Negara Dalam Keadaan Bahaya


Negara Dalam Keadaan Bahaya

Kemarin, ada lagu hip hop baru yang menyuarakan ketidakadilan di negeri ini. Lagu hip-hop yang dilantunkan oleh Kill The DJ. KillTheDJ adalah orang yang melantunkan lagu Cicak Nguntal Boyo di saat rame-ramenya kisruh Cicak versus Buaya beberapa waktu silam. Kali ini, Kill The DJ masih menyuarakan kritik-kritiknya melalui cangkeman yang tersusun dalam bait-bait kata yang ber-rima. Hanya saja, kali ini ia tidak menggunakan bahasa Jawa. Ia menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam lagu bertajuk Negara Dalam Keadaan Bahaya karyanya, ia ngudoroso tentang ketidakadilan di Indonesia. Ia menyoroti keadaan hari ini saat para penguasa yang menutup mata akan derita rakyat. Ia mensinyalir para penguasa hari ini lupa amanat rakyat. Karena itu lah ia menyebut Negara Dalam Keadaan Bahaya.

Kepada para anggota dewan di DPR, Kill The DJ juga tak lupa menyampaikan keluh kesahnya. Ia kesal dengan banyaknya para politisi yang bertindak tanpa moral dan etika. Ia sampaikan kebenciannya kepada para anggota DPR yang pamer kebusukan di media. Ia menganggap DPR hanya lembaga tempat musyawarah yang bermufakat dalam menipu rakyat. Isinya hanya orang-orang yang sinting yang membahas gedung miring.

Dari sekian banyak sumpah serapah mas Kill The DJ tentang negeri ini, ada beberapa hal yang tidak aku setujui. Dalam kalimat “ Demokrasi digadaikan dan tersandra”, bagi aku yang tidak se-aliran dengan faham demokrasi tentu saja tidak setuju dengan mas Kill The DJ. Bagiku, justru karena Demokrasi -lah negeri ini kacau balau dan tak pernah ‘MERDEKA’.

Hal lain yang tidak kusetujui juga dalam frase kalimat “Minoritas beribadah dalam ancaman”, aku juga tidak sepakat. Kalimat di atas sebenarnya hanyalah kata-kata yang realitanya tidak ada namun menjadi pembahasan di media semata. Realitanya, kasus kerusuhan di Ambon sepuluh tahunan silam justru menjadi contoh nyata, meskipun hal itu disebut konflik politik. Realita hari raya Nyepi yang mewajibkan orang non Hindu untuk ‘ikut’ Nyepi jika tengah berada di Bali justru semakin menegaskan bahwa tak ada ancaman terhadap minoritas, bahkan justru sebaliknya dalam beberapa kasus. Tirani Minoritas. Dalam pandangan saya, tidak mungkin mayoritas mengancam minoritas jika tidak ada asapnya. Puluhan tahun Indonesia merdeka, tanpa ada toleransi dari mayoritas, barangkali kaum minoritas sudah habis dibunuh atau sudah akan muncul larangan pendirian tempat ibadah sebagaimana yang terjadi di beberapa negara Eropa yang melarang jilbab.

Konsep Bhineka Tunggal Ika pun secara prinsip bertentangan dengan keyakinan ideologiku. Karenanyalah aku juga tidak sepakat dengan mas Kill The DJ dalam konsep ‘Berbeda-beda Tetap Satu Jua’. Aku lebih suka pada prinsip ‘Berbeda-beda bangsa, ras, kulit, dan negara tetap satu tubuh jika seagama dan sekeyakinan kepada Allah Yang Maha Esa.

Meskipun ada beberapa perbedaan falsafah hidup dan prinsip ideologis antara aku dan mas Kill The DJ, masih banyak kritik yang disampaikan dalam lagu ini yang sangat tepat dengan kondisi alam Indonesia hari-hari terakhir ini. Maka dari itu, sudah saatnya kita ambil Syariat Islam sebagai pondasi dasar Indonesia sebagaimana Piagam Jakarta 1945. 😀

Berikut lirik selengkapnya lagu Negara Dalam Keadaan Bahaya yang bisa didownload di sini.

Jangan bertanya apa yang negara berikan kepadamu,
tapi kenapa tidak memberikan apa-apa dari dulu.

Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa

Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Karena penguasa dan mafia bekerjasama
Demokrasi digadaikan dan tersandra
Di mimbar mengumbar janji
Janji bohong dan bohong lagi
Rakyat sudah lelah memaklumi
Mau dibawa kemana negeri ini?

Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Politisi tanpa moral dan etika, pamer kebusukan di media, rakyat hanya bisa mengelus dada
Wakil miring di gedung rakyat
Bersatu padu dalam kongsi jahat
Musyawarah mufakat untuk menipu rakyat
Lupa siapa yang memberi amanat
(*bangsaat)

Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa

Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Karena penguasa lupa dasar negara
Di balik jubah agama menipu Tuhan pun bisa
Minoritas beribadah dalam ancaman
Negara gagal memberi rasa aman
Bhineka Tunggal Ika mati di Jalanan
Inilah orde pembangunan jalan menuju kehancuran

Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Karena tanah kaya bukan lagi milik rakyatnya
Mereka tersingkir dari tanah leluhurnya
Warga mendesak perubahan di Jakarta
Tapi di daerah ada yang ingin merdeka
NKRI adalah omong kosong belaka
Tanpa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa

Lagu ini adalah surat dari rakyat
Kepada para pemegang amanat
Cinta rakyat pada negeri ini tanpa syarat
Hingga badan dikandung hayat

Lihatlah rakyat terus bekerja
Susah payah tiada kata putus ada
Bercerminlah di kalbu mereka
Maka akan kau pahami apa itu Indonesia

Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa

Anak negeri yang mati di lumbung padi
Mengirim kabar pada pertiwi
Negara gagal melindungi kami
Masyarakat adil makmur hanya mimpi

Ahmed Fikreatif

 “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Iklan

4 Tanggapan

  1. Semoga negara Indonesia ini berada dalam lindungan-NYa

  2. lagu yang sangat sarat akan kritik di negeri ini~ 😳

  3. jadi inget Tantang Tirani-nya Homicide

  4. Nggak! Negara ini akan baik” saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: