Gendhuk


Gendhuk

Sebenarnya sudah lama aku naksir kamu. Sayangnya, perasaan yang tersimpan dalam dadaku belum mampu untuk kuutarakan kepadamu. Sebanyak apapun wanita dunia yang cantik nan ayu. Aku tetap memilih kamu. Kamulah gadis idaman yang menjadi incaranku.

Hari Sabtu wage malam minggu tanggal belasan, izinkan aku mendatangi ayahmu. Tak ada niat lain kecuali aku ingin melamar dan meminangmu. Jika kamu hanya diam membisu, tak ada jawaban yang keluar dari lidahmu, kuanggap itu tanda setuju. Barangkali kamu malu untuk menjawab setuju.

Seribu satu. Seribu wanita boleh cantik sepertimu. Tetapi hanya satu yang istimewa di hatiku. Sungguh sayang, jika kamu mendapat lelaki yang salah sebagai jodohmu.

Ayu denok deblong, itu sebutannya. Pintar, alim, dan sholihah, demikian dulu kamu dikudang ibu dan ayahanda. Tak gampang dibohongi karena kau seorang cerdik cendekia. Tak gampang kehilangan, karena kamu pandai menyimpan di dalam dada.

Duhai kau dara impian. Bunga mawar mekar tumbuh di taman. Kusunting dikau pujaan. Kubawa terbang menggapai harapan. Mutiara dari selatan. Dara manis dari tanah seberang. Bunga nan indah rupawan, gadis manis yang selalu jadi impian.

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar”

(“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.) {QS. Al Baqoroh 201}

_________________________

Ungkapan-ungkapan di atas sebenarnya adalah terjemahan bebas dari gendhing (baca= lagu) yang dilantunkan dengan apik oleh Genk-Kobra (baca: Jamaah Kubro) yang diberi judul Gendhuk. Artinya agak sama dengan gadis kalau dalam bahasa Indonesia meskipun sebenarnya kurang tepat. 😦

Sakjane wis suwe, Aku naksir kowe

Ning ora kewetu, Yo Nduk Yo..

Sak ayu-ayune, jelas milih kowe

Dadi inceranku, Yo Nduk Yo

Dino setu wage, las-lasan tanggale

Tak nembung bapakmu, Yo Nduk Yo

Yen Kowe meneng wae, Ra ono jawabe

Tak anggep setuju, Yo Nduk Yo

Sewu siji… Kenyo koyo kowe

Eman-eman, yen kliru jodhone

Ayu denok deblong, kuwi dadi sebutane

Pinter ngalim soleh, Kuwi mbiyen kudangane

Ra gampang kapusan, mergo mumpuni ilmune

Ra gampang kelangan, mergo primpen sing ndelikke

Duhai kau dara impian,

Bunga mawar mekar tumbuh di taman

Kusunting dikau pajaan,

kubawa terbang menggapai harapan

Mutiara dari selatan,

Dara manis dari tanah seberang

Bunga nan indah rupawan,

Gadis manis yang slalu jadi idaman

Ahmed Fikreatif

 “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. suka suka suka 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: