Asmara Subuh

Asmara Subuh

Kala bulan Ramadhan tiba, ada sebuah tradisi yang tidak layak ditiru yang sering dilakukan oleh kawan-kawan se-usiaku ketika aku masih duduk di bangku SMP. Tradisi itu biasa dikenal dengan istilah Asmara Subuh. Disebut dengan istilah asmara subuh, karena memang kegiatan ini berhubungan dengan kegiatan ke-asmara-an yang dilakukan di waktu ba’da sholat Subuh.

Biasanya pada bulan Ramadhan, setelah sholat subuh, aku dan kawan-kawan jalan-jalan di jalan raya sambil bermain petasan. Dari kisaran pukul 05.00 WIB, kami jalan-jalan selama kurang lebih 1,5 jam sambil bermain petasan. Nah, di sepanjang jalan itu biasanya juga ada remaja-remaja seusiaku yang tidak memainkan petasan, namun mereka justru berpacaran naik motor ngalor-ngidul atau sekedar mojok di sudut jalan. Umumnya, kegiatan asmara subuh itu dilakukan oleh remaja yang memiliki motor.

Berdasarkan pengamatanku pada saat itu, kegiatan pacaran di bulan Ramadhan di pagi-pagi buta itu bahkan lebih ‘dahsyat’ dari biasanya. Keintiman para pasangan remaja itu juga nampak lebih dekat. Cara memboncengnya pun terlihat lebih mesra dari hari-hari biasanya. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: