikian, aku masih berharap semoga itu tidak benar.

Sambil iseng, selanjutnya aku mencoba menghitung penghasilan seorang tukang tambal ban itu. Jika Ahad pagi itu saja si tukang tambal ban sudah berhasil memperoleh 4 ‘pasien’ dalam waktu tak lebih dari satu jam, maka bayangkan sendiri berapa puluh motor yang bisa ia peroleh dalam sehari? Kalau kita asumsikan saja per jam ada 4 ‘pasien’, sementara ia membuka lapaknya selama rata-rata 8 jam sehari, maka setidaknya ia sudah berhasil menangani sebanyak 32 ‘pasien’ yang harus ditambal bannya. Banyak juga ya?

Selanjutnya, dengan asumsi ongkos menambal ban tiap ban sebesar Rp. 7.000,- maka kita bisa menghitung pendapatan tukang tambal ban sehari sebesar Rp. 224.000,-. Dalam sebulan dengan asumsi ia bekerja selama 25 hari saja, ia sudah bisa mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp. 5.600.000,-. Wow, jumlah yang besar bukan? Bahkan gaji seorang pegawai PNS baru pun tak sampai sebesar itu. Gajiku per bulan pun juga tak sampai sebesar itu. 😀

Memperhatikan itung-itungan bisnis itu, aku dan kawanku pun terfikirkan untuk membuat usaha tambal ban di beberapa lokasi ruas jalan di Jakarta. Memiliki 10 spot tambal ban saja, potensi usaha tambal ban sudah bisa mencapai penghasilan Rp. 52 juta per bulan. Wow, fantastis. Masalah modal, untuk mendirikan usaha tambal ban sebetulnya juga tidak terlalu membutuhkan uang yang banyak. Modal terbesar yang harus diinvestasikan adalah berupa mesin compresor yang ukuran sedang seharga kurang lebih Rp. 1.250.000,-. Dengan tambahan perlengkapan dan peralatan yang lain, insya Allah modal uang sebesar Rp. 2,5 juta sepertinya sudah cukup untuk membuat satu spot tambal ban. Jika kita berniat membuat 10 usaha tambal ban, maka cukup Rp. 25 juta saja. Tak sampai waktu satu bulan, modal anda sudah bisa kembali. Apalagi jika anda makin banyak menebar ranjau paku di jalan. Dijamin makin lancar cashflow bisnis anda. Sebuah bisnis yang menarik bukan? 😀

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Sekarang emang apa aja di lakukan wan, bisnis pengemis juga ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: