Prasasti di Halte Bus Transjakarta


Grafiti & Vandalisme di Halte Bus Trans Jakarta

Grafiti & Vandalisme di Halte Bus Trans Jakarta

‘Prasasti’ di Halte Bus Transjakarta

Salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia (khususnya para remaja dan anak muda) adalah tradisi menulis ‘Prasasti’ di setiap lokasi-lokasi tempat yang dikunjunginya dengan tidak melihat tempatnya yang kita kenal dengan istilah ‘Grafiti’. Bermodal spidol marker, yang bersifat tinta permanen, cukuplah menjadi modal bagi sebagian masyarakat kita (khususnya para remaja) untuk menulis ‘prasasti’ dalam rangka meninggalkan jejak.

Dalam kegiatan grafiti seperti contoh pada foto di atas terdapat unsur-unsur kreativitas yang bercampur dengan sifat egoisme, dan narsisisme. Ketika grafiti sudah mulai masuk pada unsur merusak (seperti pada foto di atas), maka grafiti bisa menjadi bagian dari ‘Vandalisme’ yang merusak (keindahan, kenyamanan, ketentraman, atau keamanan). Aku katakan kreativitas karena hakikatnya para penulis grafiti memiliki ide kreatif akan apa yang ditulisnya karena seringkali mereka menulis tentang puisi, ungkapan hati, atau curhat. Egoisme dalam grafiti biasanya nampak pada penulisan nama identitas sang penulis dengan kata-kata yang ‘lebay’. Egoisme mereka terlihat pada ketidakpedulian mereka terhadap lingkungan sekitar mereka atas apa yang mereka lakukan. Mereka umumnya lebih memikirkan pada diri mereka sendiri. Ini opiniku.

Jadi, pernahkah kamu melakukan aksi grafiti dan vandalisme seperti gambar di atas? Jika iya, maka mari kita ubah aksi tulis menulis dan corat-coret itu dengan menggunakan media blog atau sejenisnya. Dengan demikian, kreativitas yang ingin kita sampaikan akan lebih tersalurkan dengan baik. Apa mau kita menjadi generasi Vandal (generasi yang rusak dan merusak_pen)? 

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

3 Tanggapan

  1. hahaha,,,
    saya juga kemaren pernah mengomentari ttg hal yang serupa mas waktu jalan2 ke wisata kebun teh kaligua,,,

    banyak dijumpai prasasti2 seperti itu… ckckck

  2. iah saya sering bnget melihat seperti itu

  3. cukup sudah negara kita ini ‘kotor’ hampir disemua elemen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: