Langgar Winongan, Kauman, Solo


Langgar Winongan - Nampak dr Salah Satu Sudut Luar Saat Malam Hari

Langgar Winongan - Nampak dr Salah Satu Sudut Luar Saat Malam Hari

Langgar Winongan

Langgar Winongan terletak di kampung Winongan, kelurahan Kauman, Kecamatan Pasarkliwon, Surakarta (Solo). Langgar ini disebut dengan langgar Winongan karena dulunya pernah ditinggali oleh Ketib Winong, seorang ulama Masjid Agung Surakarta dan Kraton.

Langgar ini memiliki dua bangunan utama yang dibangun tidak berbarengan. Pertama, bangunan yang saat ini difungsikan sebagai tempat bagi jamaah putri dan yang kedua adalah bangunan yang digunakan untuk jamaah laki-laki. Bangunan pertama (putri) didirikan oleh jamaah pengajian subuh langgar Winongan pada Rabu Pon 27 Rajab tahun Be 1904 yang bertepatan pada tahun 1392 H atau tanggal 6 September 1972 M. Sementara bangunan kedua (laki-laki) didirikan setahun kemudian pada hari Rabu Kliwon tanggal 25 Jumadil Akhir 1393 H atau bertepatan dengan tanggal 25 Juli 1973 M oleh para jamaah pengajian subuh langgar dan dibantu oleh kaum muslimin dan muslimat secara umum secara gotong royong.

Langgar Winongan - Prasasti Bangunan Pertama

Langgar Winongan - Prasasti Bangunan Pertama

Salah satu kegiatan rutin di langgar Winongan yang sampai hari ini masih lestari adalah pengajian tafsir Jalalain ba’da subuh setiap hari kecuali hari Jumat karena libur. Menurut penuturan ayahku, pengajian tafsir Al Quran Jalalain ini sudah eksis sejak ayahku dilahirkan pada tahun 1950an. Tercatat nama kyai yang kukenal sebagai pengisi kajian tafsirnya sampai beliau meninggal dunia adalah Kyai Yahdu atau biasa disebut Mbah Yahdu. Kini, yang melanjutkan kajian tafsir Jalalain di Langgar Winongan adalah Ustadz Fadholi, menantu Dr. Amin Romas, atau cucu menantu dari Kyai Haji Bilal.

Langgar Winongan - Prasasti Bangunan Kedua

Langgar Winongan - Prasasti Bangunan Kedua

Ustadz Fadholi menjadi generasi penerus pengisi ceramah kajian tafsir yang setiap harinya dipadati oleh puluhan jamaah sejak puluhan tahun silam. Menurut penuturan ayahku, sebelum pengajian-pengajian di Solo marak di masjid-masjid, kajian tafsir di langgar ini sudah eksis dan istiqomah jauh sebelumnya. Dan untuk kawasan Kauman, sepertinya hanya kampung Winongan yang kajiannya senantiasa eksis sampai hari ini. Hebatnya lagi, pengajian ini berjalan rutin setiap hari sejak dulu. Subhanallah.

Bagi yang mengenal langgar Winongan Kauman, sudah tentu tidak boleh lupa dengan Yu Mah atau mBokde Mah yang sejak puluhan tahun silam tinggal di langgar Winongan sebagai marbot dan mas Komar yang menjadi bilal dan imam cadangan. Sayangnya kini, kondisi kesehatan Yu Mah sudah sangat menurun. Beliau sudah tidak mampu berjalan.

Interior Langgar Winongan - Nampak Mas Komar

Interior Langgar Winongan - Nampak Mas Komar

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Ditunggu postingannya langgar sememen, modinan, trayeman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: