Renovasi Masjid Nurul Huda Yang Tidak (Pernah) Selesai


Masjid Nurul Huda Medio Februari 2010

Masjid Nurul Huda Medio Februari 2010

Renovasi Masjid Nurul Huda Yang Tidak (Pernah) Selesai

Aku lupa kapan renovasi kampus masjid di lingkungan Universitas Sebelas Maret ini dimulai. Namun sampai lebaran 1432 H kemarin, kuperhatikan renovasi masjid ini masih gitu-gitu saja. Belum terlalu banyak perubahan dibandingkan setahun sebelumnya. Aku tidak tahu pasti apa yang menyebabkan renovasi masjid ini -yang menurut hemat saya- terhambat.

Aku lupa kapan pertama kalinya masuk masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret, Surakarta itu. Kalau bukan saat stadium general mahasiswa baru, kemungkinan saat aku sholat dzuhur setelah apel penerimaan mahasiswa baru UNS. Pastinya, aku lupa kapan waktunya.

Namun yang jelas, selama masa-masa kuliah (awal khususnya), masjid yang lebih populer disebut dengan masjid NH (baca: eN-Ha) ini menjadi lokasi favoritku bersama beberapa rekan mahasiswa sejurusan untuk belajar. Suasananya adem dan hawa yang segar saat rebahan di serambi masjid ini lah yang membuat kami merasa betah berlama-lama di masjid yang didirikan atas kerja keras aktivis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) ini.

Mulai saat aku diajak bergabung dalam kepengurusan sebuah lembaga kerohanian Islam di fakultas, aku semakin sering mengunjungi eN-Ha. Berbagai macam acara, kegiatan, dan rapat-rapat serta musyawarah tak jarang berada di masjid ini. Tak terkecuali pula, kegiatan liqo’ bersama mas Dodik Nursanto. Liqo’ atau halaqah merupakan kegiatan mentoring mengenai hal-hal yang utamanya bersifat keislaman, mulai dari pengenalan terhadap Allah SWT, rasulullah, tauhid, sejarah, dan fiqih. Tentunya pembahasan-pembahasan itu terbatas sejauh pada batas pemahaman sang murobbi. Dalam hal ini adalah mas Dodik Nursanto.

Hampir seluruh kegiatan di masjid NH pernah aku ikuti meskipun hanya sekali saja. Kegiatan sholat berjamaah lima waktu, sholat tarawih pada bulan Ramadhan, sholat dhuha, sholat tahajud pada saat mabit, mabit, buka puasa bersama, kajian pagi ba’da subuh, dan lainnya. Barangkali yang belum pernah adalah sholat ied di masjid NH. Itupun kalau pernah diadakan.

Dulu, saat aku masih aktif kuliah dan aktif dalam kelembagaan kerohanian Islam di kampus, ada kesan eksklusif yang sangat kental sekali dalam kepengurusan masjid NH. Setidaknya, hal itu pernah dilontarkan oleh banyak kawan-kawanku. Aku sendiri pun merasakan hal yang sama. Sebuah kesan yang ternyata memang realita kecilnya terlihat jelas atau minimal terasa. Dominasi semarak kegiatan-kegiatan masjid melulu menjadi monopoli lembaga-lembaga rohis fakultas (baca: Lembaga Dakwah Kampus) dan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Selebihnya itu, jarang ada kegiatan yang diusung oleh lembaga lain di masjid NH, kalau tidak mau dikatakan memang tidak pernah.

Sudut Masjid NH Sisi Utara (Masih Setengah Jadi) - Lebaran 1432 H

Sudut Masjid NH Sisi Utara (Masih Setengah Jadi) - Lebaran 1432 H

Aku mencatat, selama aku kuliah di kampus NH, hanya acara ‘Membedah SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, & Liberalisme) yang diadakan oleh FPIS – HTI’ serta ‘Membongkar Laskar Kristus’ yang diadakan oleh Forum Arimatea saja yang sempat meramaikan masjid NH selain oleh LDK dan KAMMI. Sedangkan lembaga-lembaga kerohanian Islam selainnya dan kegiatan-kegiatan selainnya lebih sering menggunakan lokasi tempat lain untuk kegiatan mereka. Lembaga Kajian Al-Atsary rutin mengadakan kegiatan Dauroh justru di Gedung Student Center yang berlokasi di depan masjid NH. Begitupula lembaga-lembaga Islami lainnya, dalam mengadakan kegiatan-kegiatannya mereka terpaksa memilih Student Center, Gedung Insan Cita yang berada di luar kampus, atau tempat lainnya di sekitar kampus.

Aku tidak tahu pasti kenapa Masjid NH -saat itu yang kurasakan- terkesan eksklusif dari lembaga-lembaga lain selain LDK dan KAMMI. Pernah salah seorang kakak tingkatku yang cukup lama duduk sebagai takmir NH mengutarakan bahwa memang itu disengaja. Aku sendiri tidak paham apa maksud kata ‘disengaja’ dalam dialog kami saat itu. Semoga hal itu bukanlah sebuah arti negatif.

Dengan segala pernak-perniknya, masjid NH telah cukup banyak memberikanku memori yang berkesan. Kesan yang paling menggores yang -sepertinya- tidak pernah kutemui di masjid-masjid lain adalah adanya aturan tentang ditutupnya pintu masjid NH bagi jamaah putri jika sholat isya’ telah memasuki rakaat terakhir oleh petugas takmir masjid yang kebagian jatah sebagai penjaga masjid saat didirikannya sholat jamaah isya’. Pintu masjid khusus untuk jamaah putri tersebut akan ditutup sampai waktu setelah sholat subuh keesokan harinya. Artinya, jika ada jamaah putri yang masih berada di dalam masjid setelah sholat Isya’, ia tidak diperbolehkan keluar masjid. Jika yang bersangkutan bersikeras keluar masjid, jika ia tidak memiliki mahram, maka ia akan diantarkan pulang ke rumah atau kos oleh takmir masjid. Katanya, hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan mereka (para muslimah) dalam perjalanan.

Saat ini, telah lebih dari 3 tahun aku lulus dari kampus UNS. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana serba-serbi masjid NH. Apakah masih seperti yang dulu atau sudah berbeda. Apakah kesan eksklusifnya sudah mulai berkurang atau justru makin bertambah? Aku sudah tidak tahu pasti. Namun yang pasti, saat ini masjid NH yang menjadi kebanggan mahasiswa dan mahasiswi Islam di UNS tengah melakukan renovasi yang tak kunjung selesai. Barangkali, jika anda tertarik meluangkan rezeki anda dengan memberikan baik itu donasi, infak, sedekah, atau wakaf atau lainnya silakan saja klik lebih lanjut link berikut ini.

Salam.

Ahmed Fikreatif

 “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

2 Tanggapan

  1. join to hajarabis
    http://www.hajarabis.com

  2. ko bisa yahh sudah lama dibangun tapi belum beres jga,,pemerintah setempat kurang berpartisipasi kya nya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: